Home / News

Sabtu, 14 Mei 2022 - 08:35 WIB

Sambangi Petani Organik di Lereng Merbabu Pemasok Hotel Berbintang, Ganjar Lakukan Ini

NYATANYA.COM, Semarang – Sebuah desa kecil di lereng Gunung Merbabu menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Bukan karena keindahan alamnya, namun semangat para petani di desa itu mengembangkan pertanian organik yang membuat Ganjar mengunjungi lokasi itu pada Jumat (13/5/2022).

Kelompok Petani Merbabu namanya. Kelompok petani di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang menekuni pertanian organik sejak 2008 lalu, kini sudah menikmati hasil yang tak terkira.

Produk mereka laku keras di pasaran, bahkan sudah menjadi langganan hotel berbintang sekelas Accor Hotels.

Ganjar Pranowo melihat langsung upaya Kelompok Petani Merbabu mengembangkan pertanian organik. (Foto: Humas Jateng)

“Kami juga ekspor ke Singapura dan negara lainnya. Ada 111 macam jenis produk pertanian organik yang kami kembangkan di sini,” kata Ketua Kelompok Tani Merbabu, Rebo Wahono.

Baca juga   Tuku Lemah Oleh Omah, 32 Keluarga Terdampak Banjir Kalikeruh Brebes Dapat Bantuan Rumah Optimis

Rebo menerangkan, ada empat kelompok tani yang tergabung dalam program itu. Tak hanya petani tua, namun anak-anak muda juga dilibatkan.

“Hotel-hotel sudah pesan rutin ke kami. Beberapa kerja sama secara langsung. Jadi meski pandemi, namun penjualan masih jalan terus,” terangnya.

Menurut Rebo, pertanian organik sangat menjanjikan. Peningkatan hasil terjadi lebih dari 60 persen dibanding sebelumnya.

Ganjar Pranowo melihat langsung upaya Kelompok Petani Merbabu mengembangkan pertanian organik. (Foto: Humas Jateng)

“Pertama kita tidak perlu beli pupuk, pestisida dan lainnya. Semua kita bikin sendiri. Jadi organik memang sangat menjanjikan, pendapatan kami meningkat lebih dari 60 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya telah meminta jajarannya agar mendorong penuh pertanian organik. Mereka yang membutuhkan bantuan, akan diberikan bantuan prioritas.

Baca juga   1.118 Atlet Ikuti PeSONas 2022, Pesta Olahraga dan Budaya Anak Bertalenta Khusus

“Saya sudah minta, kalau full organik kita dorong dan kita siap bantu. Seperti ini kan bagus ya, sayurannya fresh, masih segar dan organik. Ini sudah diekspor dan menjadi langganan hotel berbintang,” ucapnya.

Ganjar mengatakan, pertanian organik di Jateng memang akan terus dikembangkan. Sudah banyak daerah yang mengembangkan pertanian organik, seperti Kudus, Boyolali, dan daerah lereng gunung lainnya di Jawa Tengah.

“Nanti kita tinggal kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau BRIDa untuk mencari benih-benih unggul berbagai komoditas. Selain itu, kerja sama terkait manajemen, pengelolaan, sampai marketing, juga perlu kita tingkatkan agar ini semakin besar,” pungkasnya.

(Ul/N1)

Share :

Baca Juga

News

Sistem Satu Arah Selesai, Lalin Tol Jakarta – Cikampek Kembali Beroperasi Normal
Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi

News

Tokoh Agama di Papua Imbau Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum
Tangkapan layar Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, di Kuala Lumpur, Sabtu (5/11/2022), menyosialisasikan pendataan ulang seluruh warga negara Indonesia di Malaysia. ANTARA/Virna P Setyorini

News

Antisipasi Dampak Negatif, KBRI Kuala Lumpur Gelar Pendataan Ulang WNI
Kapal layar SS Statsraad Lehmkuhl dari Norwegia bawa misi One Ocean Expedition. Foto: Kemenhub

News

Singgah di Indonesia, Kapal Layar Norwegia Bawa Misi Pembangunan Laut Berkelanjutan
Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres

News

Presiden Jokowi: 17 Negara Sudah Konfirmasi Hadir di KTT G20 di Bali
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah mengantisipasi kebutuhan dana selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) dengan menyiapkan dana Rp30,4 triliun. (Foto: ANTARA)

News

Antisipasi Kebutuhan Uang Tunai Saat Nataru, BRI Siapkan Rp30,4 Triliun
(Ilustrasi:nyatanya.com)

News

Pasien Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 1.808 Orang
Masyarakat bisa melaporkan kerusakan jalan dan jembatan melalui aplikasi Jalan Cantik. Penanganan akan dilakukan setidaknya kurang dari 24 jam. (Foto: Diskominfo Jateng)

News

Jalan Rusak? Laporkan Aja Pakai Aplikasi Jalan Cantik, Ditangani Kurang dari 24 Jam