Home / Peristiwa

Kamis, 7 Oktober 2021 - 21:11 WIB

Rangkul Pelaku Seni, BNNK Batang Sosialisasi Bahaya Narkoba

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang, Tri Bakdo S, mengutarakan, Narkoba bisa disalahgunakan oleh siapa pun. Maka pelaku seni yang dianggap dekat dengan penyalahgunaan Narkoba digandeng BNN untuk bersama-sama melakukan pencegahan. (Foto:MC Kab Batang)

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang, Tri Bakdo S, mengutarakan, Narkoba bisa disalahgunakan oleh siapa pun. Maka pelaku seni yang dianggap dekat dengan penyalahgunaan Narkoba digandeng BNN untuk bersama-sama melakukan pencegahan. (Foto:MC Kab Batang)

NYATANYA.COM, Batang – Bahaya penyalahgunaan Narkoba kini mengincar seluruh lapisan masyarakat, maka perlu dilakukan pencegahan melalui media yang paling mudah diterima semua kalangan, yakni hasil karya para seniman.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang memanfaatkan peran para pelaku seni, komunitas maupun lembaga adat untuk ikut menyosialisasikan pencegahan penyalahgunaan Narkoba, melalui kapasitasnya.

Kepala BNNK Batang Khrisna Anggara mengatakan, ini merupakan kesempatan perdana BNN mengundang para pelaku seni untuk ikut berperan aktif melakukan pencegahan di kalangannya maupun penikmat seni.

“Keberadaan mereka merupakan bagian dari masyarakat, memiliki penggemar maupun komunitas tersendiri yang cukup solid. Ini jadi hal menarik, yang bisa dimanfaatkan sebagai media untuk bekerja sama, dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba,” katanya, usai membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Pada Lembaga Adat dan Komunitas Berbasis Kearifan Lokal di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Kamis (7/10/2021).

Pemberdayaan para pelaku seni untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba melalui karyanya, dinilai sangat efektif. Anggota komunitas maupun penikmat seni cenderung lebih akan memberikan respons terhadap pesan yang disampaikan seniman.

“Pencegahan Narkoba tidak selalu dilakukan dengan cara formal. Kita juga bisa menggunakan media seni lokal yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga   Sudah Saatnya Pedagang Tradisional Masuki Digitalisasi Pasar

Salah satu contohnya, kesenian yang cukup sering digunakan BNN dan melihat geliat berkesenian masyarakat Batang yang cukup tinggi, kemungkinan pemanfaatan media seni akan lebih sering diberdayakan.

“Kami upayakan untuk menyisipkan pesan-pesan antinarkoba melalui kegiatan kesenian, misal saat pementasan sendratari, drama, pertunjukan wayang kulit melalui sebuah cerita yang dipentaskan. Tahun depan jika kondisi pandemi sudah mulai membaik, BNN berencana untuk menggandeng para pelaku seni mementaskan karyanya,” jelasnya

Ia tidak memungkiri bahwa lingkungan para seniman dirasa cukup dekat dengan penyalahgunaan Narkoba.

“Yang perlu diperhatikan para seniman itu memiliki tanggung jawab moral, kepada para penikmatnya supaya mereka tidak menyalahgunakan Narkoba. Itu yang jadi fokus kami agar dalam berkesenian, para pelaku seni benar-benar bebas dari penyalahgunaan Narkoba,” tegasnya.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Batang, Tri Bakdo S, mengutarakan, Narkoba bisa disalahgunakan oleh siapa pun. Maka pelaku seni yang dianggap dekat dengan penyalahgunaan Narkoba digandeng BNN untuk bersama-sama melakukan pencegahan.

“Kesenian itu sangat dekat dengan oknum yang menyalahgunakan Narkoba, jadi peran mereka efektif untuk ikut menyuarakan pencegahan penyalahgunaan Narkoba,” terangnya.

Pagelaran seni sangat tepat jika disisipkan pesan-pesan antinarkoba. Misalnya saat pagelaran wayang kulit, pesan itu dapat disisipkan saat “goro-goro” atau “limbuk’an”

Baca juga   Polri dan BNN Lacak Aliran Dana Bisnis Narkoba Rp120 Triliun

“Melalui musik pun bisa disisipkan melalui lirik sebuah lagu, dalam pentas teater bisa ditunjukkan karakter orang yang benar dan pemakai, atau seni tari diwujudkan dengan gerak yang mengekspresikan antinarkoba demikian pula seni rupa yang terlihat secara visual,” imbuhnya.

Ia mengakui, banyak seniman yang telah menyalahgunakan Narkoba. Untuk menyadarkannya harus dirangkul, anggap mereka sebagai sahabat sehingga bisa menyadarkan secara perlahan.

“Banyak penyalahguna yang sekarang sadar dan tidak “memakai” (menyalahgunakan) lagi. Sekarang ada yang bekerja dengan profesi yang positif dan bermanfaat,” ungkapnya.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Tulus Wahyu Utomo menerangkan, pemberdayaan pelaku seni untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba sangat efektif, karena media yang beragam.

“Dalam seni pedalangan dapat disisipkan pesan pencegahan penyalahgunaan Narkoba saat episode goro-goro atau limbuk’an dan pasti akan lebih mengena,” ujar dia.

Ia mengharapkan, BNN bersedia merangkul pelaku seni untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan Narkoba melalui kesenian.

“Mau dalang cilik atau dewasa sama saja. Yang penting didalamnya ada tema-tema pemberantasan Narkoba,” pungkasnya.

Ia mengajak generasi muda untuk menjauhi Narkoba karena menggagalkan cita-cita di masa depan. (*)

Share :

Baca Juga

Pembangunan RSUD Tangen terus dikebut. Ditargetkan akhir tahun 2021 pembangunan selesai dan siap melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. (Foto:Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Pembangunan RSUD Tangen Ditarget Selesai Akhir Tahun
Tahun ini Pemkot Yogya targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Targetkan Kota Layak Anak Kategori Utama
Sisi barat selasar Malioboro ini biasanya dipenuhi lapak pedagan kerajinan dan oleh-oleh. Selama PPKM Level 4 mereka pun patuhi buka sesuai peraturan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Patut Dicontoh! PKL Tertib Jalankan Aturan PPKM Level 4
Bupati Kudus HM Hartopo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Sarkies Aisiyah. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Dibangun 10 Lantai, Kudus Bakal Memiliki Rumah Sakit Baru
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani ikut melakukan penyemprotan disinfektan di pasar tradisional. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Sukoharjo)

Peristiwa

Sabtu dan Minggu Pasar di Sukoharjo Disemprot Disinfektan
Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka melaunching sistem pembayaran cashless payment ADIPATI QRIS dan pojok informasi "Solo Great Sale 2021" di Pasar Gede Harjonagoro. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Mas Wali Luncurkan Sistem Pembayaran ADIPATI QRIS dan “Solo Great Sale 2021”
Pelaksanaan vaksinasi yang digelar Dekranasda Sleman. (Foto: Humas Sleman)

Peristiwa

Dekranasda Sleman Gelar Vaksinasi Bagi Pelaku IKM
Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melakukan monitoring pelaksanaan PPKM Darurat di Kecamatan Gubug. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Masyarakat Grobogan Jangan Putus Asa, Ada Apa?