Home / Plus

Sabtu, 30 Juli 2022 - 14:43 WIB

Sampai Batas Akhir Perpanjangan, Ratusan Sistem Elektronik Belum Didaftarkan ke Kominfo

Dirjen Aptika Kominfo Semuel A Pangerapan. Foto: Livestream YouTube

Dirjen Aptika Kominfo Semuel A Pangerapan. Foto: Livestream YouTube

NYATANYA.COM, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, hingga 29 Juli 2022 pukul 10.00 WIB, masih ada ratusan PSE belum melakukan pendaftaran ke Kominfo.

Sementara sebanyak 5.394 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah mendaftarkan 8.962 Sistem Elektronik (SE), yang terdiri atas 8.680 SE Domestik dan 282 SE Asing.

“Per tadi pagi ada 5.394 entitas perusahaan mendaftarkan 8.542 SE, ada 55 yang sedang diselidiki karena yang mendaftarkan bukan PSE atau memberikan data dummy,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel A Pangerapan dalam Media Gathering dalam Rangka Literasi Digital dan Membuat Ruang Digital Kondusif di Jakarta pada Jumat (29/7/2022).

Dirjen Semuel mengatakan, sistem elektronik yang didaftarkan bisa masuk ke dua atau lebih kategori karena saling terkait, sehingga angka sistem elektronik atau aplikasi yang terdaftar jauh melebihi jumlah PSE.

Namun, hingga saat ini masih terdapat ratusan atau bahkan ribuan SE terpopuler dengan kategori wajib daftar yang belum melakukan pendaftaran.

Sepuluh SE yang belum mendaftar tersebut, antara lain Amazon, Paypal, Yahoo, Bing, Steam (game), Dota (game), CS Go (game), Epic Game (game), Battle Net (game), dan Origin (game).

Baca juga   Kapten Mustofa: Demi Masa Depan Penderitanya, Terapi Banyu Urip Harus Diapresiasi

“Kementerian Kominfo akan mengenakan sanksi berupa pemutusan akses sementara kepada sepuluh SE tersebut apabila tidak melakukan pendaftaran sampai dengan 29 Juli 2022 Pkl 23.59 WIB. Pemutusan akses tersebut telah didahului sebelumnya dengan koordinasi kepada Kementerian/Lembaga terkait yang mengawasi kegiatan SE terkait,” tegasnya.

Menurur Dirjen Semuel, pemutusan akses tersebut dilakukan sesuai dengan pengamatan Direktorat Pengendalian Aplikasi dan Informatika Kominfo terhadap 100 Sistem Elektronik dengan trafik tertinggi yang belum melakukan pendaftaran.

Pemutusan akses terhadap Sistem Elektronik lain akan dilakukan secara gradual dan berkala sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi tidak bersifat permanen.

“Kementerian Kominfo dapat kembali membuka akses sistem elektronik atau melakukan normalisasi setelah PSE terkait menyelesaikan proses pendaftaran Sistem Elektronik dan mengirimkan informasi Tanda Daftar PSE melalui email: aduanpseprivat@kominfo.go.id,” imbuhnya.

Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya Kementerian Kominfo dalam melakukan pendataan terhadap PSE yang beroperasi atau berbisnis di Indonesia.

Baca juga   Menkominfo: Mulai Hari Ini Portal Website G20.org Dikelola Indonesia

Sebab, upaya serupa juga dilakukan oleh negara lain, khususnya negara maju yang bahkan lebih ketat dalam meminimalisir risiko yang dihadapi terhadap sistem elektronik yang beroperasi di negara mereka.

“Kita hanya pengguna, tak tahu seluk beluknya dan resikonya. Itu kerugian, Tidak ada kerugian yang kecil di dunia siber, banyak yang tidak mengungkapkannya karena dampak dari pemegang saham dan sebagainya,” katanya.

Menurut Ardi, berbagai pembicaraan terkait sektor digital hanya membahas keunggulannya, padahal faktanya justru lebih banyak resiko serangan siber yang bisa dialami penggunanya.

Faktor resiko serangan siber itu dinilai harus dipelajari karakternya untuk dihindari oleh para pengguna yang tidak menyadarinya.

“Semua serangan siber telah dialami Indonesia, bahkan ada yang belum tahu modusnya sudah dialami hanya kita tidak sadar. Tidak ada peretasan yang dilakukan seketika, semua dilakukan secara terencana. Itu yang tidak kita pelajari, padahal yang diserang sisi manusianya,” pungkasnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

General Manager Grand Mercure, Rachmad Suwardi bersama Panitia Pusat HPN 2023. Foto: Dok.PWI

Plus

Hotel Grand Mercure Medan Bangga Ikut Menyukseskan HPN 2023
Pelatihan Pemuda Tani, dengan tema Penguatan Kapasitas Petani Kopi Milenial guna Mencapai Kemandirian, di Sekolah Kopi Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jumat (15/7/2022). Foto: MC.TMG

Plus

Mandirikan Petani Milenial, LPPM UNS dan Sekolah Kopi Gemawang Gelar Pelatihan
Nikah bersama Satu Abad NU diikuti oleh 11 pasangan dari berbagai wilayah seperti Kota Yogya, Sleman dan Bojonegoro. Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Nikah Bersama Satu Abad NU di Stadion Kridosono, Simbol Dilapangkan Rezeki Pengantin
Pemkab Temanggung mewujudkan lansia tangguh, sehat, aktif dan produktif melalui Sekolah Lanjut Usia (Lansia) ‘Senja Sejahtera”. Foto: MC.TMG

Plus

Berdayakan Lansia, Temanggung Buka Sekolah Senja Sejahtera
Mukhamad Ridhoi dan Tempe Murni buatannya. Foto: Humas Pemkot Yogya

Plus

Tetap Eksis Selama Pandemi, Tempe Murni Pak Man Sehari Habiskan 150 Kg Kedelai
Daun kemangi punya aroma khas dan berkhasiat. (Foto: Istimewa)

Plus

Lawan Disentri dengan Kemangi, Begini Resep dan Caranya
Kolang kaling memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. (Istimewa)

Plus

Naik Pamor saat Ramadan, Ternyata Ini Manfaat Kolang Kaling bagi Kesehatan
Beragam ecara mewarnai event Signal Weekenders mulai dari kontes motor, freeStyle, talkshow, Sunday Morning Ride, hingga bazar UMKM. Foto: Agoes Jumianto

Plus

Sosialisasikan Aplikasi Samsat Digital Nasional lewat Event Signal Weekenders DIY di JEC