Home / Peristiwa

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 15:12 WIB

Raup Untung dari Jual Maskot, Gebyar PON XX Gerakkan Ekonomi Papua

Pengelola Stand Blessing, Sitha menjual boneka maskot PON Kangpho dan Drawa. (Foto: Humasppm)

Pengelola Stand Blessing, Sitha menjual boneka maskot PON Kangpho dan Drawa. (Foto: Humasppm)

NYATANYA.COM, Jayapura – Pandangan mata masyarakat Indonesia dan dunia kini tertuju ke Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua 20201, yang secara resmi akan dibuka Presiden Joko Widodo, Sabtu (2/10/2021) malam ini pukul 19.35 WIT.

Pelaksanaan PON XX yang diyakini mampu mempercepat pembangunan di Papua, juga menjadi momentum untuk memberdayakan ekonomi rakyat Papua. Pembangunan venue, infrastruktur pendukung, dan ribuan atlet menjadi roda penggerak perekonomian di tanah Papua.

Tanda-tanda geliat ekonomi akibat ajang PON sudah terlihat. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan produksi domestik regional bruto (PDRB) Papua meningkat hingga 1,10 persen sebagai dampak dari perhelatan PON Papua. Pertumbuhan tersebut ditunjang oleh gencarnya sektor konstruksi serta permintaan akomodasi dan makanan-minuman.

Sebanyak 21.687 orang yang terdiri atlet, ofisial, dan perangkat pertandingan PON Papua yang tersebar di empat klaster yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura menjadi pendorong geliat ekonomi Papua. Jumlah tersebut belum termasuk pada penopang perhelatan PON XX Papua seperti aparat TNI/Polri, pekerja konstruksi, media, dan relawan.

Dengan begitu, ajang PON Papua kali ini menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi yang berdampak positif bagi rakyat Papua. Asisten Direktur Perwakilan BI Papua, Dwi Putra Indrawan mencontohkan, pembangunan arena pertandingan maupun infrastruktur PON Papua sejak 2016-2021 telah menumbuhkan sektor konstruksi.

Pembangunan berbagai venue PON XX tersebut berkontribusi terhadap PDRB Papua 0–2 persen dari PDRB Papua dengan posisi tertingginya pada 2019, senilai 1,5 persen.

“Kegiatan PON Papua pada 2021 meski hanya berlangsung dua minggu diperkirakan membawa peningkatan total PDRB senilai Rp1.222,84 miliar atau 0,7-1,10 persen pertumbuhan tahun ke tahun (yoy),” kata Dwi di Media Center Kominfo Klaster Kabupaten Jayapura, pada Selasa (28/9/2021).

Pertumbuhan tersebut, antara lain, menurut Dwi, berasal dari sektor konstruksi sebesar Rp851,88 miliar atau meningkat 4,2-5,0 persen (yoy). Sedangkan, sektor transportasi mengalami peningkatan Rp93,31 miliar atau 1,5–2,3 persen (yoy). Peningkatan yang cukup pesat dari penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman sebanyak Rp83,18 miliar atau 8,5–9,3 persen (yoy).

Baca juga   Wawali Berikan Dukungan Kepada Aurelia di Ajang PON Papua

“Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua,” jelas Dwi.

BI juga telah mengkalkulasi potensi belanja domestik selama PON Papua berlangsung. Nilainya sekitar Rp7,03 miliar per 10 ribu penonton.

Sementara itu, potensi belanja penonton asal luar Papua mencapai Rp32,58 miliar per 10 ribu penonton. Harapannya, para atlet dan ofisial dari luar Papua itu membelanjakan uangnya di pusat-pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar venue.

Meski didera pandemi Covid-19, Dwi Indra Indrawan menerangkan, pertumbuhan ekonomi Papua masih bisa tumbuh 13,14 persen. Peningkatan tersebut sebagian besar masih ditopang oleh sektor pertambangan.

Oleh karena itu, BI mencoba mendorong ke depan, Papua lebih menguatkan potensi ekonomi di sektor nonpertambangan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata/ekonomi kreatif. Ajang PON Papua kali ini sekaligus sebagai momentum dan pembuktian bahwa ke depan masyarakat Papua juga bisa beralih ke sektor nontambang.

Satu hal, PON Papua juga mempunyai potensi inflasi. Oleh karena itu, BI yang dimandatkan sebagai Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) telah mengantisipasi permintaan bahan pokok sepanjang pelaksanaan PON Papua. Soal pangan ini merupakan sektor paling sensitif dengan inflasi.

Menurut Dwi, sejumlah strategi telah diambil TPID Papua antara lain pengadaan beras oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). “Stok beras untuk Provinsi Papua cukup untuk empat bulan,” kata Dwi.

