Home / Peristiwa

Selasa, 7 September 2021 - 21:35 WIB

Ribuan Warga Terdampak Luapan Rawa Pening Terima Bantuan Beras

Bupati Semarang Ngesti Nugraha secara simbolis menyalurkan bantuan beras warga terdampak luapan Rawa Pening. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Bupati Semarang Ngesti Nugraha secara simbolis menyalurkan bantuan beras warga terdampak luapan Rawa Pening. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

NYATANYA.COM, Semarang – Pemkab Semarang menyalurkan bantuan beras kepada 7.798 orang warga terdampak luapan Rawa Pening, yang tersebar di Tuntang, Ambarawa, Bawen, dan Banyubiru.

Bantuan yang berasal dari beras cadangan pemerintah (BCP) itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Balai Desa Kebondowo, Banyubiru, Selasa (7/9/2021) pagi.

Bupati telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menindaklanjuti luapan Rawa Pening tersebut. Selama jangka waktu itu, diberikan bantuan beras sebanyak 0,4 kg per jiwa. Penetapan status tanggap darurat itu berdasarkan keputusan Bupati Nomor 360/0291/2021.

“Setelah masa tanggap darurat pertama ini selesai, akan kita lihat kondisinya nanti,” katanya.

Baca juga   Serma Hartono Bagikan Obat dan Vitamin Bantuan Mabes TNI ke Warga Kricak

Selain bantuan beras, lanjut bupati, pihaknya juga membebaskan warga terdampak dari kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Tak hanya itu, juga dilakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk mengatasi luapan air rawa secara bertahap. Sehingga para petani dapat bercocok tanam kembali.

Kepala Bidang Pelayanan Penyandang Masalah Sosial (PPMS) Dinas Sosial Kabupaten Semarang Rini Widiastuti menjelaskan, total ada 100 ton beras cadangan pemerintah. Bahan pangan itu dapat dimanfaatkan untuk membantu warga pada situasi darurat.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Wigati Sunu menjelaskan, total luasan lahan pertanian yang terendam sekitar 619 hektare. Areal persawahan itu tersebar di 16 desa di sekitar Rawa Pening. Kondisi ini mempengaruhi tingkat produksi pangan dan luas tambah tanam hingga 10 persen. Karena petani tidak bisa tanam selama kurang lebih dua tahun.

Baca juga   Pemkot Salatiga Cairkan Dana Hibah Keagamaan Rp439 Juta

“Salah satu solusi adalah meminta BBWS Pemali Juwana untuk membuka pintu air secara bertahap. Sehingga, para petani dapat menanam padi pada musim tanam Oktober nanti,” ungkapnya.

Salah satu petani penerima bantuan, Ruslim (56) mengaku senang mendapat bantuan. Warga RT 3 RW 9 Kebondowo itu tidak bisa panen sejak 2019.

“Kami berharap, masalah genangan air ini dapat segera diselesaikan sehingga bisa tanam lagi,” ungkapnya. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Temanggung HM Al Khadziq saat audiensi dengan PT Djarum. (Foto:nyatanya.com

Peristiwa

Audiensi dengan PT Djarum, Bupati Minta Tembakau Temanggung Dibeli dengan Harga Tinggi
Pelaku pertembakauan Temanggung terima vaksin. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Jelang Panen, 1.114 Petani dan Pedagang Tembakau Sudah Divaksin
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat pengukuhan kader Pancasila. Foto: nyatanya.com/Humas Sleman

News

30 Kader di Sleman Diharapkan Hidupkan Pancasila di Masyarakat
Kios percontohan di kompleks Pasar Kowen Sidokarto. Foto: Nyatanya.com/Sulis

Peristiwa

BUMKal Karta Sembada Miliki Kios Percontohan
Ganjar Pranowo melihat progres pembangunan SMAN Tawangmangu. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Progres Pembangunan Sudah 15 Persen, Ganjar Berharap SMAN Tawangmangu Jadi Center of Excellence
Pengelolaan sampah infeksius ini sudah ada SOP-nya. (Foto: nyatanya.com/kominfo Wonogiri)

Peristiwa

Sampah Infeksius Pasien Isoman Harus Dikelola dengan Benar
Mumpung ketemu dengan Bupati, pedagang angkringan ini minta selfi. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Ditegur Tak Patuh PPKM Darurat, PKL ini Malah Minta Selfi dengan Bupati
Ilustrasi vaksin Covid-19 bagi ibu hamil. (Foto:dokumentasi/humas kab bantul)

Peristiwa

1.100 Ibu Hamil Jadi Sasaran Vaksin Pemkot Yogya