Home / Panggung

Jumat, 1 Oktober 2021 - 13:57 WIB

“Rumit The Series”, Kejutan Terbaru dari Langit Sore

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Perbedaan seringkali menjadi alasan yang sangat kuat bagi seseorang untuk tidak lagi mempertahankan apa yang sebelumnya ia yakini bisa beriringan. Perbedaan pun seringkali menjadi penyebab bagi seseorang untuk menemui rasa sakitnya, padahal bahagialah yang selalu ia harap sebelumnya.

Hari-hari indah Agung seketika berubah menjadi duka. Ia masih belum bisa menerima kenyataan yang ada di depan mata. Grace, sosok wanita yang sangat dirinya cintai, harus rela ia lepaskan karena perbedaan yang ada di antara keduanya. Belum lagi Satrio, Ayahanda dari Agung tetap teguh dengan pendiriannya, yang memandang hubungan antara Agung dan Grace tak seharusnya ada.

Tak berhenti sampai di situ, saat Agung perlahan membuka hatinya untuk yang lain, Satrio lagi-lagi tidak berhenti untuk terlibat di dalam kehidupan pribadi anak semata wayangnya itu. Intan, sosok wanita yang kini mulai mengisi relung hati Agung mentah-mentah tak diberi ruang lebih oleh Satrio.

Serumit itulah sepenggal kisah dari “Rumit The Series”, karya web series dari Langit Sore yang berasosiasi bersama Gelora Abadi Sentosa (GAS!). Bagoes Kresnawan sebagai Director “Rumit The Series” ini melibatkan beberapa aktor dan aktris ternama, seperti Rukman Rosadi (Satrio), Teguh Bahalwan (Agung), Vania Valencia (Grace), Syarifah Farida (Intan), dan Kukuh Prasetya (Peppy).

Bukan Langit Sore namanya jika hadir tanpa membawa kejutan. Begitulah ungkapan yang tepat bagi band yang digawangi oleh Kakung Triadmojo dan Arman Harjo ini. Sejak awal kemuncunlannya di tahun 2019 lalu, Langit Sore bisa langsung memberikan kejutan yang cukup menggebrak para pendengar musik di Indonesia melalui salah satu karyanya berjudul “Rumit”.

Tak hanya sampai di situ, dari waktu ke waktu Langit Sore secara konsisten terus menyuguhkan karya-karya terbaiknya. Sampai hari ini, Grup Musik yang sempat mengisi soundtrack film layar lebar Mariposa ini pun telah merilis sebanyak 3 album penuh, yang tentunya telah diterima oleh banyak pendengar musik di Indonesia.

Baca juga   Alasan Ini Membuat Lesti Kejora Cabut Laporan Terhadap Rizky Billar

Tajuk “Rumit” sendiri selalu saja melekat bersama band lahir di Kota Yogyakarta ini. Maka dari itu, berkat apresiasi yang cukup besar kepada mereka sampai hari ini, dan juga gairah berkarya yang tak pernah surut dari para personilnya, mereka pun terpikir untuk berkarya dalam bentuk lain .

Jika biasanya sebuah lagu tercipta karena sebuah film, “Rumit The Series” sendiri tercipta karena lagu-lagu yang diciptakan Langit Sore. Sebut saja “Dalam Iman Kita Berpisah”, “Sembunyi-sembunyi Mencintai” dan “Mencintai Tak Direstui” adalah tiga lagu yang melatarbelakangi terciptanya karya ini, dan juga menjadi original soundtrack (OST) bagi web series yang sudah mulai tayang, Kamis (30/9/2021) di kanal YouTube Langit Sore Official.

Para wadyabala “Rumit The Series” Langit Sore foto bersama usai press conference. (Foto:Dok Langit Sore)

Kakung Triadmojo mengatakan, lagu “Rumit” sendiri adalah karya yang sangat berkesan baginya. Sebab, berkat lagu itulah Langit Sore mulai dikenal oleh para pendengar musik di Indonesia. Oleh karena itu, melalui web series ini mereka ingin menyuguhkan “kerumitan” lainnya melalui media yang berbeda.

“Selama ini kami memang terbiasa untuk menantang diri kami sendiri dalam berkarya. Dunia visual adalah suatu hal yang baru bagi kami. Dan dalam penggarapan “Rumit The Series” ini, para personil Langit Sore terlibat secara langsung untuk setiap proses yang ada di dalamnya. Cukup menantang, dan membuat ketagihan. Kalau ada kesempatan lagi untuk berkarya seperti ini, kami mau sekali,“ tutur Kakung dalam press conference yang digelar di Makanya Restaurant, Watugede, Wonorejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (30/9/2021).

