Home / Peristiwa

Minggu, 21 November 2021 - 20:18 WIB

Satu Ekor Gajah Sumatera Lahir di Taman Nasional Gunung Leuser

Kelahiran satwa dilindungi di PLSK Tangkahan ini merupakan yang kedua pada 2021, setelah kelahiran gajah berjenis kelamin betina bernama Boni dari indukan bernama Sari dengan pejantan yang sama pada 1 Februari 2021 lalu. (Foto: Biro Humas KLHK)

Kelahiran satwa dilindungi di PLSK Tangkahan ini merupakan yang kedua pada 2021, setelah kelahiran gajah berjenis kelamin betina bernama Boni dari indukan bernama Sari dengan pejantan yang sama pada 1 Februari 2021 lalu. (Foto: Biro Humas KLHK)

NYATANYA.COM, Langkat – Pusat Latihan Satwa Khusus (PLSK) Tangkahan, Taman Nasional (TN) Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki anggota baru, yakni satu ekor bayi Gajah Sumatera (Elephas Maximus sumatranus).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser, Adhi Nurul Hadi, menjelaskan, bayi Gajah Sumatera berjenis kelamin jantan ini lahir pada Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, dari induk bernama Olive dan pejantan bernama Theo.

“Bayi gajah masih rentan, sangat membutuhkan perawatan yang intensif. Oleh karena itu kesehatannya akan terus dimonitor agar mereka tumbuh dengan baik”, jelas Plt Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser dalam keterangan resmi yang diterima InfoPublik pada Sabtu (20/11/2021).

Baca juga   Menteri LHK Beri Nama Anak Gajah yang Lahir di Ukui Pelalawan, Domang

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, bayi Gajah Sumatera yang baru lahir ini memiliki lingkar badan 101 cm dan tinggi bahu 80 cm.

Sesaat setelah lahir, kata dia, tim medis segera melakukan pengecekan kesehatan, baik induk maupun bayi gajah tersebut, dan memberikan asupan multivitamin serta penguat otot.

Kelahiran satwa dilindungi di PLSK Tangkahan ini merupakan yang kedua pada 2021, setelah kelahiran gajah berjenis kelamin betina bernama Boni dari indukan bernama Sari dengan pejantan yang sama pada 1 Februari 2021 lalu.

“Pengelolaan gajah jinak di PLSK Tangkahan juga melibatkan mitra kerjasama Balai Besar TN Gunung Leuser yaitu VESSSWIC dan CRU Tangkahan,” kata dia.

Baca juga   Selangkah Lagi, Dieng Segera Ditetapkan sebagai Warisan Geologi

Menurutnya, dengan lahirnya satu ekor bayi Gajah Suatera, saat ini (PLSK mengelola gajah jinak sebanyak 10 ekor.

Gajah tersebut terdiri dari lima ekor gajah betina dewasa, satu ekor gajah jantan dewasa, dua ekor anak gajah jantan, dan dua ekor anakan gajah betina.

Sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.22/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2019 tentang Lembaga Konservasi, lanjut dia, pengelolaan gajah jinak di tangkahan dilaksanakan dalam bentuk Lembaga Konservasi Khusus, yaitu PLSK.

“Fungsi PLSK untuk mendukung penanganan konflik satwa liar khususnya Gajah Sumatera di sekitar kawasan TN Gunung Leuser serta sebagai tempat pendidikan dan penelitian konservasi Gajah Sumatera,” kata dia.

(*/N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Masyarakat Merauke antusias mengikuti pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Halaman Kantor Bupati. (Foto: MC.Merauke)

Peristiwa

Masyarakat Merauke Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
Walikota Gibran Rakabuming memberangkatkan bantuan paket sembako untuk warga terdampak di Surakarta. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Gibran Berangkatkan 1.000 Paket Sembako dari Akpol Angkatan 91 untuk Warga Terdampak
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ngobrol santai dengan anak muda Papua. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Anak Muda Papua Tentang Ganjar, “Casing” Tua tapi Dalamnya Muda Banget
DIY mendapat penghargaan Anugerah Tangguh Presisi dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-75. (Foto:nyatanya.com/HUmas Pemda DIY)

Peristiwa

Efektif Tangani Covid-19, DIY Raih Anugerah Tangguh Presisi
Pemkot Yogyakarta melalui Mantri Pamong Praja Tegalrejo mengukuhkan Pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-kemantren Tegalrejo pada Sabtu (4/12/2021) di Pendopo Monumen Diponegoro, Tegalrejo, Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Kemantren Tegalrejo Pilih Ketua RT/RW Terbaik
Foto: @polresbantuldiy

Peristiwa

Arena Judi di Pajangan Digerebek Polisi, 35 Orang Diamankan, 6 Ditetapkan Tersangka, 3 Masih Buron
Bupati Kudus HM Hartopo saat membuka optimalisasi peran santri dalam antisipasi radikalisme, di Pondok Pesantren Al Yasir, Desa Jekulo, Kamis (24/2/2022). (Foto: MC Kab. Kudus)

Peristiwa

Santri Harus Tahu Bentuk Paham Radikalisme
Wajah Mbah Sanan (80), warga Kampung Renteng Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang sengaja datang ke Semarang bertemu Bupati H Ngesti Nugraha untuk mengucapkan terima kasih atas bantuannya kepada warga terdampak erupsi Gunung Semeru. (Foto: MC Kab.Semarang)

Peristiwa

Bawa Setandan Pisang, Mbah Sanan Korban Erupsi Semeru Temui Bupati Semarang