Home / News

Sabtu, 27 November 2021 - 14:24 WIB

Presiden: Kami Berkomitmen Memberikan Bantuan ke Afganistan

Presiden Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Joko Widodo. (Foto: BPMI Setpres)

NYATANYA.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan bagi rakyat Afghanistan. Sebab, beberapa waktu belakangan terjadi serangkaian peristiwa yang menunjukkan situasi kemanusiaan yang kian memburuk.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk,” ujar Presiden Jokowi di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 yang dikutip melalui laman presidenri.go.id pada Jumat (26/11/2021).

Dampak dari hal tersebut, terdapat sekitar 23 juta masyarakat yang terancam krisis pangan. Akibat dari situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Afganistan. Oleh karena itu, uluran tangan bantuan kepada negara ini, sangat diperlukan.

Baca juga   60 Warga Mertoyudan Sembuh dari Covid-19

“Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” tuturnya.

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

Baca juga   Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, Indonesia Bersiap Menuju Endemi

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Sejumlah kendaraan memadati jalan Otto Iskandardinata, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/11/2021). Pemerintah akan menerapkan PPKM Level 3 selama periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 untuk membatasi mobilitas dan kerumunan masyarakat di libur Natal dan Tahun Baru guna mencegah penyebaran Covid-19. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/YU)

News

Rem Jelang Libur Nataru, Ini Ketentuan Lengkap PPKM Level 3 yang Diterapkan
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

1.044 Kasus Positif Covid-19 di DIY Diyatakan Sembuh
AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat arahan Apel Jam Pimpinan di halaman Mapolres Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Kapolres Magelang AKBP Sajarod Dorong Peningkatan Layanan Masyarakat
(Foto: InfoPublik)

News

Siang ini Tahap 111 dan 112 Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Mendarat di Bandara Soetta
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Kejar Target, Gubernur DIY Minta Kabupaten/Kota Sasar Vaksinasi Level Mikro
Pelayanan pemakaman dengan protokol Covid-19 dari Pemkot Yogyakarta untuk masyarakat tetap berjalan. (Foto: nyatanya.com/Pemkot Yogya)

News

8 Personel Terpapar Covid-19, Layanan Pemakaman Tetap Jalan
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

News

Transmisi Omicron Tinggi, Kemenkes Ubah Strategi Layanan
(Foto: Kemenkes)

News

Jumlah Suntikan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Lewati Milestone WHO