Home / News

Jumat, 8 Oktober 2021 - 22:36 WIB

Setelah Sempat Kosong, Sekda Jateng Kini Dijabat Sumarno

Ganjar melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng, Sumarno sebagai Sekda Jateng definitif. (Foto: Humas Jateng)

Ganjar melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng, Sumarno sebagai Sekda Jateng definitif. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Setelah sempat kosong, jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah akhirnya terisi. Ganjar melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng, Sumarno sebagai Sekda Jateng definitif.

Pelantikan Sumarno dilaksanakan di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Jumat (8/10/2021), dimulai dengan pembukaan amplop berisi nama Sekda terpilih dari Presiden RI Joko Widodo.

Sumarno merupakan Sekda hasil lelang jabatan yang digelar Ganjar. Sumarno terpilih usai bersaing ketat dengan sejumlah kandidat lain. Dan pada seleksi akhir tiga nama yang disetorkan ke Presiden Jokowi, Sumarno terpilih dari kandidat lain, yakni Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, dan Kepala BPSDM Jateng, Arief Irwanto.

“Kami di daerah hanya punya kewenangan untuk menyeleksi. Kami memilih tiga kandidat dan diberikan ke presiden. Di sanalah yang menentukan, ada tim penentu akhir yang memilih,” kata Ganjar ditemui usai pelantikan.

Baca juga   Bulan Dana PMI Terapkan Pembayaran Digital

Menurutnya, siapapun yang jadi pilihan presiden akan diterima. Sebab, tiga calon yang lolos seleksi Sekda kemarin adalah calon-calon yang terbaik.

“Menurut saya tiga calon yang lolos ini yang terbaik, ada Pak Jarwanto, Pak Arief, dan Pak Marno. Pansel sudah melakukan proses seleksi dengan baik,” jelasnya.

Kepada Sumarno, Ganjar memintanya segera tancap gas. Dalam kondisi pandemi yang mulai membaik, kegiatan-kegiatan recovery harus ditingkatkan.

“Banyak hal yang kemarin kita harus tertinggal, khususnya terkait ekonomi. Maka saya minta segera ini diperbaiki. Selain itu, skenario adaptasi kebiasaan baru juga harus dibereskan,” terangnya.

Hal yang mendesak dilakukan saat ini, lanjut Ganjar, adalah membuat rencana aksi terkait politik anggaran. Menurutnya, RAPBD Jateng tahun 2022 sedang dibahas dan ia meminta Sekda segera merancang anggaran dengan maksimal.

“Saya optimis, karena Sekda baru ini dari sisi finance-nya kuat sekali. Di Biro Keuangan dia lama, sehingga merancang keuangan dalam kondisi tidak mudah ini pasti bisa dilakukan,” ucapnya.

Baca juga   Telan Anggaran Rp84 miliar, Masjid Raya Baiturrahman Semarang Direnovasi

Dengan begitu, maka strategi menghadapi turbulensi pandemi diharapkan bisa optimal. Ekonomi masyarakat segera tumbuh dan masyarakat kembali berusaha.

“Satu hal yang juga tidak boleh lupa. Jaga terus integritas, ideologi Negara, dan betul-betul menjadi birokrasi yang melayani,” pungkas gubernur.

Sementara itu, Sekda Jateng Sumarno mengatakan, jabatan itu adalah amanah yang sangat berat. Namun karena diberi kepercayaan, ia mengatakan akan bekerja optimal dalam mengemban amanah tersebut.

“Untuk langkah-langkah kerja, tentu kami akan segera berkoordinasi dan berkonsolidasi dengan teman-teman. Sekda ini lebih pada koordinator, pelaksana teknisnya adalah teman-teman SKPD. Jadi segera kami konsolidasi dan mengakselerasi apa yang diinginkan gubernur dan wakil gubernur bisa tercapai,” katanya. (*)

Share :

Baca Juga

Suasana Pembelajaran Tatap Muka di SD N 9 Boyolali, momen yang dirindukan. (Foto: Diskominfo Kabupaten Boyolali)

News

Guru Harus Datang Lebih Awal, PTM Menjawab Kerinduan Siswa Masuk Sekolah
Wapres Maruf Amin saat menutup PON XX Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani Timur, Jumat (15/10/2021). (Foto:PON XX Papua 2021/M Solihin)

News

Wapres: Kesuksesan PON Papua Cermin Kuatnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Vaksinasi di Kabupaten Sleman terus digenjot. Kini PPKM di Sleman turun dari level 3 ke level 2. (Foto: Humas Sleman)

News

PPKM Sleman Turun Level 2, Masyarakat Diingatkan untuk Tetap Waspada
(nyatanya.com/istimewa)

News

Indofarma Siap Produksi Ivermectin, HET Rp7.885 per Tablet
Di Pekalongan vaksinasi telah diberikan kepada 43 ribuan orang, sehingga masih ada sekitar 190 ribu orang yang belum divaksin. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Pekalongan)

News

190 Ribu Orang Belum Divaksin, Pekalongan Kebut Vaksinasi
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Semarang, Kamis (21/10/2021) mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. (Foto: BPBD Kota Semarang)

News

Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Semarang
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar pertemuan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

55 RT di DIY Masih Merah, Sri Sultan: Kepatuhan Prokes Kunci Strategis Perangi Covid-19
Salah satu stand UMKM yang menjual produk kerajinan lokal khas Papua. (Foto Yudi Rahmat/InfoPublik.id)

News

Transaksi di Pameran UMKM PON Klaster Merauke Capai Rp82 Juta per Hari