NYATANYA.COM, Karanganyar – Budaya sedekah bumi enam kebayanan yang menjadi tradisi dan budaya di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo dimaknai mendongkrak kepatuhan warganya membanyar PBB. Event tahunan ini juga menampilkan semua potensi daerah yang belum lama ini dicanangkan desa wisata, budaya dan olahraga ini.
Dalam rangkaian sedekah bumi ini, pemerintah desa mengajak seluruh wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) menunaikan kewajibannya itu sebelum tanggal jatuh tempo. Untuk memudahkan pembayaran, disediakan loket Bank Jateng di pusat kegiatan sedekah bumi Sendang Plesungan. Warga juga dipersilakan membayarnya ke kantor Bank Jateng maupun loket mitra terdekat.
“Target PBB Desa Plesungan tercatat Rp235 juta. Sedekah bumi ini dimaknai mengajak warga mematuhi program pemerintah membangun desa dengan cara membayar PBB,” kata Kades Plesungan, Waluyo dalam sambutan, Minggu (6/8/2023).
Sementara itu sedekah bumi Sendang Plesungan melibatkan ribuan warga dari 67 Rt, 15 Rw dan enam kebayanan. Puluhan rombongan masing-masing menampilkan atraksi seni tradisi, karnaval, hasil bumi dan parade kostum unik.
Mereka berjalan kaki sejauh 1 kilometer mulai simpang tiga depan balai desa ke Sendang Plesungan. Lokasi finish merupakan wahana kolam renang dan UMKM milik BUMDes Desaku Maju Plesungan. Di lokasi itu, tiap rombongan dinilai performanya oleh panitia lomba.
“Yang dinilai kekompakan, keserasian, dan penampilannya menggaet atensi dewan juri. Nanti akan dipilih juara 1,2 dan 3 dengan hadiah jutaan rupiah. Selain 67 rt juga ada rombongan ormas, sekolah dan sebagainya,” lanjut Waluyo.
Penampilan rombongan memberi hiburan tersendiri ribuan warga maupun pengunjung wahana. Terutama atraksi reog di depan panggung. Gunungan hasil bumi dan tumpengan yang dibawa kemudian disantap rombongan di tenda masing-masing.
Waluyo mengatakan terdapat multitalenta warganya yang ditonjolkan di event sedekah bumi. Rencananya, mereka diminta menghibur pengunjung Sendang Plesungan tiap akhir pekan.
Waluyo menceritakan evet tahunan ini dimulai pada 2018 silam. Baru dua tahun diadakan, terpaksa berhenti akibat pandemi Covid-19 sampai tiga tahun. Baru pada tahun ini sedekah bumi Sendang Plesungan berlanjut lagi.
Camat Gondangrejo, Agus Dwitanto mengapresiasi seluruh stakeholder sedekah bumi Sendang Plesungan, terutama pemerintah desa setempat. Event yang menampilkan potensi desa berhasil menarik minat kunjungan ke desa di perbatasan kota Solo ini.
“Budaya dan tradisi yang dilestarikan melalui kirab dan sedekah bumi ini patut dikembangkan menjadi penarik wisata. Mengenalkan desa. Kami selaku pemerintah sangat berbangga. Apalagi hampir semuanya ditangani mandiri,” katanya. (*)