Home / Peristiwa

Minggu, 25 Juli 2021 - 21:38 WIB

Prosesi Hastungkara dan Birat Sengkala di Hari Jadi Wonosobo ke-196 Tahun

Prosesi Hastungkara dan Birat Sengkala tandai Hari Jadi Wonosobo ke-196 tahun. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Wonosobo)

Prosesi Hastungkara dan Birat Sengkala tandai Hari Jadi Wonosobo ke-196 tahun. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Wonosobo)

NYATANYA.COM, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo memperingati hari jadi ke-196 tahun dengan sejumlah agenda kegiatan di tengah kondisi Pandemi Covid-19. Perayaan ditandai dengan prosesi Hastungkara dan Birat Sengkala yang digelar di Pendopo Kabupaten, Jumat (23/7/2021).

Pandemi menjadi alasan prosesi pelaksanaan dilaksanakan dengan cara sederhana dan sangat terbatas, hal ini terlihat dengan hanya ada kehadiran Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag dan Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, MM, serta 6 pemuka agama dari berbagai agama yang ada yaitu, Khong Hu Chu, Hindu, Budha, Katholik, Kristen dan Islam.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengungkapkan, perayaan hari jadi tahun 2021 ini dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan dan terbatas karena sedang berlangsung pagebluk atau wabah virus Corona. Seluruh rangkaian acara dihelat secara sederhana dan terbatas namun tetap hidmat.

“Kami mohon maaf, untuk tahun ini tidak bisa merayakan hari jadi Kabupaten Wonosobo secara meriah. Warga masyarakat tidak bisa menikmati atraksi budaya dan rangkaian kegiatan lainnya. Namun hanya bisa mengikuti acara secara Virtual saja dan diminta berdoa di rumah demi keselamatan, dan keamanan bersama,” katanya.

Baca juga   Solo Lakukan Screening Donor Sukarela Plasma Konvalesen

Adapun kegiatan Hastungkara sendiri bermakna memanjatkan doa, agar Kabupaten Wonosobo beserta masyarakatnya mendapatkan keberkahan dari Tuhan, ke depan lebih maju dan sejahtera. Pandemi Covid-19 juga segera sirna dari Kabupaten Wonosobo dan muka bumi ini, berganti dengan kehidupan yang lebih damai dan bahagia.

Setelah Prosesi Hastungkara selesai dilanjutkan dengan prosesi Birat Sengkala. Rangkaian prosesi birat sengkala merupakan rangkaian doa yang digelar secara budaya oleh sesepuh adat dan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME, yang tergabung dalam Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI) Kabupaten Wonosobo.

Birat Sengkala sendiri bermakna mengusir sengkala atau menyingkirkan segala bentuk kesialan/keburukan/ malapetaka/rintangan, agar kedepan Kabupaten Wonosobo lebih tenteram, makmur dan sejahtera.

Sebelum prosesi Birat Sengkala, terlebih dahulu dilakukan pengambilan air dari 7 sumber mata air yaitu Tuk Bima Lukar, Tk Goa Sumur, Tuk Mudal, Tuk Suradilaga, Tuk Tempurung, Tuk Kaliasem dan Tuk Sampang. Air dari 7 sumber tersebut kemudian dicampur sebagai sarana Birat Sengkala.

Birat Sengkala dipimpin oleh Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar,MM yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agus Wibowo, S.Sos. Sebelum prosesi Birat Sengkala, diserahterimakan songsong agung (payung kebesaran) dan tombak katentreman (tombak ketentraman).

Baca juga   Kalurahan Guwosari Wakili DIY ke Lomba Desa Tingkat Nasional

Bupati Wonosobo berpesan, agar warga serta semua pihak tetap hati-hati dan waspada, karena saat ini pandemi global covid-19 masih berlangsung, dan belum tahu kapan akan berakhir.

”Mari selalu ikuti himbauan dari pemerintah pusat dan daerah, terkait penanganan wabah virus corona. Terus terapkan protokol kesehatan covid-19, kapan pun dan di manapun berada,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya kepada tenaga medis, jajaran TNI/Polri dan Satgas Penanganan Covid-19, yang telah bekerja keras dalam mengendalikan penyebaran dan penularan virus corona di masyarakat, tanpa mengenal lelah.

”Mereka adalah pahlawan covid-19. Berada di garda terdepan dalam percepatan penanganan virus corona. Perjuangan, pengabdian dan pengorbanan mereka layak diapresiasi. Kami mengucapkan terima kasih atas tugas yang telah diemban,” pungkas Afif Nurhidayat. (*)

Share :

Baca Juga

Alumni 86 SMPN Cicurug dan perwakilan anak yatim dan guru pendidik berfoto bersama usai acara. (Foto: Dokumentasi 86)

Peristiwa

Angkatan 86 SMPN Cicurug Sukabumi Berbagi untuk Guru dan Anak Yatim
Pemkab Pekalongan mendistribusikan paket bantuan budidaya lele melalui program laboratorium kemiskinan. (Foto: Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)

Peristiwa

Budidaya Lele Jadi Pilihan Program Laboratorium Kemiskinan
Babinsa Koramil Tegalrejo menyambut kedatangan Wawali saat kunker ke wilayah Kelurahan Bener. (Foto: Koramil 02/Tegalrejo)

Peristiwa

Vaksinasi Massal di Kelurahan Bener, Babinsa Sambut Kedatangan Wawali
Gubernur Ganjar Pranowo saat mengunjungi RS di Banjarnegara. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

BOR RS Banjarnegara Tinggi, Ini Pesan Ganjar
Pelaksanaan vaksinasi #PAKSIN Pakualaman Sehatkan Indonesia. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Dukung Percepatan, Kadipaten Pakualaman Gelar Vaksinasi Massal
Wali Kota Yuliyanto memberikan sumbangan beras secara simbolis kepada KPM. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Salatiga)

Peristiwa

Pemkot Salatiga Salurkan Bantuan 189.360 Kg Beras
Para pelaku UMKM di Kabupaten Batang diberi peluang untuk menjajakan produknya dengan cara berkeliling ke kantor instansi pemerintah. (Foto: Diskominfo Kab Batang)

Peristiwa

“Nglarisi Dodolan”, UMKM Bergiliran Jajakan Produk ke ASN
Diskusi menyangkut furnitur di acara UKM Virtual Expo, Minggu (19/9/2021). (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Pemprov Jateng Ekspor Kerajinan Kayu ke Belgia