Home / News

Kamis, 7 April 2022 - 15:41 WIB

Presiden Optimis Pinang Biji Jadi Komoditas Ekspor Unggulan

Presiden Jokowi melepas ekspor komoditas pinang biji di Muaro Jambi, Jambi pada Kamis (7/4/2022). Foto: BPMI SETPRES

Presiden Jokowi melepas ekspor komoditas pinang biji di Muaro Jambi, Jambi pada Kamis (7/4/2022). Foto: BPMI SETPRES

NYATANYA.COM, Muaro Jambi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis, pinang biji dapat menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan di tanah air ke depan. Apabila, manajemennya dikelola baik dengan mengoptimalkan teknologi yang lebih modern.

“Ini akan menjadi salah satu juga komoditas unggulan kita, kalau dikelola dengan manajemen modern yang lebih,” kata Presiden Jokowi saat melepas ekspor komoditas pinang biji di Muaro Jambi, Jambi pada Kamis (7/4/2022).

Menurut Presiden, peluang komoditas pinang biji sangat terbuka lebar ke depan. Indikatornya, dapat diukur melalui aktivitas ekspor komoditas pinang biji yang dapat menembus tujuh kontainer pada saat ini.

Nilai ekpor komoditas pinang biji dalam setiap tahun diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Dengan tujuan ekspor ke negara-negara yang membutuhkan komoditas tersebut antara lain seperti Thailand, Iran, India, Tiongkok, dan Pakistan.

Baca juga   48.787 Warga Kulon Progo Terima Bantalan Sosial Kenaikan BBM

“Kita harapkan ini, nanti akan menjadi sebuah komoditas ekspor dalam jumlah yang besar,” kata Presiden.

Ditambah lagi, dengan keberadaan lahan pinang biji di dalam negeri juga sangat luas. Tercatat, ada sekitar 152 ribu hektare lahan yang ditanami pohon pinang. Sebanyak 22 ribu hektare berada di Provinsi Jambi.

“Kita punya lahan yang ditanami pohon pinang sangat luas,” tutur Presiden.

Dalam mengoptimalkan hal tersebut, Presiden menginstruksikan kepada instansi pemerintah terkait untuk segera memperkuat potensi ekspor dari komoditas tersebut. Dengan cara, mempersiapkan varietas pohon pinang unggulan pada setiap lahan.

Baca juga   Habiskan Rp30 Miliar, Huta Siallagan Kini Makin Berkelas

Tujuannya, meningkatkan kualitas pinang biji yang dihasilkan oleh ratusan ribu hektare lahan yang dimiliki oleh Indonesia di masa mendatang. Semakin baik kualitas, maka permintaan komoditas itu akan meningkat.

“Menyiapkan varietas yang unggul yang baik yang memiliki kualitas yang bagus,” tutur Presiden.

Dampaknya, kehidupan para petani pinang biji dapat menjadi lebih sejahtera dalam beberapa waktu mendatang. Melalui, peningkatan ekspor komoditas tersebut yang secara masif akan terjadi.

“Sangat baik memberikan income kepada para petani,” pungkas Presiden.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Foto: Humas Kemenag

News

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan Dimulai 3 April 2022
Jenderal TNI Dudung Abdurahman dalam Podcast Deddy Corbuzier. (Foto: YouTube)

News

Puspomad Terbitkan SP2 Lidik Jenderal Dudung AR, karena Ini Alasannya
Foto: Ist/klikdokter

News

Gangguan Gagal Ginjal Akut di Indonesia Tercatat Sebanyak 241 Kasus, Terjadi Peningkatan Mulai Agustus
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat Silaturahmi dan Halal Bihalal dengan awak media di Jawa Tengah dan DIY, di Hotel Santika Premiere, Kamis (12/5/2022). Foto: Diskominfo Jateng

News

Gus Yasin: Hati-hati, Dosa Pembuat Berita Bohong Tak Berarti Berhenti dengan Minta Maaf
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung keputusan pemerintah meniadakan cuti bersama untuk hari raya Natal 2021 dan tahun baru 2022. Ganjar mengimbau agar masyarakat berlibur dan beribadah di tempat masing-masing. (Foto: Humas Jateng)

News

Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Ganjar Minta Warga Tak Bepergian
Foto: Humas Kominfo

News

Kominfo Siapkan Asistensi Pengelolaan Sistem Elektronik Pemilu 2024
Direktur Eksekutive LKPI Kristin Ervina, Kamis,(3/2/2022), menjelaskan hasil survei yang dilakukan, dimana preferensi publik jika Pilpres digelar hari ini, nama Airlangga Hartarto menjadi kandidat terkuat presiden Indonesia. (Foto: Dokumentasi/Istimewa)

News

Survei LPMM: Elektabilitas Airlangga dan Golkar Tertinggi di Kalangan Milenial
Ilustrasi obat sirup. Foto: Ist

News

Pengobatan Anak, Kemenkes Imbau Untuk Sementara Waktu Jangan Mengkonsumsi Obat dalam Bentuk Sirup