Home / News

Kamis, 15 Juli 2021 - 21:35 WIB

Purworejo Terbaik Terapkan PPKM Darurat se-Jateng

(nyatanya.com)

(nyatanya.com)

NYATANYA.COM, Purworejo – Upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai terbaik se-Jawa Tengah. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali secara virtual yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves​) RI Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (14/7/2021).

Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyampaikan pencapaian itu karena usaha keras pemerintah kabupaten dan elemen masyarakat, dalam mendukung kebijakan PPKM Darurat.

“Capaian itu karena kami melakukan tindakan dalam upaya mendukung kebijakan PPKM Darurat ini,” ujarnya, yang juga ikut dalam evaluasi secara virtual tersebut.

Ia menjelaskan, ada beberapa tindakan yang menjadi kunci keberhasilan dalam penerapan upaya PPKM Darurat. Di antaranya, menggandeng elemen dari tingkat bawah, mulai RT, RW, Pemdes, dan dasa wisma untuk turut berperan aktif.

Baca juga   Tahun Ketiga Ganjar-Yasin, 40 Ribu Rumah Miskin Teraliri Listrik Gratis

Penanganan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dilakukan hingga tingkat paling bawah. Termasuk deteksi dan antisipasi dini, dengan berkoordinasi secara berjenjang antara camat dan stakeholder terkait.

“Tidak kalah pentingnya adalah program Jogo Tonggo, tetap dilaksanakan di level RT dan RW,” ungkapnya.

Lebih dari itu, rumah sakit milik pemerintah daerah juga telah dialokasikan khusus untuk penanganan Covid-19. Keseriusan tersebut berdampak terhadap minimnya angka kematian, dan meningkatnya angka kesembuhan.

Dari data, case fatality rate (CFR) atau angka kematian​ di Kabupaten Purworejo, dibanding kabupaten/ kota lain di Jawa Tengah juga cukup rendah, yakni hanya 3,65 persen. Sementara, recovery rate atau tingkat kesembuhan juga cukup baik yakni 83,31 persen.

Baca juga   Ketua Uji Klinis Vaksin Sinovac Bio Farma Dr Novilia Sjafri Meninggal Dunia

Untuk mengurangi mobilitas dan aktivitas warga, pemkab juga melakukan pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama 24 jam. Hal ini juga telah sesuai dengan Instruksi Menko Marves pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali sebelumnya.

“Saat ini yang masih menjadi kendala adalah ketersedian oksigen. Kami minta bantuan dari pusat agar masalah ini dapat segera teratasi,” tandas Wabup. (*)

Share :

Baca Juga

Logo Provinsi Jawa Tengah. (Ilustrasi: nyatanya.com)

News

‘Gedor Lakon’, Gerakan Donor Plasma Konvalesen di Jawa Tengah
Ganjar Pranowo meninjau sentra vaksinasi yang digelar oleh Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Indonesia di Mal Tentrem Semarang. (Foto: Humas Jateng)

News

Ganjar Apresiasi Papmiso, Gerakkan Pedagang Mi dan Bakso untuk Vaksin
Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro sebagai kawasan wajib memakai Masker dan wajib vaksin. (Foto: agoes jumianto)

News

PPKM Darurat, 269 Tempat Usaha Non-esensial Ditutup Paksa
Penampakan Gunung Merapi pada Jumat (6/8/2021) pukul 11.24 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi 2 Kali Muntahkan Awan Panas, Potensi Bahaya di Tenggara–Barat Daya
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Anak-anak di Sektor Formal Jadi Prioritas Vaksinasi
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

News

Pemda DIY Salurkan Dana Hibah Rp16,45 M untuk Koperasi
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Hari Ini 2.942 Warga DIY Sembuh Covid-19
Gubernur Ganjar Pranowo saat upacara peringatan HUT ke-71 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur, Minggu (15/8/2021). (Foto: Diskominfo Jateng)

News

HUT ke-71 Jateng, Momentum Refleksi Diri