Home / Panggung

Jumat, 8 Oktober 2021 - 11:03 WIB

Sekda DIY Tutup Gelaran FKY 2021 “Mereka Rekam”

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji secara resmi menutup gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) “Mereka Rekam”. (Foto: Humas Pemda DIY)

Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji secara resmi menutup gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) “Mereka Rekam”. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji secara resmi menutup gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) “Mereka Rekam” pada Kamis (7/10/2021) sore di Ampiteater Gedung DPAD DIY, Wonocatur, Bantul, Yogyakarta.

FKY yang telah berlangsung sejak Kamis (16/9/2021) dan dilakukan secara daring melalui kanal fky.id beserta media sosial resminya, ditutup secara simbolis oleh Sekda DIY dengan memutar video perjalanan FKY melalui website resmi FKY.

Pada sambutan yang disampaikan, Aji mengatakan bahwa FKY memiliki multiplier efek yang besar dari sisi seni budaya dan ekonomi yang berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat. “Karena pada intinya APBD dan program pemerintah daerah itu tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Tambah Aji, fase penutupan program sejatinya merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi dan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pendukung FKY baik dari unsur pemerintah dan lebih utama para pelaku seluruhnya yakni seniman budaya, pengamat, dan semuanya yang terlibat.

“FKY harus dicari dampak positifnya bagi masyarakat, jadi tidak hanya seniman, Dinas Kebudayaan saja yang berasakan dampaknya,” lanjutnya.

Aji menjelaskan meskipun hari ini resmi ditutup, sejatinya apa yang disajikan di FKY tetap dapat dinikmati seluruh dunia melalui website fky.id.

“Proses seperti ini (daring), memungkinkan bahwa meskipun perhelatan usai, tetap bisa dinikmati sampai 1 tahun ke depan hingga FKY yang selanjutnya. Jangan pernah berpikir ini hanya bisa dilakukan di era saat ini saja. Kalau nanti pandemi sudah berangsur hilang, barangkali konsep seperti ini tetap bisa dilaksanakan dengan mendulang sukses yang sama atau lebih,” pesannya.

Baca juga   Hari Ini 1030 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh, Meninggal 26 Pasien

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan bahwa tema Mereka Rekam memiliki maksud pencatatan budaya pada tahun 2021, yakni mencatat semangat keberdayaan yang dimiliki oleh masyarakat Yogyakarta di tengah situasi pandemi.

Dian juga turut melaporkan mengenai seberapa banyak antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan di luar negeri terhadap perayaan pencatatan budaya ini.

“Perlu kami sampaikan, karena ini perayaan pencatatan budaya, bahwa ternyata Festival Kebudayaan Yogyakarta ini selama 22 hari sudah dinikmati oleh 15.000 lebih user yang memang kita siapkan di dalam dunia digital, mengingat dari situasi pandemi. Dari 15.000 user tersebut, ternyata hadir 250 negara yang kemudian mengakses di dalam website FKY,” ujarnya.

Kemudian, ada 38 tema yang diangkat berkaitan dengan adat istiadat dan tradisi, 58 tema mengenai pengetahuan dan teknologi tradisional, 24 tema menyangkut bahasa, 24 tema menyangkut benda, serta 96 tema mengenai bentuk seni.

Ia mengungkapkan bahwa cukup banyak subjek yang terlibat didalamnya. “Ini melibatkan hampir 1000 subjek atau lebih tepatnya 900-an terkait dengan penggiat Festival Seni Budaya, Seniman, Maestro, Komunitas, Tenaga Ahli Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Penggiat Budaya, Organisasi/Lembaga, serta Pranata,” ungkapnya.

Baca juga   Indonesia Kaya Garap Serial Musikal Siti Nurbaya

Selain itu, fasilitas-fasilitas sarana budaya yang terdapat di DIY pun turut digunakan, seperti 120 desa, 7 gedung pertunjukan, 4 gedung pameran, 26 padepokan atau sanggar, 3 fasilitas pendidikan dan sebagainya. Terdapat pula ratusan UMKM yang mengikuti program Sambatan yang termasuk dalam rangkaian festival ini.

“FKY pada tahun 2021 ini, kita mencoba melakukan suatu konsep baru, yaitu melakukan kegiatan bersama dan menikmati suatu dampak yang dapat dinikmati bersama. Serta menumbuhkan kreasi di tengah situasi pandemii dengan keterbatasan yang ada. Semoga tahun kedepan pandemic sudah semakin berkurang, makan konsep-konsep baru akan dapat kita lanjutkan lagi dengan mencari jangkauan dan dampak yang lebih luas. Lalu, seluruh data dan arsip kami dokumentasikan, juga melalui BPAD dan tetap dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat DIY serta masyarakat dunia untuk sekarang dan ke depan,” tutupnya.

Agenda ini juga dimeriahkan penampilan monolog Susilo Nugroho “Den Baguse Ngarso”, persembahan keroncong, tari kreasi baru. Di sela-sela agenda, Ketua FKY 20121 juga mengajak hadirin dan tamu undangan mengheningkan cipta guna mendoakan salah satu seniman yang aktif dalam dunia teater DIY, Gunawan Maryanto (dalang wayang bocor) yang berpulang sehari sebelum penutupan FKY digelar. (*)

Share :

Baca Juga

Rafael Putra Robert dengan lagu barunya 'Damai Indonesiaku' ciptaan Anton Obama. (Foto: YouTube PT Aoma Record Indonesia)

Panggung

Gibran Rakabuming ‘Bintangi’ Single Lagu ‘Damai Indonesiaku’ Penyanyi Cilik Rafael
Artwork Gerald Situmorang. (Foto:nyatanya.com/Whistle Media Indonesia)

Panggung

Gerald Situmorang Kembali Hadir dengan EP “Saga”
The Beatles. (Foto: teocarvalho.artstation.com)

Panggung

55 Tahun Revolver, Salah Satu Album Terbaik dan Berkelas The Beatles
Hanung Bramantyo. (Foto:nyatanya.com/Instagram @hanungbramantyo)

Panggung

Hanung Bramantyo Positif Covid-19
Pameran museum dengan kegiatan Jogja Museum Expo (JME) secara resmi dibuka, Kamis (12/8/2021). (Foto: dokumentasi JME)

Panggung

Yuk, Nonton Jogja Museum Expo dengan Teknologi 360
Salah satu agenda seni yang pernah digelar di RH. (Foto: nyatanya.com/Istimewa)

Panggung

RH Dukung Pemberdayaan Seni-Budaya
Kemeriahan Wayang Jogja Night Carnival edisi 2019. (Foto: Tangkapan layar YouTube Evio Media)

Panggung

Wayang Jogja Night Carnival #6 Digelar 7 Oktober 2021
Nurbaya diperankan oleh Arawinda Kirana. (Foto: nyatanya.com/Instagram Indonesia Kaya)

Panggung

Indonesia Kaya Garap Serial Musikal Siti Nurbaya