Home / News

Rabu, 6 April 2022 - 22:42 WIB

Selama Ramadan Kebutuhan Pokok Pangan di DIY Masih Aman

Ilustrasi pasar tradisional. Selama Ramadan kebutuhan pokok pangan di DIY masih aman. (Foto: Dok/Humas Pemkot Yogya)

Ilustrasi pasar tradisional. Selama Ramadan kebutuhan pokok pangan di DIY masih aman. (Foto: Dok/Humas Pemkot Yogya)

NYATANYA.COM, Bantul – Tim Pengendali Infasi Daerah (TPID) DIY yang dipimpin Asisten Perekonomian Pembangunan Sekda DIY Drs Tri Saktiyana, Rabu (6/4/2022) melakukan pemantauan terhadap ketersediaan Bahan Pokok Pangan di tingkat Distributor Pasar Modern Alfa Midi di Gedong Kuning Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

Menurut Tri Saktiyana dari hasil pantauan beberapa waktu lalu di tingkat pasar tradisional dan di tingkat distributor di Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, Kota Yogyakarta serta Kabupaten Bantul disampaikan bahwa secara umum ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat berupa beras, gula pasir, terigu selama Ramadhan mencukupi dan aman.

Sementara untuk kebutuhan minyak goreng kemasan yang terpantau hari ini di tingkat distributor pasar modern di DIY tersedia 30%-40% untuk kebutuhan masyarakat dan mulai lancar masuk sejak dihilangkannya HET. Namun, untuk minyak goreng curah masih sulit ditemukan.

“Dari pantauan kemarin di tingkat distributor di Kulon Progo telah masuk 29 ton minyak goreng kemasan, belum normal dan belum masuk semua. Dari stok biasanya 40 ton minyak goreng kemasan,” ujar Tri Saktiyana.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta minyak goreng curah masih sulit didapatkan. Tetapi untuk kemasan telah tersedia di toko-toko modern dengan harga yang berbeda dari harga sebelumnya.

Baca juga   Prof dr Ova Emilia MMed Ed SpOG (K) PhD, Terpilih Rektor UGM Periode 2022-2027

Terkait upaya yang ditempuh Pemda DIY untuk mengamankan kelancaran pasokan minyak goreng curah, Tri Saktiyana lebih lanjut menyatakan bahwa di DIY tidak ada pabrik minyak goreng dan kebun sawit, sehingga ketergantungan minyak goreng dari daerah lain sangat tinggi.

Ketergantungan minyak goreng bahkan mencapai 100% mengingat DIY tidak memiliki pabrik/produsen minyak goreng dan kebun sawit sendiri.

Untuk itu kata kunci ketercukupan minyak goreng di DIY adalah adanya koordinasi intensif antar daerah antara Pemda DIY dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Tri Saktiyana yang juga merupakan Ketua TPID DIY mengatakan bahwa kebutuhan umum akan bahan sembako itu cukup untuk memenuhi keperluan, tetapi kurang untuk memenuhi keinginan masyarakat.

“Untuk memenuhi keperluan masyarakat itu cukup, tetapi untuk memenuhi keinginan masyarakat itu tidak cukup,” imbuhnya.

Tri Saktiyana menjelaskan, dalam merayakan lebaran persediaan masakan bermacam-macam, namun banyak sisa yang terbuang.

”Rata-rata masyarakat DIY itu membuang makanan 44% ke tong sampah, sehingga kalau kita bisa mengurangi pembuangan makanan ke sampah itu barangkali kebutuhan kita lebih dari cukup. Untuk memenuhi keperluan lebih dari cukup, tetapi kalau memenuhi keinginan kurang, 44% makanan di DIY dibuang.”

Baca juga   Sri Sultan HB X Dukung Pemuliaan Candi Prambanan

Sementara itu anggota Satgas Pangan DIY Andry Wibowo mengungkapkan, selama pemantauan ketersediaan bahan pangan/sembako ini, harus dibangun kebijakan baru terkait apa yang harus disediakan oleh DIY secara mandiri.

“Misalnya saja DIY punya pabrik gula Madukismo yang mampu berproduksi dan memenuhi kebutuhan DIY sendiri,” kata Andry.

Brand Manajer Alfa Midi Kantor Cabang Jateng-DIY, Widodo didampingi jajaran manajemen Alfa Midi menyampaikan, Alfa Midi yang bergerak di bidang distributor bahan pangan bagi pasar swalayan/modern saat ini siap membantu Pemerintah dengan menyediakan keperluan masyarakat.

HET menjadi hal medasar yang diterapkan oleh Alfa Midi. Misalnya saja minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter dijual Rp50.000,00. Sedangkan gula pasir eceran dengan Rp13,500,00 per kg. Alfa Midi akan menjamin ketersediaan pangan melalui distributor rekanan terdekat.

Ditanya berapa jumlah suplai minyak goreng di DIY per harinya, Widodo mengatakan berada di kisaran 2.000 karton. Sementara, jumah kebutuhan berkisar pada angka 6.000 karton per hari. Untuk itu pihaknya akan terus mengusahakan stok untuk terus terpenuhi.

“Saat ini fokus penyediaan sembako kami di bulan Ramadhan dan jelang hari Raya Idul Fitri adalah ketersediaan beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, dan stok tidak boleh terputus.” tandas Widodo.

(Kr/N1)

Share :

Baca Juga

Dr. R. Stevanus C. Handoko S.Kom., MM anggota DPRD DIY menilai keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan keputusan yang sulit diterima oleh Rakyat saat ini. Foto: Ist

News

Kenaikan Harga BBM hingga 32%, Dr. R. Stevanus: Semakin Menyusahkan Masyarakat DIY

News

Bawaslu Ingatkan KPU untuk Terbuka dalam Tahapan Pemilu 2024
Ilustrasi: nyatanya.com

News

Positif Covid-19 yang Sembuh di DIY Hari Ini Tambah 1.126 Orang
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Kasus Baru Omicron di Indonesia Tambah 11 Kasus, Total 19 Orang Positif
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima penghargaan provinsi terbaik dalam penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan penyelenggaraan (TLHP) pemerintahan daerah. (Foto: Humas Jateng)

News

Quattrick, Jateng Kembali Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

55 RT di DIY Masih Merah, Sri Sultan: Kepatuhan Prokes Kunci Strategis Perangi Covid-19
Sejumlah bangunan rusak akibat gempa di sejumlah wilayah Sumatra Barat pada Jumat (25/2/2022). Parameter gempa yang terjadi bermagnitudo (M)6,2 dan berlangsung pada pukul 08.39 WIB. (Foto: BPBD Sumatra Barat)

News

BNPB Kirim TRC ke Lokasi Terdampak Gempa M6,1 di Sumbar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga. (Foto: Kemen PPPA)

News

Kekerasan Seksual di Ponpes Bandung, Menteri PPPA Harap Hakim Kabulkan Tuntutan JPU