Home / News

Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:38 WIB

Ribuan Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid, Gus Yasin Ajak Warga Jateng Jadi Orang Tua Asuh

Wagub saat menjadi pembina upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor Gubernur. (Foto: Diskominfo Jateng)

Wagub saat menjadi pembina upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor Gubernur. (Foto: Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak warganya yang mampu, agar menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Ia sendiri telah mengangkat empat anak yang orang tuanya meninggal akibat penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan, seusai Wagub menjadi pembina upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Halaman Kantor Gubernur, Selasa (17/8/2021). Pada sambutannya, ia merinci ada sebanyak 5.400 anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, mengaku kini merawat empat orang anak, yang ditinggal meninggal orang tuanya karena terserang Covid-19. Keempat anak itu kini berdomisili di Rembang, asal daerah Gus Yasin.

Baca juga   Bantu Pulihkan Ekonomi, Danais Dukung Pengadaan Peralatan Kesehatan 9 Hotel Isoman

“Aslinya mereka Demak sih. Karena ibunya meninggal dan orang tua belum mampu. Ada yang tingkat SD dua orang, SMP dan satu lagi kuliah. Mereka butuh biaya. Ya sudah bantu semampunya. Warga Jawa Tengah saya yakin orangnya kaya-kaya,” ujarnya.

Gus Yasin menyebut, tanggung jawab pengasuhan tidak melulu hanya diserahkan kepada pemerintah. Apalagi, di momen hari kemerdekaan, ia mengetuk kepedulian warga Jateng untuk dapat membantu.

“Tidak semuanya diserahkan kepada pemerintah. Kalau begitu, mana jiwa kepahlawanan dan jiwa cinta kepada negara? Kalau hal itu tidak bisa dilakukan,” tutur Wagub.

Baca juga   Kereta Bandara YIA Beroperasi, Yogya-YIA Hanya 40 Menit

Terkait partisipasi negara, Gus Yasin menyebut pemprov dan Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah bergerak. Itu dilakukan dengan pemberian santunan, program ASN jadi orang tua asuh, bantuan APBD, dan Baznas.

Dia menyebut, bantuan yang bisa diberikan utamanya persoalan pendidikan.

“Pandemi belum selesai, kita perlu waspada. Yuk selamatkan anak bangsa kita butuh orang pintar.  Kalau mereka tak mampu sekolah bagaimana nasib bangsa kita?” pungkas Gus Yasin.  (*)

Share :

Baca Juga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

Hadapi Musim Hujan, BPBD Kabupaten Magelang Lakukan Mitigasi
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Rekor Tertinggi DIY, Hari ini Positif Covid-19 Tambah 2.731 Kasus
Pembagian masker oleh BPBD Kabupaten Magelang pasca hujan abu vulkanik Gunung Merapi. (Foto:humas/beritamagelang)

News

BPBD Magelang Antisipasi Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi
Penampakan guguran awan panas Gunung Merapi, Kamis (12/8/2021) pukul 01.09 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Gunung Merapi 4 Kali Luncurkan Awan Panas, Terjauh 3.000 Meter
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Kasus Naik Signifikan, Mulai Hari Ini Solo Penyemprotan Masal Disenfektan
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Klaten Zona Merah, Nongkrong Berkerumun Siap-siap Swab Antigen
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Waspadai Corona Varian Delta, Dinkes Imbau Warga Kenakan Dobel Masker
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Meledak, Hari Ini Yogya Tambah 791 Kasus Positif Covid-19