Home / Peristiwa

Sabtu, 4 Juni 2022 - 18:55 WIB

Sejoli di Tangerang Bunuh Mantan Pacar Gara-gara Sering Ajak Hubungan Intim

Tersangka FR (21) dan DF (18) yang menghabisi nyawa Bayu Samudera atau BS (21) dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polda Metro Jaya. Foto: Ist

Tersangka FR (21) dan DF (18) yang menghabisi nyawa Bayu Samudera atau BS (21) dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polda Metro Jaya. Foto: Ist

NYATANYA.COM, Jakarta – Sepasang kekasih FR (21) dan DF (18) tega menghabisi nyawa Bayu Samudera atau BS (21), yang tak lain mantan pacar DF.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Jasad BS ditemukan penuh luka di Jalan Puri 11, Parung Jaya, Karang Tengah, Tangerang pada Rabu, 1 Juni 2022 sekira pukul 09.00 WIB.

“FR laki-laki usia 21 tahun, peran sebagai eksekutor dan juga pengatur strategi dari tindak pidana ini. Kemudian yang kedua DF, perempuan usia 18 tahun, perannya adalah sebagai pembantu eksekutor,” kata Zulpan saat gelar konferensi pers, Jumat (3/6/2022).

Zulpan menerangkan, tersangka perempuan inisial DF merasa sakit hati karena seringkali diajak berhubungan badan oleh BS.

Baca juga   Polisi Ungkap Kasus Eksploitasi Seksual di Apartemen Jakbar, 8 Anak Jadi Korban

“Kemudian, bercerita kepada tersangka FR yang merupakan pacar dari tersangka DF,” ujar dia.

Tersangka FR tersulut emosi ketika melihat pembicaraan antara kekasihnya dengan korban di media sosial. Zulpan mengatakan, kedua tersangka mengatur skenario untuk menghabisi nyawa BS.

“Korban dipancing bertemu, kemudian pada saat korban menemui tersangka DF. Dimana tersangka FR sudah menunggu untuk membunuh korban,” ujar dia.

Saat di lokasi, tersangka FR menyemprotkan cairan carbon cleaner ke arah muka korban. FR lalu menghajar korban dengan martil.

“Korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Kemudian korban didorong ke semak-semak,” ujar dia.

Baca juga   Banjir Bandang Terjang Kokap Kulon Progo, Puluhan Warga Mengungsi

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain menambahkan, tersangka FR sempat kembali ke lokasi untuk memastikan keadaan korban.

“Jadi setelah pelaku melakukan tindakan pemukulan kemudian menyeret ke semak-semak dan membawa ponsel untuk pergi kemudian pelaku kembali lagi dengan membawa cutter ini untuk memastikan bahwa korban meninggal dunia makanya disayat di wajah dan leher,” ujar dia.

Kanit 4 Subdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya, AKP Tomi Haryono menambahkan, tindakan menyayat wajah korban sebagai upaya menghilangkan jejak kejahatan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Padal 340 KUHP dan atau Pasal 365 ayat 3 KUHP dan atau Pasal 339 KUHP. (*)

Share :

Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden RI Joko Widodo mengunjungi lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Selasa (7/12/2021). (Foto: MC Diskominfo Prov Jatim)

Peristiwa

Dampingi Presiden, Gubernur Khofifah Dapat Kepastian Pembangunan Jembatan Darurat
Satgas Covid-19 Baturraden bubarkan kerumunan di hari pertama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Patroli PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Baturraden Bubarkan Keramaian
Sebanyak 11.390 orang mengunjungi Program “Indonesia Digital Opportunity” hari pertama Program Indonesia Digital Oppurtunity di Paviliun Indonesia EXPO 2020 Dubai. (Foto: Biro Humas Kementerian Kominfo)

Peristiwa

Lebih dari 11 Ribu Orang Kunjungi Hari Pertama “Indonesia Digital Oppurtunity” di Paviliun Indonesia EXPO 2020 Dubai
BPBD Kabupaten Solok mencatat banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur di kawasan dua desa di kecamatan Lembah Gumanti, yaitu Nagari Aie Dingin dan Jorong Data. (Foto: BNPB)

Peristiwa

Informasi BNPB, Banjir yang Melanda Kabupaten Solok Telah Surut
Foto: Ist/tribratanews

Peristiwa

Kapolda Papua Tegaskan Pelaku Kerusuhan di Dogiyai Bakal Diproses Hukum
Geladak Perak, jembatan penguhubung utama Lumajang - Pronojiwo yang ambruk akibat awan panas guguran (APG) Bencana Gunung Semeru akan kembali dibangun di titik yang sama, namun dengan struktur bangunan yang berbeda. (Foto:MC Kab. Lumajang)

Peristiwa

Jembatan Gladak Perak Akan Dibangun Ulang dengan Konstruksi Berbeda
Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Peristiwa

Suster CB Peduli, Syantikara Jadi Shelter Isolasi Covid-19
Pemantauan lapangan Pengamat Gunung api Ile Werung Senin (29/11/2021) pukul 08:29 WITA hingga teramati asap letusan setinggi lebih kurang 100 meter dari muka laut disertai dengan bualan. (Foto: PVBMG)

Peristiwa

Erupsi, Status Gunung Ile Werung NTT Waspada