Home / News

Selasa, 3 Agustus 2021 - 15:26 WIB

Sejumlah Bupati/Wali Kota di Jateng Protes Ketersediaan Vaksin

Buntut dari protes bupati/wali kota di Jateng, Ganjar Pranowo mengecek langsung data vaksinani ke lapangan. (Foto: Humas Jateng)

Buntut dari protes bupati/wali kota di Jateng, Ganjar Pranowo mengecek langsung data vaksinani ke lapangan. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Sejumlah bupati/wali kota di Jateng menyampaikan protes kepada pemerintah pusat terkait ketersediaan vaksin. Sebab, data vaksinasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak sama.

Banyak daerah di Jateng yang kehabisan stok vaksin. Namun data yang dimiliki pemerintah pusat melalui aplikasi SMILE menunjukkan daerah-daerah itu memiliki stok vaksin yang cukup banyak. Ternyata, data di aplikasi SMILE tidak sesuai seperti di lapangan.

Tak mau berlarut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek langsung ke lapangan. Selasa (3/8/2021), Ganjar bertolak ke Grobogan untuk melihat kondisi di sana. Sebab sebelumnya, Bupati Grobogan selalu meminta tambahan vaksin, namun pada data SMILE pemerintah pusat, stok vaksin di Grobogan masih banyak, sehingga tidak dikirim.

Saat mengecek vaksinasi di Desa Wolo, Ganjar menemukan titik persoalannya. Ternyata, setiap acara vaksinasi, semua data diinput secara langsung melalui aplikasi Pcare. Baru setelah itu, data diinput melalui aplikasi SMILE.

“Lha kenapa tidak ke SMILE Pak, kan itu pusat melihatnya pakai itu,” tanya Ganjar ke petugas.

Baca juga   Tanam Mangrove Bersama Masyarakat, Presiden: Antisipasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Slamet Widodo menjelaskan, inputing data ke aplikasi SMILE membutuhkan waktu yang lama. Data baru diinput setelah direkap dari aplikasi Pcare.

“Itu butuh waktu lama pak, kami tiap hari kalau vaksinasi sudah langsung input ke aplikasi Pcare,” jelasnya.

Dari situlah Ganjar menemukan titik persoalan, di mana ada ketidakcocokan data antara pemerintah pusat dengan daerah. Pemerintah pusat melihat stok masih banyak, karena inputing data ke aplikasi SMILE belum sempurna.

“Saya hanya mau meluruskan saja, karena kemarin saat saya sampaikan ke pusat, hampir seluruh kabupaten protes. Lho kami sudah menyuntikkan banyak, dan sudah habis, kok datanya seolah-olah kami masih nyimpan stok. Ini Bu Bupati Grobogan juga komplain, makanya langsung saya cek,” katanya.

Ternyata, lanjut Ganjar, ada dua sistem yang perlu dikoreksi. Pertama Pcare, yakni aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data setelah orang divaksin. Setiap yang datang, divaksin, langsung di-input.

Baca juga   Mobil Layanan Vaksinasi Covid-19 Pemkot Yogya Mulai Dioperasikan

“Ini (Pcare) sebenarnya adalah data paling riil. Sementara pusat yang dipakai acuan data dari aplikasi SMILE. Ternyata butuh waktu lama untuk mengisi ke aplikasi SMILE, mulai disuntik, direkap di aplikasi Pcare, baru dilaporkan. Lha ini kalau belum diinput di SMILE, maka dibaca dan dianggap stok masih banyak,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, gubernur mengusulkan agar ada integrasi data. Ganjar meminta pemerintah pusat juga melihat proses vaksinasi di aplikasi Pcare.

“Karena itu lebih realtime. Nanti kami evaluasi dengan Dinkes dan akan kami usulkan. Kebetulan Pak Menkes tadi telpon, jadi sekaligus kami umumkan,” tegas gubernur.

Dia berharap, ke depan tak lagi ada ribut-ribut soal perbedaan data. Yang perlu diributkan saat ini adalah seberapa cepat warga divaksin.

“Biar energinya tidak dibuang untuk perdebatan yang tidak penting lagi, karena kita bisa memperbaiki itu,” pungkas Ganjar. (*)

Share :

Baca Juga

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. (Foto: Humas Protokol Purbalingga)

News

Akhir 2021, Seluruh Kursi Perangkat Desa di Purbalingga Harus Terisi
Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (5/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda Jateng)

News

Tiga Hari PPKM Darurat di Jateng 1.706 Pelanggar Terjaring Operasi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

55 RT di DIY Masih Merah, Sri Sultan: Kepatuhan Prokes Kunci Strategis Perangi Covid-19
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan ke RSUD Wonogiri. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kunker ke Wonogiri, Ganjar Pranowo Diwaduli Beban Pasien Luar Provinsi
Membantu petani di saat harga anjlog, ASN di Kabupaten Magelang gelar aksi borong cabai dan sayur petani. (Foto: Humas/beritamagelang)

News

ASN Magelang Ramai-ramai Borong Cabai dan Sayur, Ada Apa?
Visual Gunung Merapi saat awan panas guguran pukul 04.36 WIB pagi tadi. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Guguran Pagi tadi
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Rembang Level 2, Kegiatan Seni Budaya Diizinkan
Pembagian masker oleh BPBD Kabupaten Magelang pasca hujan abu vulkanik Gunung Merapi. (Foto:humas/beritamagelang)

News

BPBD Magelang Antisipasi Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi