Home / Peristiwa

Minggu, 8 Agustus 2021 - 21:35 WIB

Rojolele, Beras Wajib bagi ASN Klaten

Bupati Klaten instruksikan para ASN untuk mengkonsumsi beras rojolele Srinar dan Srinuk. (Foto: nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Bupati Klaten instruksikan para ASN untuk mengkonsumsi beras rojolele Srinar dan Srinuk. (Foto: nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

NYATANYA.COM, Klaten – Instruksi Bupati Klaten untuk memasyarakatkan beras rojolele Srinar dan Srinuk melalui surat Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 16 Juni 2021 mulai mendapatkan respon ASN Klaten.

Para ASN mengaku penasaran ingin mencicipi beras yang konon dikenal makanan para raja dan kerabat keraton. Maklum masyarakat sekarang atau keluarga muda ASN Klaten jarang menemukan beras rojolele itu di pasaran.

Pernyataan penasaran itu juga dirasakan Faradilla (35) ASN yang tercatat bekerja di Dinas Kominfo Klaten. Ia mengaku penasaran ingin mencoba citarasa beras rojolele, karena belum pernah makan beras khas orang Klaten itu.

“Saya menyambut baik kebijakan Pemkab Klaten. Saya juga penasaran untuk bisa menikmati beras rojolele, yang katanya pulen, wangi dan enak itu. Kalau harganya Rp 13.000,00 saya kira masih terjangkau,” ungkapnya, Jumat (6/8/2021).

Baca juga   Bupati Berharap Tidak Ada Penularan Covid-19 Melalui Pemulasaran Jenazah

Hal senada juga disampaikan Kirdi (32) ASN Kecamatan Wonosari, Klaten. Pria yang aktif sebagai admin medsos kecamatan itu menyambut baik kebijakan pemerintah.

“Saya mendukung kebijakan pemerintah untuk membeli beras rojolele. Apalagi kebijakan itu untuk melestarikan ciri khas rupa bumi Klaten khususnya beras rojolele Delanggu. Juga dapat menggerakkan semangat para petani, sehingga perekonomian rakyat kecil dapat bertahan dan berjalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dari petani tersebut,” katanya saat dikonfirmasi.

Baca juga   Hutan Tematik Agroforestry Dibangun di Kawasan Alas Pengkol

Direktur Perusda Klaten Sukardi menerangkan, terkait hal-hal teknis sedang dipersiapkan mulai administasi sampai sistim pengirimannya. Terpenting stok beras yang dibutuhkan ASN Klaten telah dipersiapkan.

“Menindak-lanjuti Instruksi Bupati Klaten, saat ini ada 25 ton beras rojolele Srinar dan Srinuk sudah kami persiapkan. Nanti harga per kg beras rojolele adalah Rp 13.000,00. Beras rojolele ini dihimpun dari para petani Klaten,” jelas Sukardi.

Sesuai instruksi Bupati Klaten Sri Mulyani, kebijakan pembelian beras rojolele oleh ASN Klaten ini untuk memasyarakatkan kembali produksi beras di Klaten dan meningkatkan nilai tukar petani. Diharapkan melalui program ini, kesejahteraan petani Klaten bisa meningkat. (*)

Share :

Baca Juga

Pelaksanaan vaksinasi yang digelar Kejari Pekalongan. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

Peristiwa

Vaksinasi Covid-19 di Kejari Pekalongan Lampaui Target
Pemerintah Kabupaten Sleman meraih ‘Anugerah KPAI 2021’. (Foto:nyatanya.com/Humas Sleman)

Peristiwa

Untuk Kedua Kalinya, Pemkab Sleman Raih ‘Anugerah KPAI 2021’
Nanas Benggolo sudah menjadi komoditas andalan Desa Kembanglimus Kabupaten Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Nanas Benggolo, Jadi Andalan Komoditas Desa Kembanglimus
BNPB Pusat memberikan bantuan 13.400 buah masker kepada BPBD Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

BPBD Surakarta Terima Bantuan 13.400 Masker dari BNPB Pusat
Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto saat mengunjungi pelaksanaan vaksin bagi pelaku UMKM. (Foto: Kominfo Kebumen)

Peristiwa

Pelaku UMKM di Kebumen Divaksin Moderna
Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak memantau pendistribusian BST di DIY, Senin (19/7/2021) di Kampung Sayidan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Mensos RI Tri Rismaharini Sidak Distribusi Bansos di Sayidan
Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono secara simbolis menerima bantuan 152 unit peti jenazah. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Banyumas)

Peristiwa

Banyumas Terima Bantuan 152 Unit Peti Jenazah
Garap produksi Purworejo memiliki kandungan NaCl di atas 50 persen. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Purworejo Kembangkan Produksi Garam Mengandung NaCl Tinggi