Sama seperti saat Langit Sore berkarya melalui media musik, “Rumit The Series” berisikan tentang kisah-kisah asmara yang sering dialami oleh para kawula muda. Contohnya saja seperti yang tergambar dalam ketiga OST dari web series tersebut.

Baca juga   Tandai HUT ke-103, PDAM Tirtamarta Luncurkan AMDK 'Ayo' Tirtamarta

“Cinta beda keyakinan, cinta tapi sembunyi-sembunyi, atau cinta sama seseorang tapi nggak direstui sama orang tuanya, itu halal yang dialami oleh banyak orang. Dan di sini kami berusaha untuk kembali menyuarakan itu semua,“ ungkapnya lagi.

Senada dengan yang dijelaskan oleh Bagus Kresnawa, “Rumit The Series” ini merupakan cerminan yang kenyataan yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Dalam project web series ini, Langit Sore bersama GAS Akan menayangkan sebanyak  3 episode, yang mana setiap kisahnya seperti berdiri sendiri, namun masih memiliki benang merah di antara ketiganya.

“Ini (Rumit The Series) adalah pengalaman yang sangat berharga sekali bagi saya pribadi. Kalian (penonton) harus nonton Rumit The Series, karena web series ini sendiri merupakan gambaran problematika asmara yang ada di sekitar kita. Minimal satu kasus yang kita gambarkan di sini kalian pasti sudah pernah mengalami, “ jelas Bagus.

Bagus berharap, semoga dengan adanya “Rumit The Series” ini bisa mewakili perasaan banyak orang yang pernah bahkah sedang mengalami kejadian yang serupa. “Semoga Rumit The Series pun bisa menjadi ruang kritik bahwa apapun pilihan kita, kitalah yang menjalani, “tambahnya.

Pada Penayangan perdana “Rumit The Series” ini Langit Sore  mempersembahkan sebuah mini concert di Makanya Restaurant pada Kamis (30/9/2021) sebagai penghormatan  untuk semua tim yang terlibat dalam produksi web series ini.

Dijelaskan pula, untuk kamera yang digunakan dalam prosuksi web series ini, Langit Sore didukung penuh oleh Lumix dan tayangan web series ini bisa dinikmati di kanal YouTube Langit Sore Official pada 30 September, 8 Oktober dan 15 Oktober 2021. (Aja)

Share :

Baca Juga

Sigit Sugito Penggagas Malam Selikuran di Kotagede. (Foto: Istimewa)

Panggung

Baca Puisi “Malam Selikuran di Kotagede”, Momentum Kembalikan Semangat Kebudayaan para Wali
Pensilterbang Art Mural Project di Kampung Sayidan. (Foto:Dok.Pensilterbang)

Panggung

Seni Mural Sudah Ada Sejak Prasejarah, Kini Makin Cair Difungsikan
Anggun Pramudita. (Foto:instagram anggunpramudita30)

Panggung

Perlahan Tapi Pasti, Anggun Pramudita Andalkan Single ‘Tumbak Cucukan’
Ilustrasi karya Basnendar berjudul The Race yang lolos kurasi dengan teknik digital imaging berukuran A3 yang dikerjakan pada tahun 2021 bercerita tentang adu balapan sapi sebagai salah satu obyek wisata di Bachok, Malaysia. (Foto: Dok Pribadi)

Panggung

Lolos Kurasi Internasional Bachok Contemporari Art Biennale 2021 Malaysia, Ilustrasi Karya Dosen DKV ISI Surakarta Ikuti Pameran
Pameran seni rupa bertajuk 'Le-La-Kon' digelar di PAS. (Foto: Istimewa)

Panggung

Mahasiswa TKS ISI YogyaGelar Pameran Rupa ‘Le-La-Kon’ di Pendhapa Art Space
Suasana display karya untuk pameran "Eco Eco Ing Bulan Juni" di Pitaloka Arthouse. Foto: Ist

Panggung

Perupa 9 Kota Pameran “Eco-eco Ing Bulan Juni” di Pitaloka Arthouse
Dorce Gamalama. (Foto: Instagram/@dg_kcp)

Panggung

Fakta Meninggalnya Dorce Gamalama karena Covid-19, Begini Penjelasan Keluarga dan Rumah Sakit
Bagong Soebardjo. (Foto:nyatanya.com/instagram @bagongsoebardjo)

Panggung

Bagong Soebardjo dan Wayang Dongeng di Tengah Pandemi