Home / Panggung

Sabtu, 16 Juli 2022 - 23:04 WIB

Sang Legenda Pantomim Yogyakarta, Jemek Supardi Tutup Usia

Jemek Supardi. Foto: Ist

Jemek Supardi. Foto: Ist

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Dunia seni Yogyakarta kembali kehilangan aset terbaiknya. Pantomin kawakan Jemek Supardi tutup usia, Sabtu (16/7/2022) sore.

Jemek Supardi, pastinya bagi yang bergiat di kesenian terlebih teater bukan nama yang asing. Pria berbadan “tipis” ini memang sohor dalam olah gerak dan mimik alias Pantomim.

Sejak tahun 80-an, Jemek begitu biasa disapa sudah malang melintang berkesenian dengan wajah dibalut bedak warna putih.

Saat zaman berubah, dimana segalanya terasa mulai terkontaminasi teknologi dan aturan birokrasi.

Jemek merasakan saat ini sulit mencari kader pemain yang bisa melanjutkan sejarah Pantomim di Yogyakarta.

Salah satu penampilan Jemek dalam sebuah pertunjukan. Foto: Ist

Kalau soal berkesenian bisa dibilang Yogyakarta bejibun, tapi pekerja seni yang benar-benar total dan nekat hidup dari seni cuma hitungan jari.

Baca juga   Pameran ArtsTen Various Colors Siap Digelar di Melia Purosani Hotel Yogyakarta

“Apalagi yang mau sampai mati tetap berkesenian Pantomim, sulit mencari penerusnya. Ini bukan soal nekat dan tekat, tapi menyangkut ruh berkesenian,” petikan dialog itu pernah disampaikan Jemek beberapa tahun lalu.

Dan berita duka itu Sabtu (16/7/2022) pukul 18.00 WIB, legenda Pantomim Yogyakarta (Indonesia) telah tutup usia di rumah anaknya Kinanthi Sekar di bilangan Nitiprayan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Kabar meninggalnya Jemek dibenarkan oleh salah seorang sohibnya selama berproses di teater Alam, Puntung C Pujadi.

Menurut Puntung jenazah Jemek disemayamkan di rumah duka PUKY jalan PGRI-Sonosewu Lor, Ngetiharjo, Kasihan.

“Benar Jemek tutup usia dan sekarang disemanyamkan di rumah duka PUKJ rencana dimakamkan hari Minggu di Makam Seniman Imogiri,” terang Puntung ketika dihubungi wartawan melalui seulernya.

Baca juga   Sah! Via Vallen Dinikahi Chevra Yolandi, Dua Menteri Jokowi Jadi Saksi

Sejumlah seniman Yogyakarta merasa kehilangan tokoh seniman yang benar benar mengambdikan hidupnya untuk kesenian, seperti halnya Sigit Sugita.
Menurut dia sulit mencari tokoh seniman yang mermiliki pandangan dan kecerdasan seperti Jemek.

“Jemek adalah seniman cerdas dia mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan hanya lewat bahasa tubuh dan mimik wajahnnya. Selain itu Jemek juga memiliki idealisme seorang seniman yang sangat baik. Pentas harus dibiayainya sendiri tidak cari dana dengan proposal,” tandas Sigit yang juga Ketua Koseta Yogyakarta.

Jemek Supardi lahir 14 Maret 1953 dikenal sebagai penampil pantomim yang menyuarakan ketimpangan sosial masyarakat.

Ia telah menghasilkan banyak karya di berbagai medium pertunjukan antara lain di panggung pertunjukan, pasar, jalan, bahkan sampai di kuburan.

(*/N3)

Share :

Baca Juga

Station Blood. Foto: Ist

Panggung

Merayakan “Ghosting” bersama Station Blood Lewat Single “Say It’s Done”
Suasana penerimaan karya dan persiapan display pameran Taman Bunga Felitik Kecil #2n. Foto: Ist

Panggung

Lintas Batas Komunitas Gelar Pameran Taman Bunga Geletik Kecil #2 di Cafe Macan
Pameran seni rupa Gegandengan dalam Suluh Sumurup Festival di Taman Budaya Yogyakarta. Pameran digelar selama 8 hari mulai 14 sampai 22 September 2023.

Panggung

Suluh Sumurup Art Festival, Tampilkan karya Perupa Disabilitas dalam Pameran Gegandengan di TBY
Perform Kids Carnival pada pembukaan Matra Kriya Fest 2022 di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (21/5/2022). Foto: Agoes Jumianto

Panggung

Pameran Matra Kriya Fest 2022 Resmi Dibuka, 12 Nominasi MKF 2022 Turut Diumumkan
JogjaPlus. Foto: Ist

Panggung

Besok Malam di Jawir Creative Communal Space, Jogja Plus feat Genjor Pentas Amal #Pray for Cianjur
Prambanan Jazz Virtual Festiva 2021 kembali digelar secara virtual. (Foto: Rajawali Indonesia)

Panggung

Prambanan Jazz Festival 2021, Lagi-lagi Digelar Secara Virtual
Johnny bersama salah satu karyanya Work from Home. Foto: Ist

Panggung

Johnny Gustaaf Pameran Tunggal ‘Warna’ di Tembi Rumah Budaya
Munir Kahar (pakai rompi) usai pembukaan pamerannya di kompleks Studio Kalahan. Foto: Ist

Panggung

Munir Kahar, Perupa Kelahiran Malang yang Tinggal di AS Gelar Pameran Tunggal di Studio Kalahan