Home / Buku

Kamis, 5 Agustus 2021 - 18:45 WIB

RBI Online Tuntun Warga Jepang Mengenal Jakarta

Desy Nur Aini Fajri dan buku Hubungan Kerjasama Indonesia dan Jepang yang ditulis bersama mahasiswanya. (Foto: dokumentasi graha ilmu)

Desy Nur Aini Fajri dan buku Hubungan Kerjasama Indonesia dan Jepang yang ditulis bersama mahasiswanya. (Foto: dokumentasi graha ilmu)

NYATANYA.COM, Yogyakarta –  Tema Rumah Budaya Indonesia (RBI) Online bulan Juni 2021 adalah Visit Jakarta. Tema ini dipilih karena 22 Juni 2021 Jakarta berulang tahun yang ke 494.

Ada banyak hal tentang Jakarta yang tidak diketahui warga Jepang. Acara RBI online ini dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Tokyo, Nuning Heri Akhmadi dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yusli Wardiatno.

Sejak masa pandemi Covid 19, pengembangan Rumah Budaya Indonesia memang dilaksanakan secara online. Acara RBI tentang Visit Jakarta ini selengkapnya dapat dilihat di Youtube RBI Visit Indonesia.

Pada awalnya pengembangan Program RBI di luar negeri dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kemlu dan Perwakilan RI di lokasi yang sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia atau di kota lain yang strategis dengan nama Indonesia Cultural Centre.

“Dalam dunia yang semakin terhubung dan saling tergantung, kerja sama merupakan salah satu kunci utama suatu negara untuk memenuhi kepentingan nasionalnya. Indonesia dan Jepang sebagai negara yang telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1958 kemudian melakukan sejumlah kerja sama dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi. Rumah Budaya Indonesia di Jepang adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kerja sama Indonesia Jepang di bidang pariwisata,” kata Desy Nur Aini Fajri, staf pengajar Jurusan Ilmu Hubungan Internasional sekaligus Kepala Laboratorium Organisasi Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta menanggapi keberadaan Rumah Budaya Indonesia di Jepang.

Baca juga   Badan Bahasa Tetapkan 'Vaksin' sebagai Kata Tahun Ini

Setiap bulan tema Rumah Budaya Indonesia selalu diperbarui. Tema yang pernah diangkat antara lain Visit Semarang, Visit Museum, Visit Bali, Aceh Day, Pakarena Workshop, Batik Workshop, Papua Day, Tekstil Indonesia, Musik Pop Indonesia, dan lain-lain.

Desy Nur Aini Fajri pernah terlibat dalam kegiatan diskusi dan diseminasi terkait pengembangan Rumah Budaya Indonesia di Mancanegara tahun 2012.

Yusril Eza Mahendra dan Nurul Mardiyati. (Foto: dokumentasi graha ilmu)

“Awalnya Pengembangan RBI masih terbatas di beberapa negara saja seperti di Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang, Jerman, Perancis, Timor Leste dan Turki, Pengembangan RBI  semakin meningkat di lebih dari 20 negara. Ini adalah langkah strategis untuk membranding potensi pariwisata Indonesia,” terang Desy.

Pengamat masalah Globalisasi dan Pariwisata dalam Hubungan Internasional ini secara terperinci mengungkapkan langkah-langkah kerja sama yang dilakukan Jepang dan Indonesia, mulai dari diplomasi Rumah Budaya Indonesia di Jepang, bagaimana kerangka kerja sama Indonesia-Jepang di sektor perikanan dan bahkan dalam pembangunan infrastruktur di bawah ODA.

Baca juga   Kota Jakarta Masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Bersama dua mahasiswanya, Desy Nur Aini Fajri menulis buku Hubungan Kerjasama Indonesia dan Jepang program One Cluster One Book dari Laboratorium Organisasi Internasional Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Nurul Mardiyati dan Yusril Eza Mahendra.

Nurul Mardiyati yang aktif sebagai anggota Kajian Organisasi Internasional Divisi Riset dan Data yang berada di bawah naungan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta menyoroti masalah Kerjasama Indonesia – Jepang Melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement.

Yusril Eza Mahendra yang juga aktif dalam Kelompok Studi Mahasiswa Kajian Organisasi Internasional (KOIN) UPN Veteran Yogyakarta, Vice President FPCI (Foreign Policy Community Indonesia) Chapter UPN Veteran Yogyakarta, membahas Kerjasama Indonesia – Jepang Melalui Bantuan ODA (Official Development Asistance) dalam Pembangunan di Indonesia pada Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Rumah Budaya Indonesia telah menjadi pusat studi dan pengenalan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang melalui lembaga seni atau sanggar tari, Friends of Indonesia dan sekaligus menjadi media promosi tujuan wisata Indonesia ke masyarakat Jepang,” tandas Desy Nur Aini Fajri menutup pembicaraan.  (*)

Share :

Baca Juga

Gencarnya perkembangan dan promosi literasi yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu menarik minat berbagai kalangan untuk berkunjung ke Perpustakaan Palnam. (Foto: MC Kalsel)

Buku

Kepala Anjungan Kalsel TMII Terkesan Fasilitas dan Pelayanan Perpustakaan Palnam
S Arimba (kanan) dan Dedet Setiadi (tengah) saat mengupas buku puisi Ketika Jatuh Cinta. (Foto: istimewa)

Buku

Sastra Bulan Purnama Bedah Buku Antologi Puisi “Ketika Jatuh Cinta”
Acara bedah buku berjudul "Tapak Pangeran di Bumi Merapi" yang berlangsung di Puri Mataram Tridadi, Kabupaten Sleman, Kamis (11/11/2021). (Foto: MC Kab Sleman)

Buku

Disbud Sleman Bedah Buku “Tapak Pangeran di Bumi Merapi”
Buku Diplomasi Indonesia di Era Global yang ditulis Desy Nur Aini Fajri bersama mahasiswanya. (Ilustrasi/Foto: dokumentasi Graha Ilmu)

Buku

Meski Pandemi, KBRI Beijing Terus Lakukan Diplomasi
Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Buku

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring
Pecinta sastra dan komunitas taman baca di Kota Padang foto bersama usai bedah buku kumcer Lelaki Rambut Bawang. (Foto: MC Padang Panjang)

Buku

“Lelaki Rambut Bawang” Dibedah di Ruang Baca Rimba Bulan Padang Panjang
Nyoman Wijana dan buku Pencemaran, Pemulihan, dan Kualitas Lingkungan Hidup. (Foto: dokumentasi Plantaxia)

Buku

Banjir Besar Melanda Dunia
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau pembangunan Diorama Kearsipan yang telah sampai pada tahap akhir, Selasa (16/11/2021). (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Diorama Kearsipan, Rangkum Sejarah Yogyakarta Selama 430 Tahun