Home / Peristiwa

Jumat, 23 Juli 2021 - 00:29 WIB

RS Respati Sleman Resmi Menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melihat fasilitas RS Respati yang baru diresmikannya sebagai RS Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Humas Sleman)

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melihat fasilitas RS Respati yang baru diresmikannya sebagai RS Covid-19. (Foto:nyatanya.com/Humas Sleman)

NYATANYA.COM, Sleman – Pemkab Sleman resmi mengoperasikan Rumah Sakit (RS) Respati sebagai RS Darurat Covid-19. Operasional RS Darurat tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ditandai dengan penandatanganan prasasti di Halaman RS Respati Yogyakarta, Senin (19/7/2021).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa diresmikannya RS Darurat Penanganan Covid-19 ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman yang didukung berbagai pihak dalam penanganan Covid-19 di wilayah Sleman.

“Masih tingginya penularan Covid-19 dan tingginya kebutuhan layanan kesehatan perawatan di RS menjadi tuntutan Pemkab untuk melakukan langkah–langkah strategis diantaranya dengan menyiapkan RS Darurat Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kustini menjelaskan dalam tahap awal, RS Darurat tersebut menyediakan sebanyak 50 tempat tidur pasien. Di samping itu, di RS Darurat ini juga terdapat SDM kesehatan yang meliputi Dokter Umum sebanyak 5 orang, Dokter Spesialis 2 orang (Spesialis Paru dan Spesialis Penyakit Dalam).

Baca juga   Pemkot Yogya Gencarkan Pengawasan Protokol Kesehatan

“Pemkab juga didukung oleh tenaga perawat, apoteker, rekam medis, dan tenaga pendukung lainnya. Selain layanan tempat rawat inap, tersedia pula instalasi gawat darurat khusus Covid-19 untuk menetapkan status pasien masuk kategori sedang atau berat,” Jelas Kustini.

Adapun operasional RS Darurat ini mulai beroperasi sejak diresmikan. Sementara dalam teknisnya, bagi pasien yang mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan pertama (Puskesmas) masuk ke dalam kategori sedang, maka pasien dapat diterima untuk melakukan perawatan di RS Darurat Covid-19.

Sedangkan pasien berat yang membutuhkan penanganan lanjutan maka akan dirujuk segera ke rumah sakit rujukan Covid-19. Sebagai dukungan dalam pelayanan, Rumah Sakit darurat Covid-19 ini juga menyediakan 1 unit ambulans.

Baca juga   Antusias! 48.000 Pelaku UMKM dan Masyarakat Vaksinasi di De Tjolomadoe

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo dalam kesempatan tersebut menuturkan bahwa RS Darurat ini telah disiapkan selama 3 minggu. Disiapkannya RS Darurat ini sebagai langkah adanya kondisi Bed Occupancy Ratio (BOR) yang tinggi sehingga terdapat kekurangan Bed bagi pasien.

“RS ini disiapkan sejak sebulan yang lalu kita mengalami krisis Bed untuk merawat pasien–pasien. Dioperasikannya RS ini merupakan bagian dari penanganan masalah kekurangan Bed bagi pasien,” jelasnya.

Lebih lanjut Joko juga menyebut terdapat 100 bed yang telah siap digunakan, akan tetapi pada tahapan awal disiapkan 50 Bed dengan menyesuaikan ketersediaan SDM kesehatan.(*)

Share :

Baca Juga

Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten)

Peristiwa

Alun-alun Klaten Dibuka untuk PKL, Makan di Tempat 20 Menit
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk lansia. Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng

Peristiwa

Sukoharjo Genjot Vaksinasi untuk Lansia
PHRI saat sidak di McDonal's Sultan Agung. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Hotel dan Resto yang Tak Taat Prokes Bakal Kena Sanksi
Pemkab Sragen fasilitasi penjemputan Vino dari Kutai Kalimantan Timur. (Foto: Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Kedua Ortunya Meninggal Akibat Covid-19 di Kutai, Pemkab Sragen Jemput Vino Pulang Kampung
Peringatan Hari Jadi Ke-190 Kabupaten Bantul digelar secara virtual. (Foto:nyatanya.com/Humas Bantul)

Peristiwa

Peringati Hari Jadi Ke-190, Pemkab Bantul Launching Bantulpedia
Logo Pemda DIY. (nyatanya.com)

Peristiwa

Keluarga Garda Terdepan Wujudkan DIY Bebas Stunting

Peristiwa

DIY Segera Miliki Lembaga Sertifikasi Profesi Khusus Budaya dan Seni
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto: Diskominfo Sragen)

Peristiwa

Naik Satu Peringkat, Sragen Raih Predikat KLA Kategori Madya