Home / News

Selasa, 22 November 2022 - 16:30 WIB

Presiden Sampaikan Duka Cita atas Gempa di Cianjur, Rumah Rusak Dibantu Rp10 – 50 Juta

Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 22 November 2022. Foto: Laily Rache/Biro Pers Setpres

Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 22 November 2022. Foto: Laily Rache/Biro Pers Setpres

NYATANYA.COM, Cianjur – Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Selasa, 22 November 2022.

Lokasi pertama yang ditinjau Presiden adalah jalan raya Cibeureum, penghubung wilayah Bogor-Cianjur di Kecamatan Cugenang yang sempat tertimbun longsor, namun kini telah dapat dilalui kendaraan.

Dalam keterangannya usai peninjauan, Kepala Negara menyampaikan ucapan duka cita atas musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) kemarin.

“Pertama-tama atas nama pribadi, atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan dukacita yang mendalam, belasungkawa atas terjadinya musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,” ucap Presiden.

Baca juga   ARTJOG MMXXI 2021 Resmi Dibuka Sandiaga Uno

Presiden menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan jajarannya untuk bekerja sama dalam membantu penanganan pascagempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur.

Mulai dari pembukaan akses yang terkena longsor hingga evakuasi dan penyelamatan korban-korban yang masih tertimbun longsor.

“Akses jalan yang kemarin tertimbun, tadi pagi sudah bisa dibuka, alhamdulillah. Dan ini nanti akan dilanjutkan dengan kecepatan dalam penanganan terutama penyelamatan evakuasi untuk yang masih tertimbun,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga memastikan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak gempa bumi.

Bantuan tersebut terdiri atas Rp50 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, Rp25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan Rp10 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan.

Baca juga   Tak Ada Korban Jiwa Saat Angin Kencang Melanda Satu Desa di Subang

“Tetapi yang paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang anti gempa oleh Menteri PUPR. Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan, sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk rumah yang anti gempa,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Cianjur Herman Suherman.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini 560 Warga DIY Sembuh Covid-19, Meninggal 13 Orang
Hj Etik Suryani SE MM. (Foto:nyatanya.com/Humas Sukoharjo)

News

Etik Suryani Ajak Warga Sukoharjo di Rumah Saja
Presiden Joko Widodo membagikan souvenir kepada warga di Pasar Pasirian, Lumajang Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). (Foto: Amiriyandi InfoPublik)

News

Di Lumajang, Jokowi Kunjungi Tenda Pengungsi dan Sapa Warga di Pasar Pasirian
Momen Ganjar Pranowo ikuti prosesi adat Pepe-pepeka ri Makka di Makassar. Foto: Humas Jateng

News

Ganjar Pranowo Tak Mempan “Dibakar” Perempuan-perempuan Makassar, Ada Apa ya?
Foto: Jasa Marga

News

H-3, Volume Lalu Lintas Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah
(Foto: ANTARA)

News

Waktu Tinggal Wisatawan dengan VoA Lebih Singkat dari Visa Kunjungan Wisata
Ilustrasi, Pemerintah melalui Kementerian PUPR berencana membangun 6 Asrama Masiswas Nusantara di 6 kabupaten/kota. Satu diantaranya yang sudah dalam proses konstruksi ada di Surabaya. (Dok. Kementerian PUPR)

News

Kementerian PUPR Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara di 6 Lokasi Ini, Dimulai di Surabaya
Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan vaksin yang digunakan untuk anak-anak usia 6-11 tahun adalah jenis Sinovac dan sudah punya Emergency Use Autorization (EUA). (Foto: Kemenkes)

News

Sinovac Jadi Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun