Home / News

Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:49 WIB

Pulihkan Kesejahteraan Buruh, Ketua DPR Dukung Kenaikan Upah Minimum 2022

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat direalisasikan secara optimal demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh yang terdampak pandemi Covid-19. (Foto: Biro Humas DPR RI)

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat direalisasikan secara optimal demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh yang terdampak pandemi Covid-19. (Foto: Biro Humas DPR RI)

NYATANYA.COM, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat direalisasikan secara optimal demi pemulihan kesejahteraan rakyat, khususnya kaum buruh yang terdampak pandemi Covid-19. Terlebih pada tahun 2021 tak ada kenaikan upah minimum akibat menurunnya perekonomian nasional.

“Kami mendorong agar kenaikan upah minimum 2022 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang banyak terdampak akibat pandemi Covid-19. Kenaikan upah minimum harus bisa memenuhi kebutuhan rakyat,” kata Puan dalam keterangan persnya, sebagaimana dilansir dari Biro Humas DPR RI, Senin (25/10/2021).

Puan meminta Kementerian Ketenagakerjaan mempertimbangkan harapan buruh mengingat berdasarkan survei terhadap peningkatan harga-harga komoditas di pasar dari berbagai daerah, terjadi kenaikan harga sebagian besar komoditas.

“Kenaikan upah bisa kembali membangkitkan daya beli buruh. Kita berharap kesejahteraan buruh bisa bertambah, karena tidak sedikit dari kawan-kawan buruh yang mengalami pengurangan upah, bahkan pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19,” paparnya.

Puan mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Kemenaker yang memberi sinyal akan ada kenaikan upah minimum, meski besaran peningkatannya masih dalam proses penghitungan.

“Harus bisa dipahami, kenaikan upah minimum tidak dapat memenuhi ekspektasi semua pihak. Namun saya berharap ada jalan tengah agar besaran kenaikan upah minimum dapat mengakomodir kebutuhan buruh, sekaligus sesuai dengan kemampuan perusahaan dan kondisi perekonomian nasional,” ungkap Puan.

Baca juga   Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Sampai Malam Ini Sudah 11 Kali Muntahkan Awan Panas Guguran

Puan mengingatkan agar Kemenaker terus melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan upah minimum ini. Puan menilai, pendekatan humanis kepada kelompok buruh harus dikedepankan.

“Libatkan kelompok buruh dalam pembahasan rencana kenaikan upah minimum. Sementara bagi pihak buruh, saya berharap bisa menerima apabila kenaikan upah minimum tahun ini tidak sesuai ekspetasi,” sebutnya.

“Kita ketahui, saat ini masih dalam masa pemulihan dari dampak Covid-19. Adanya rencana kenaikan upah minimum tahun ini juga tentunya lebih baik dibandingkan dengan 2021 yang tidak ada kenaikan,” tambah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Terkait rencana buruh yang hendak melakukan aksi demo karena penetapan upah minimum kini disesuikan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan menggantikan PP Nomor 78 Tahun 2015, Puan berharap agar kembali dipertimbangkan.

Baca juga   Presiden Ajak Seluruh Komponen Bangsa untuk Bela Negara

“Meski kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik, tapi kerumunan dapat menyebabkan penyebaran virus dan menimbulkan klaster Covid-19. Saya berharap kawan-kawan buruh mencari alternatif lain untuk menyampaikan aspirasinya,” ucap politisi PDI-Perjuangan itu.

Buruh meminta penetapan upah minimum dilakukan oleh pemerintah daerah karena pemda dinilai memiliki hak untuk menetapkan upah di atas upah minimum yang ditetapkan pemerintah pusat. Dengan penerapan metode kalkulasi perhitungan baru, persentase kenaikan upah minimum dianggap berpotensi lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Mari kedepankan jalan dialog, karena pemerintah pasti akan terbuka untuk menerima masukan. DPR RI juga akan memfasilitasi aspirasi dari kawan-kawan buruh,” imbau Puan.

Di sisi lain, Puan menilai rencana kenaikan upah minimum 2022 menjadi bukti keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Puan mengatakan, langkah antisipasi, treatment, hingga program vaksinasi Covid-19 telah membuahkan hasil potisif.

“Adanya rencana pemerintah menaikkan upah minimum menunjukkan pemulihan ekonomi nasional berjalan on the track. Keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 telah membuat roda ekonomi kembali berputar, dan DPR akan terus melakukan pengawalan,” tutupnya. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Pasien Covid-19 di Kota Pekalongan terus menunjukkan penurunan. Terlihat dari sepinya pasien di UGD rumah sakit. (Foro: Diskominfo Pekalongan)

News

Ruang UGD Rumah Sakit Mulai Sepi Pasien Covid-19
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyerahkan BST di Kantor PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Utama Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

1085 Keluarga Penerima Manfaat dari 14 Kemantren Terima BST
Awan panas guguran Merapi, Senin (28/6/2021) pukul 17.10 WIB dilihat dari pos Babadan. (Foto: nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi, Sehari 5 Kali Luncurkan Awan Panas
Tak ingin masyarakat susah, Pemkab Karanganyar gratiskan isi ulang oksigen. (Foto: Diskominfo Karanganyar)

News

Perlu Ditiru! Pemkab Karanganyar Gratiskan Isi Ulang Oksigen
Kedatangan vaksin tahap ke-182 ini sejumlah 1.236.000 dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (29/12/2021). (Foto: Riyadhy Budhy Nugraha/InfoPublik)

News

Pemerintah Terus Berupaya Cukupi Kebutuhan Vaksin, Ribuan Dosis Sinovac Tiba di Bandara Soetta
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Hari Ini 2.942 Warga DIY Sembuh Covid-19
Presiden Jokowi saat meresmikan pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya, di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021). (Foto: BPMI)

News

Presiden Jokowi: Potensi CPO Indonesia Capai 52 Juta Ton Per Tahun
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Bertahan Tinggi, Hari Ini 662 Kasus Positif Covid-19 di DIY