Home / Plus

Rabu, 26 Juli 2023 - 16:10 WIB

Sambat Babinsa Alami Buta Warna, Lulus Tentara Usai Terapi di Klinik Banyu Urip

Babinsa Sertu Aris.   (Foto: istimewa)

Babinsa Sertu Aris. (Foto: istimewa)

NYATANYA.COM, Sleman – “Saya untuk kedua kali gagal. Tidak lulus seleksi penerimaan anggota prajurit TNI. Saya merasakan kesedihan mendalam karena menjadi tentara adalah cita-cita sejak kecil. Meskipun banyak yang menyarankan agar saya mencari dan memilih cita-cita yang lain, yang langsung diterima tanpa seleksi atau test buta warna, saya masih sulit, sebab keinginan untuk menjadi tentara begitu kuat,”

Petikan kisah dan kalimat seperti itu bisa jadi banyak didengar oleh masyarakat. Tanpa kecuali yang didengar oleh sosok Babinsa Sertu Aris. Tugas pokoknya selaku Babinsa yang saban hari berada di tengah kehidupan bermasyarakat, kerap mengetahui, mendengar dan melihat keluhan-keluhan warga guna mendapatkan apa yang menjadi hambatan atau kesulitan warganya.

Mendengr sambatan salah satu pemuda di wilayah binaannya tersebut, hati Sertu Aris trenyuh. Sosok pemuda yang sejak kecil bercita-cita menjadi tentara seperti dirinya agar dapat memberikan pengabdian kepada bangsa, negara dan masyarakat harus pupus karena mengalami buta warna parsial.

“Dia sudah dua kali gagal seleksi karena mengalami buta warna. Saya kasihan karena seperti mulai putus semangat,” terang Sertu Aris.

Baca juga   Alang-alang Sembuhkan Penyakit Asma dan Stop Diare

Gayung bersambut. Sertu Aris segera memberikan motivasi agar pemuda itu bangkit semagatnya. Menurutnya dunia belum hancur. Warga binaannya itu masih memiliki kesempatan untuk mencoba seleksi lagi. Namun harus disembuhkan terlebih dahulu buta warna yang dialaminya.

“Saya pernah mendengar dan mengetahui informasi bahwa di Yogyakarta ada salah satu terapi yang mampu memulihkan dan menyembuhkan buta warna secara total. Apalagi terapinya juga mantan tentara yang kini mengabdikan diri di dunia pengobatan. Banyak pasiennya yang memberikan bukti atas kesembuhannya. Saya pun memberikan sara, solusi sekaligus mnegantarnya ke klinik Teraphy Banyu Urip,” sambung Sertu Aris.

Pemuda tersebut pun girang. Singkatnya, Sertu Aris meluangkan waktu untuk mengantarnya menuju Klinik Banyu Urip yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram, Sinduadi, Mlati, Sleman. Pemuda itu menjalani terapi hampir 4 pekan.

Sementara, dijelaskan oleh sang terapis MS Arifin, yang ssekaligus pendiri dan CEO Klinik Teraphy Banyu Urip, bahwa metode terapi melalui ramuan herbal dan pasien menjlani beberapa metode penyemb uhan buta warna.

Baca juga   RS Panti Nugroho Berikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi UMKM dan Relawan Pakem

“Dipastikan pulih, sembuh dan sehat seratus persen. Sudah banyak bukti. Di klinik ini metode terapi bukan hafalan. Dipastikan pula pasien akan mampu membaca buku buta warna dengan cepat dan tepat sebanyak 150 halaman,” beber terapis yang juga pensiunan tentara ini.

Diterangkan Sertu Aris, usai menjalani terapi selama hampir 4 pekan, kabar baik pun diterimanya. Pemuda dan warga yang tinggal di wilayah binaannya dinyatakan sembuh total usai cek dan memeriksakan ke dokter.

“Alhamdulillah, test dan seleksi ketiga warga di wilayah binaan saya itu dinyatakan lulus dan sekarang tengah menjalani pendidikan prajurit Sekolah Calon Tamtama (Secata).. Begitu diterima jadi tentara, warga saya berikut orangtuanya sangat senang dan berulangkali mengatakan terimakasih atas bantuan yang saya berikan. Tapi, saya jelaskan, diterimanya dia menjadi tentara semata-mata karena semangatnya yang kuat untuk sembuh dan keinginannya menjadi prajurit TNI,” pungkasnya.  (N2)

Share :

Baca Juga

Usaha kuliner yang diinisiasi Forum Empatia Disabilitas Kabupaten Klaten ini memberi ruang bagi penyandang difabel, khususnya di Desa Tibayan untuk lepas dari krisis ekonomi yang merupakan dampak pandemi. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

Warung Angkringan Difabel, Kreativitas Kelompok Disabilitas Klaten Hadapi Pandemi
Nikah bersama Satu Abad NU diikuti oleh 11 pasangan dari berbagai wilayah seperti Kota Yogya, Sleman dan Bojonegoro. Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Nikah Bersama Satu Abad NU di Stadion Kridosono, Simbol Dilapangkan Rezeki Pengantin
Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan penandatanganan perjanjian (MoU) dengan ICCN (Creative Cities Network) dan JCS (Jogja Creative Society) yang dilanjutkan dengan Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bantul bertempat di Bangsal Rumah Dinas Bupati Bantul, Senin (13/12/2021). (Foto: Humas Bantul)

Plus

Menuju Bantul Kreatif Tingkat Dunia, Pemkab Gandeng ICCN dan JCS
Srawung Orang Muda Lintas Agama Kevikepan Yogyakarta Timur kembali digelar di Wisma Salam, Jumat 5 Agustus 2022. Foto: Ist

Plus

Menanam Benih Perdamaian, Srawung Orang Muda Lintas Agama Kevikepan Yogyakarta Timur
Lelang produk kriya mewarnai puncak peringatan HUT ke-42 Dekranas yang digelar di Pendapa Kota Tegal, Kamis (24/3/2022). Foto: Diskominfo Jateng

Plus

Lelang Produk Kriya Warnai HUT-42 Dekranas di Jateng
Festival Angkringan diramaikan 45 gerobak angkringan sejak dibuka tidak pernah sepi dari pengunjung. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Pertama Kali Digelar Langsung Gayeng, Festival Angkringan 2023 Dorong Ekonomi Kreatif di Yogyakarta
KESAN menyelenggarakan acara Tabligh Akbar berjudul "Ramadan Euphoria" di Masjid Raya KH Hasyim Asyari Jakarta, pada Jumat (14/4/2023). Foto: Ist

Plus

KESAN Semarakkan Malam Lailatul Qadar dengan Tabligh Akbar di Jakarta
Pelaksanaan lomba FLS2N 2022 di Sragen. Foto: Dok.DKV ISI Surakarta

Plus

Seleksi Cerita Bergambar FLS2N Tingkat SD di Kabupaten Sragen, Libatkan Dosen DKV ISI Surakarta