Home / News

Senin, 5 Juli 2021 - 09:18 WIB

Selama PPKM Darurat, Malioboro Gelap Mulai Pukul 20.00 WIB

Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi turun langsung ke lapangan melihat pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Yogyakarta. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Selama pelaksanan PPKM Darurat, lampu penerangan jalan umum (PJU) dan lampu taman di kawasan Malioboro dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Hal ini dilakukan guna mengurangi pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Dalam penegakkan tersebut seluruh pelaku usaha mematuhi instruksi demi mencegah penularan Covid-19 pada hari kedua PPKM Darurat, semua pedagang kaki lima atau PKL di sisi barat maupun timur kawasan Malioboro, telah menutup usaha mereka.

Jalanan di pusat Kota Yogyakarta, seperti Jalan Margo Utomo, Jalan Solo, Jalan Kusumanegara, hingga Jalan Jenderal Soedirman yang biasanya padat kendaraan, kini amat lengang.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti didampingi Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi turun langsung dalam penegakkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Yogyakarta, di kawasan Malioboro, Minggu (6/7/2021).

Walikota Yogyakarta pun mengapresiasi para pelaku usaha dan warga masyarakat yang telah mematuhi aturan pemberlakukan PPKM darurat ini. Ia juga menjelaskan jika selama PPKM Darurat berlangsung, sejumlah lokasi wisata ditutup sementara.

Baca juga   Waspadai Corona Varian Delta, Dinkes Imbau Warga Kenakan Dobel Masker

“Destinasi wisata di Kota Yogyakarta sudah tutup semua, pertokoan yang tidak menyangkut kebutuhan sehari-hari juga tutup. Sekarang sedang kita kondisikan semuanya,” kata Haryadi.

Sementara untuk membatasi mobilitas masyarakat, Pemkot Yogyakarta juga melakukan penyekatan sejumlah jalan.

“Kita lakukan penyekatan seperti di Jalan Solo, Jalan Magelang, dan di barat Wirobrajan, Jalan Parangtritis, dan ada juga di Gedongkuning. Kita lakukan penyekatan-penyekatan,” ujarnya.

Selain itu, kantong-kantong parkir yang dikelola pemerintah juga tak diizinkan beroperasi. Bus-bus pariwisata pun tak diizinkan untuk masuk ke Kota Yogyakarta. Pihaknya pun juga meminta masyarakat Yogyakarta untuk patuh terhadap aturan petugas.

“Selama 17 hari kedepan, lebih baik di rumah saja. Kita semua mencoba memulihkan kondisi, dan menurunkan kasus. Semoga, kesehatan dapat tertangani dan perlahan memulihkan perekonomian juga,” imbuhnya.

Baca juga   Pemkab Purworejo Luncurkan Aplikasi 'Jalan Aman'

Orang nomor satu di Kota Yogyakarta ini pun telah menginstruksikan petugas di tingkat kemantren dan kelurahan untuk terus melakukan patroli guna memantau semua pusat perbelanjaan, supermarket, pasar, kafe, restoran, PKL, di wilayah masing-masing.

“Termasuk kegiatan masyarakat yang berpotensi memicu kerumunan, restoran atau kafe di dalam pusat perbelanjaan masih boleh beroperasi, tetapi dilarang makan di tempat alias hanya melayani bawa pulang hidangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta mengatakan bahwa PPKM Darurat menjadi semacam operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan seluruh warga. Lewat PPKM Darurat, Pemkot Yogya menjadikan kesehatan sebagai prioritas. Oleh karena itu, ia berharap, masyarakat bisa makin disiplin. (*)

Share :

Baca Juga

(nyatanya.com/istimewa)

News

Indofarma Siap Produksi Ivermectin, HET Rp7.885 per Tablet
Pemkot Yogyakarta telah mempersiapkan beberapa aturan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Malioboro. (Foto: Agoes Jumianto)

News

Jika PPKM Tak Diperpanjang, Ini Aturan Wisatawan Berkunjung ke Malioboro
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan pers usai gelar rapat tertutup terkait PPKM Darurat. (Foto: nyatanya.com/Prastyawan)

News

Tindaklanjuti PPKM Darurat Jawa-Bali, Sri Sultan HB X Gelar Rapat Tertutup
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo. (Foto:nyatanya.com/Humas Klaten)

News

Anak–anak di Klaten Mulai Terpapar Covid-19, Ini Faktanya
Tak cuma penyekatan di ruas jalan utama, Pemkot Yogya juga minta akses kampung utamanya yang masuk zoma merah juga harus dibatasi. (Foto: agoes jumianto)

News

Tingkat Kepatuhan Masyarakat Masih Rendah, Penyekatan Bakal Diperketat
Mobil layanan vaksinasi milik Pemkot Yogya mulai dioperasikan untuk mendukung percepatan vaksinasi. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

News

Mobil Layanan Vaksinasi Covid-19 Pemkot Yogya Mulai Dioperasikan
Ilustrasi:nyatanya.com

News

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Boyolali Meningkat
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Update Covid-19 Hari Ini, DIY Tambah 1.465 Kasus Positif