Salah satu stan kerajian khas Papua juga laris diminati pengunjung. (Foto:indonesia.go.id)

Peran UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) juga meyakini PON XX Papua 202 akan menggerakkan ekonomi UMKM di tanah Papua. Menurutnya, meskipun di tengah pandemi COVID-19, efek perhelatan olahraga terbesar tanah air itu dapat memberikan dampak yang sangat baik bagi rakyat Papua maupun nasional. Peran UMKM diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi nontambang di Papua.

Baca juga   Sragen Terapkan PPKM Level 3, Pembatasan Tetap Dilakukan

“KemenkopUKM telah memberikan berbagai dukungan. Di antaranya, melalui program Smesco Hub Timur, mengkonsolidasi inisiatif terkait logistik serta Center of Excellence Smesco bagi kawasan timur Indonesia yang dijalankan oleh Smesco Indonesia, sedangkan LPDB-KUMKM memberikan dana bergulir (permodalan) untuk koperasi. Ada juga pelatihan serta pendampingan yang telah menjangkau 1.740 pelaku UMKM di Papua dan Papua Barat,” kata MenkopUKM Teten Masduki.

Menteri Teten mengatakan, program untuk Papua berupa transformasi informal ke formal dengan target 200 usaha mikro, display, dan penjualan produk UKM unggulan Provinsi Papua dan Papua Barat di Paviliun Provinsi SMESCO, dan Smesco Noken Movement, mengampanyekan dan mendorong produk Provinsi Papua dan Papua Barat bisa dijual di department store.

Di setiap venue PON XX juga dijumpai pelaku UMKM yang menjajakan banyak produk souvenir. Salah satunya di Venue Judo Graha Eme Neme Yauware, Timika, Mimika.

Para pelaku UMKM ini menjajakan beragam souvenir yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Misalnya, tas noken, kopi dan berbagai souvenir berciri khas PON Papua.

Salah satu pengelola Stand Blessing, Sitha, mengatakan usaha yang dijalaninya dikelola bersama dengan sang kakak. Pada moment euforia PON ini ia bersama kakaknya menangkap peluang dengan menjual boneka maskot PON Kangpho dan Drawa.

“Yang membuat desain maskot ini dari luar, dan dikirim ke sini, maskot PON sudah terjual sekitar 40 buah, ada juga dari perusahaan yang pesan. Selain maskot saya juga jual jersey PON. Ini juga laku,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi Humas PPM PON Papua, Klaster Mimika, Sabtu (2/10/2021).

Ia mengaku di sekitaran venue kebanyakan peminat maskot PON merupakan para kontingen seperti Kalimantan Timur dan Jawa. PON ini memberi kenikmatan sendiri, banyak untungnya, juga banyak senangnya.

Pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM ini menempati Stand Blessing yang disediakan Dinas Koperasi dan UMKM Mimika. (*)

Share :

Baca Juga

Kepala Disnakkeswan Jawa Tengah, Lalu Muhammad Syafriadi. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Panitia Penyembelihan Kurban Harus Patuhi Prokes
Sejumlah pecinta binatang dan pengelola destinasi Argo Bumi Desa Samiran, Kecamatan Selo melepasliarkan puluhan hewan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Peristiwa

Satwa Endemik Merapi-Merbabu Dilepasliarkan
Peringatan Hari Lansia ke-25 di Hotel LPP Convention Yogyakarta.(Foto:nyatanya.com/Humas DIY)

Peristiwa

DIY Optimalkan Potensi Lansia Berdaya
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro menuturkan, pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaku usaha yang berada di sekitar proyek pembangunan Tol Semarang-Demak. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Dorong Tetap “Survive”, Puluhan UMKM Sekitar Tol Semarang-Demak Diberi Pelatihan
Pola penanganan jenazah Covid-19 tidak boleh dilakukan sembrono. (Foto:nyatanya.com/Humas Klaten)

Peristiwa

Jangan Sembrono! Jenazah Covid-19 itu Masih Infeksius
Pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat Kabupaten Boyolali masih terus dikebut oleh Dinkes, ditargetkan Agustus capai 50 warga Boyolali divaksin. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Peristiwa

Terus Dikebut, Vaksinasi Boyolali Baru 34 Persen
Musik dan Badut persembahan mahasiswa UIN Walisongo jadi hiburan pasien Covid-19 yang jalani isolasi. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

UIN Walisongo Hibur Warga Isolasi dengan Musik dan Badut
Pemerintah Kelurahan Sorosutan gencar tegakkan PPKM Darurat di wilayahnya. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Kelurahan Sorosutan Gencar Lakukan Edukasi dan Penegakan PPKM Darurat