Home / Wisata

Kamis, 2 Desember 2021 - 11:03 WIB

Rumah Tenun, Destinasi Eduwisata Baru di Magelang

Rumah Tenun Magelang di Tonoboyo, Bandongan ini hadir sebagai destinasi yang unik karena terdapat perpaduan antara ekowisata, wisata alam dan eduwisata. (Foto: humas/beritamagelang)

Rumah Tenun Magelang di Tonoboyo, Bandongan ini hadir sebagai destinasi yang unik karena terdapat perpaduan antara ekowisata, wisata alam dan eduwisata. (Foto: humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Satu lagi pilihan destinasi wisata hadir di Kabupaten Magelang. Rumah Tenun Magelang hadir dengan membawa konsep eduwisata dari bahan serat alam yang diolah dan dibuat menjadi kerajinan interior bernilai tinggi.

Destinasi yang berada di Tonoboyo Bandongan ini akan mengajak wisatawan untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses pengolahan serat alam.

“Sebetulnya pabrik ini sudah ada sejak lama. Namun kemarin kami mulai melirik sektor pariwisata di sekitar tahun 2017,” Kata Shaleh, Pengelola Rumah Tenun Magelang saat menerima kunjungan Disparpora Kabupaten Magelang dan Komunitas pegiat wisata Pesona Magelang, Rabu (1/12/2021).

Shaleh menjelaskan produk yang dihasilkan memang hampir semua mempunyai nilai yang tinggi, sehingga harganya relatif mahal.

“Kalau belum lihat prosesnya pasti bilang, wah mahal. Namun ketika sudah kita ajak untuk melihat dan ikut proses pembuatannya, mereka akan bilang ya wajar kalau agak mahal,” lanjutnya.

Sampai saat ini Shaleh mengatakan kendala dalam proses pembuatan kerajinan dari serat alam adalah di pengolahan bahan. Menurutnya, bahan baku pembuatan serat alam tersebut tidak selalu konsisten tersedia. Selain itu proses pewarnaan sehingga menjadi warna yang dinginkan juga tidak mudah.

Baca juga   Gatotkaca Turun ke Jalan, Operasi Zebra Candi Polres Magelang

Dirinya menjelaskan di Rumah Tenun Magelang miliknya, wisatawan akan diajak untuk melihat jenis tumbuhan yang digunakan, proses pengolahan, proses pewarnaan, hingga proses produksi menjadi barang kerajinan interior bernilai tinggi.

Selain itu wisatawan juga akan dimanjakan dengan kuliner khas Rumah Tenun Magelang yang disetting jadi restoran mewah dengan suguhan jamu beras kencur serta kunir asem.

Dalam kesempatan itu, Slamet Achmad Husein, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang turut mencoba alat tenun tersebut. Ia mengatakan destinasi tersebut sangat unik karena terdapat perpaduan antara ekowisata, wisata alam dan eduwisata.

“Ini masuk dalam bidang pariwisata khususnya ekonomi kreatif yang tentunya akan mendorong ekonomi masyarakat pedesaan,” kata Husein.

Menurutnya, serat alam yang diolah dan diproses menjadi barang kerajinan di Rumah Tenun Magelang, bukan hanya merambah pasar lokal namun sudah nasional bahkan internasional.

Baca juga   Pencarian Korban Terseret Banjir Lahar Hujan Terus Dilakukan

“Bahannya menggunakan tumbuhan yang sebetulnya sering kita jumpai, seperti eceng gondok, pandan duri, mendong dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Husein menyebutkan Kabupaten Magelang memiliki pola perjalanan wisata yang beragam. Ia berharap Rumah Tenun Magelang akan menjadi salah satu destinasi dari paket perjalanan tersebut.

“Yang pasti dimulai dari titik nol. Bisa itu dari Borobudur, Ketep, Telomoyo, Nepal Van Java akan kita perluas menjadi titik pola perjalanan wisata yang banyak,” harapnya.

Husein menambahkan, hadirnya destinasi-destinasi baru di Kabupaten Magelang tentunya akan menambah lamanya wisatawan singgah di Kabupaten Magelang.

“Dalam satu paket di tempat ini saja tadi kan lebih dari satu jam. Nah, nantinya sesuai dengan RPJMD Bupati Magelang, lama tinggal wisatawan di tempat kita bisa sama seperti Bali yaitu 5 hari,” ungkapnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Dirut Ketep Pass menerima sertifikat CHSE dan I Do Care di kantornya. (Foto:Humas/beritamagelang)

Wisata

Objek Wisata Ketep Pass Resmi Tersertifikasi CHSE dan I do Care
Penandatanganan prasasti Rejowinangun sebagai 50 desa wisata terbaik ADWI 2021 oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Kampung Rejowinangun Masuk 50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2021
“Eling Mbansari” merupakan kawasan pedesaan Eduwisata yang memadukan wisata alam, ekonomi kreatif dan wisata penjelajahan. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Wisata

Temanggung Buka Kawasan Pedesaan Eduwisata “Eling Mbansari”
Lurah Suryatmajan, Weda Satiya Negara mengatakan konsep pembangunan di Kelurahan Suryatmajan adalah mengintegrasikan potensi-potensi seluruh kampung menjadi satu jalur pariwisata dengan keunggulan masing-masing. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Wisata

Suryatmajan Bakal Bangun Tempat Wisata dengan Konsep Seni dan Budaya
Museum Batik Pekalongan bakal manfaatkan podcast untuk mempromosikan Museum Batik secara lebih luas. Media Sosial (medsos) juga bakal dikembangkan dan dimaksimalkan agar menarik kalangan milenial untuk berkunjung ke Museum Batik. (Foto: Diskominfo Kota Pekalongan)

Wisata

Museum Batik Pekalongan Bakal Manfaatkan Podcast untuk Promosi
Kerajinan wayang kayu yang diproduksi Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Wayang Kayu Asal Madiun Makin Moncer di #LapakGanjar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menerima Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY dr. Joko Murdiyanto, Sp.An.MPH. dan rombongan Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Senin (17/1/2022). (Foto: Humas Pemda DIY)

Wisata

Sri Sultan Dukung Pengembangan Pariwisata Kesehatan Berbasis Budaya
Penampakan Rumah Adat Batak Samosir atau Rumah Gorga hasil penataan Kementerian PUPR. (Foto: Dok.Kementerian PUPR)

Wisata

Masuk KSPN ‘Bali Baru’, Danau Toba Punya Wajah Baru