Home / Panggung

Rabu, 19 Juli 2023 - 21:41 WIB

Promosi Album Baru Do The Math, Indra Lesmana Berbagi Cerita ke Warga Krapyak Wetan Bantul

Indra Lesmana (kanan) berbagi cerita album barunya berjudul Do The Math di Demajors Jogja Krapyak Wetan Bantul. (Foto: Ist)

Indra Lesmana (kanan) berbagi cerita album barunya berjudul Do The Math di Demajors Jogja Krapyak Wetan Bantul. (Foto: Ist)

NYATANYA.COM, Bantul – Indra Lesmana menggelar sesi dengar album baru “Do The Math” di Demajors Jogja Krapyak Wetan Bantul, belum lama ini.

Antusiasme tidak hanya datang dari para musisi, pendengar, dan kolektor saja. Warga juga turut menyaksikan talk show yang dimoderatori Desta Wasesa itu dengan antusiasme yang sama.

“Dari dulu cuma bisa lihat beliau (Indra Lesmana) di televisi, koran, atau Youtube. Sekarang bisa bertemu langsung dan foto bareng, antusiasmenya sangat tinggi,” cerita Sambreng, warga Krapyak Wetan.

Album baru ini merupakan hasil eksplorasi teranyar Indra Lesmana yang mengajak para musisi muda seperti Ronal Adrian (bass) dan Ray Prasetya (drum).

Indra Lesmana memainkan keseluruhan piano, rhodes, wurlitzer, synthesizers dan keytar.

Musisi dengan 93 album ini juga menjadi produser, komposer, penata suara, sekaligus video editor yang dikemas dengan teknologi artificial intelligence (AI).

“Genrenya mungkin lebih ke Math Rock, beberapa saya ambil dari materi-materi yang nggak cocok untuk Indra Lesmana Project (ILP) karena terlalu terang.”

Baca juga   Siap Jalani Pemeriksaan, Marshel Widianto Bicara Tentang Waktu

“Saya mengalir saja bikinnya, membiarkan imajinasi mengatur tuts setelah itu baru saya print partiturnya. Ini juga pengalaman baru buat saya,” beber Indra memulai kisahnya.

Ada sembilan track dalam album hasil kerja sama InLine Music dan Demajors ini.

Sembilan track itu punya tema dan kisah dengan tingkat kesulitannya sendiri tetapi selama proses pembuatannya, Indra membabar emosinya lebih dahulu.

Bagi musisi yang tergabung dalam grup Krakatau ini tidak ada yang lebih penting dalam lagu selain mengedepankan rasa dan imajinasi.

Bagaimana pengayaan itu dipindah ke bunyi dan elemen dalam track adalah hal lain.

“Menurut saya ada kedekatan visi dalam Math Rock dan Jazz antara lain improvisasi maupun harmoni sehingga saya terpacu untuk menguji kemampuan saya memproduksi album rekaman ini dengan enerji yang baru sehingga album ini tidak melulu bicara hal teknis tetapi bisa menyampaikan emosi atau perasaan ketika membuatnya,” sambung Indra.

Baca juga   Kolaborasi dengan Pelukis Nasirun, Sawung Jabo dan Sirkus Barock Konser 'Senandung Anak Wayang'

Impresi dari pengulas dan penonton talkshow yang datang di pendopo Krapyak Wetan cukup positif.

Meski mengusung math rock, lagu-lagu dalam “Do The Math” masih bisa dinikmati penyuka musik populer, bahkan cenderung memperluas imajinasi pendengar.

Di samping itu banyak yang terkejut dengan album solonya ini lantaran Indra dikenal sebagai musisi Jazz yang kerap melahirkan karya-karya populer sejak 1978.

“Saya terbuka dengan banyak jenis musik. Sekarang saya sering bikin musik metal, rock, tradisi, math rock, dan lain sebagainya, sudah jarang sih bikin lagu pop. Ingin sekali bikin pop tapi belum ketemu mood-nya,” katanya menjawab pertanyaan warga.

Sesi dengar ditutup dengan foto bersama warga dan penandatanganan album baru.

“Do The Math” tidak ia rilis secara digital dan bisa didapatkan di Demajors Jogja. (N1)

Share :

Baca Juga

Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi kaligrafi karya siswa SMP 2 Gebog. (Foto: MC Kab. Kudus)

Panggung

Kaligrafi Karya Siswa SMP 2 Gebog Ini Dikagumi Bupati Kudus
Aksi seniman Tantto dan Sujono melawan Covid-19 dengan melarung sebuah lukisan. (Foto:nyatanya.com/Humas Kab. Magelang)

Panggung

Aksi Duet Seniman Magelang Gelar Prosesi Larung Covid-19
Penampilan R-Plus di Koesplusan Jenggleng Cafe & Resto, Jumat (18/6/2022). Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Menikmati Hangatnya “Aku dan Dirimu” bersama R-Plus
Aurelia Skolastika dan Yunan Helmi. Foto: Ist

Panggung

Aurelia Skolastika Debut Single ‘Untukmu Indonesia’ di Hari Kemerdakaan RI
Sebanyak 30 seniman lukis asal Kabupaten Temanggung dan sekitarnya yang tergabung dalam Cah Temanggung Creative (Catec) melukis on the spot atau OTS di Taman Kali Progo, Minggu (20/2/2022). (Foto: MC.TMG)

Panggung

Napak Tilas Sejarah, Seniman Catec Nglukis Bareng Citro Progo
Potong tumpeng menandai pelaksanaan FKY 2023 yang akan dipusatkan di Kulon Progo pada 24 September hingga 15 Oktober 2023. (Foto: Dok.FKY2023)

Panggung

Digelar di Kulon Progo, FKY 2023 Usung Tema Ketahanan Pangan, Memaknai Ulang Kebudayaan
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

Panggung

Peringati Hari Aksara Internasional, Gubernur DIY Ajak Optimalkan Ranah Digital
Boyband UN1TY terpilih menjadi brand ambassador Smartfren. (Foto: istimewa)

Panggung

Boyband UN1TY Jadi Brand Ambassador Smartfren