Home / Wisata

Senin, 2 Agustus 2021 - 11:38 WIB

Sejuta Bunga Kali Code, Upaya Alternatif saat Pandemi

Selain untuk suplai oksigen dan kebutuhan dekorasi, tanaman hias tersebut juga dijual untuk menambah inkam masyarakat. (Foto: dokumentasi pribadi)

Selain untuk suplai oksigen dan kebutuhan dekorasi, tanaman hias tersebut juga dijual untuk menambah inkam masyarakat. (Foto: dokumentasi pribadi)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sungai (kali) Code boleh dibilang sudah menjadi salah satu ikon Kota Yogyakarta. Tapi tahukah jika Kali Code yang melintasi kota Yogyakarta sendiri terdiri dari 3 sektor, yakni sektor utara, tengah dan selatan, dimana di masing-masing sektor terdapat kelompok pemerhati atau Pemerti Code.

Salah satu bantaran Code di sektor utara yang menjadi perhatian terletak di Jetisharjo, Jetis, Kota Yogyakarta. Hingga saat ini, kawasan Code Jetisharjo menjadi kampung wisata Code.

Pencapaian ini tak lepas dari peran Totok Pratopo, salah satu pegiat Pemerti Code di wilayah Jetisharjo, yang merupakan inisiator sekaligus penggerak dalam pengembangan kampung di bantaran Kali Code.

Sebut saja program Jelajah Kali Code, Sekolah Sungai, hingga program Pasar Minggon. Program tersebut digarapnya agar pengelolaan lingkungan khususnya di bantaran Code tetap lestari, hingga berdampak positif terhadap masyarakat sekitar.

Sebelum masa pandemi Covid-19, program Wisata Code di Jetisharjo cukup diminati wisatawan baik domestik maupun manca. Namun, saat pandemi ini hampir semua program harus ditunda, bahkan batal dilakukan.

Baca juga   Asyiknya Menikmati Malam di Borobudur dengan Campervan

“Kami telah merencanakan program Review Masterplan Pengembangan Code di perkotaan, yang bekerjasama dengan UKDW Yogyakarta, serta Housing Resource Center, namun semuanya harus off dulu karena pandemi ini,” ujar Totok Pratopo.

Totok Pratopo gagas program “Sejuta Bunga Kali Code”. (Foto: dokumentasi pribadi)

Salah satu program yang telah berjalan dan saat ini masih berjalan adalah kerjasama dengan Fakultas Teknik Kimia UGM yakni pembuatan alat pengolahan limbah portable bagi UMKM.

Beberapa UMKM khususnya kuliner telah memanfaatkan alat ini, sehingga limbah yang dibuang ke sungai sudah berupa air. Program ini sangat membantu khususnya untuk pencegahan pencemaran Kali Code.

Tak kehilangan ide, pegiat Pemerti Code ini berinisiatif membuat “Sejuta Bunga Kali Code” di masa pandemi ini. Penggalakan tanaman bunga dan tanaman obat-obatan dengan memanfaatkan ruang-ruang kosong di bantaran Code. Di sepanjang kiri kanan jalan setapak, tampak tanaman hias yang sangat cantik yang ditata dengan apik.

Baca juga   Ini Update Terbaru Layanan DAMRI Tujuan YIA

Selain untuk suplai oksigen dan kebutuhan dekorasi, tanaman hias tersebut juga dijual untuk menambah inkam masyarakat, yang saat ini sangat membutuhkan pemasukan, khususnya di saat PPKM. Penjualan selain secara online, warga kampung sekitar juga sering membeli saat melewati wilayah ini.

“Di kiri kanan sungai itu harusnya ada vegetasi, sehingga dapat menciptakan iklim mikro yang kondusif untuk perkembangan ekosistim, khususnya untuk ikan dan binatang lainnya,” papar Totok Pratopo.

Untuk mendukung tujuan tersebut, dibantu oleh pegiat Code lainnya, Pria yang pernah mendapat penghargaan Kalpataru (2015) ini, menutup tebing-tebing batu dengan aneka tanaman rambat hingga dapat meredam efek panas saat siang.

Tanaman ‘Air Mata Pengantin’ dipilih sebagai tanaman rambat pada tebing-tebing batu tersebut bukan tanpa alasan.

“Tanaman ini boleh dibilang sudah langka, dan kami ingin melestarikan jenis tanaman ini,” pungkas Totok Pratopo. (AgR)

Share :

Baca Juga

Indahnya panorama air terjun Lepo di Dlingo, Bantul. (Foto:nyatanya.com/Pemkab Bantul)

Wisata

Air Terjun Ledok Pokoh Dlingo Tawarkan Kesegaran Alami
Pembukaan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata Kabupaten Magelang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, mewakili Bupati Magelang.(Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Pelaku Wisata Magelang Ikuti Pelatihan Kelola Destinasi dan Homestay
Pantai Seruni Gunungkidul, salah satu diantara tempat wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Wisata

Semua Objek Wisata di Gunungkidul Ditutup Selama PPKM Darurat
Kerajinan wayang kayu yang diproduksi Pipit Dwi Ernawati bersama suaminya. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Wayang Kayu Asal Madiun Makin Moncer di #LapakGanjar
Salah satu objek wisata di Batang yang ditutup sementara selama PPKM Darurat. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Wisata

Membandel, Pengelola Objek Wisata Akan Disanksi Tegas
(Foto: Taman Pintar Yogyakarta)

Wisata

Asyikkk, Taman Pintar Yogya Siap Dibuka Lur
Viral Blast Global menyerahkan dana CSR senilai Rp 100 juta kepada Desa Wisata Sabdodadi. (Foto: Humas Kab Bantul)

Wisata

Bantul, Kabupaten Pertama Tampil di “Times Square New York”
Nuryanto mendapatkan penghargaan Satya Lancana Kepariwisataan dari Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Konsisten Kelola Wisata Desa, Nuryanto Raih Satya Lancana Kepariwisataan