Home / News

Kamis, 4 November 2021 - 09:03 WIB

Siaga Bencana, Ganjar: Hidupkan Lagi Ilmu Titen dan Kentongan

Menurut Plt Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Safrudin, inisiasi gubernur berupa ilmu titen dan kentongan itu masih relevan diterapkan di kalangan masyarakat. Sebab, menjadi peringatan di kalangan masyarakat untuk waspada terhadap peristiwa bencana alam. (Foto: Humas Jateng)

Menurut Plt Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Safrudin, inisiasi gubernur berupa ilmu titen dan kentongan itu masih relevan diterapkan di kalangan masyarakat. Sebab, menjadi peringatan di kalangan masyarakat untuk waspada terhadap peristiwa bencana alam. (Foto: Humas Jateng)

NYATANYA.COM, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk kembali menghidupkan kearifan lokal yakni ilmu titen dan kentongan dalam menghadapi bencana alam. Dengan kearifan lokal tersebut diharapkan mampu meminimalisasi risiko jatuhnya korban jiwa maupun luka akibat bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalakhar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Safrudin menyampaikan, saat ini musim hujan telah tiba. Kondisi itu mengakibatkan potensi bencana alam, baik banjir bandang, bencana longsor, hingga potensi gempa yang berpeluang mengancam.

Menurutnya, inisiasi gubernur berupa ilmu titen dan kentongan itu masih relevan diterapkan di kalangan masyarakat. Sebab, menjadi peringatan di kalangan masyarakat, untuk waspada terhadap peristiwa bencana alam.

“Saya pikir masih relevan ya terkait dengan kentongan. Karena itu salah satu early warning system (suatu sistem peringatan/deteksi dini),” kata Safrudin, Rabu (3/11/2021).

Baca juga   Bandara AP I Siap Dukung Embarkasi dan Debarkasi Haji 2022

Selain menghidupkan kearifan lokal itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi informasi-informasi dari BMKG. Setiap saat, BMKG merilis data terkait dengan peringatan dini, seperti rilis data titik daerah yang berpeluang turun hujan.

Selanjutnya, informasi BMKG biasanya disampaikan kepada BPBD kabupaten/kota dengan jejaringnya, yang selanjutnya diteruskan ke kecamatan hingga desa. Termasuk kepada babinsa dan babinkamtibmas.

Dia menambahkan, bencana seperti banjir dan tanah longsor memang terjadi setiap tahun ketika musim hujan tiba. Pemprov sudah menyiapkan langkah-langkah, terutama mengingatkan kembali kabupaten/ kota terkait dengan ancaman hidrometeorologi.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengirimkan surat ke Sekda seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mengantisipasi. Karena kemungkinan juga ada la ninanya seperti yang disampaikan BMKG. Mengingatkan kembali untuk menyebarkan informasi daerah yang rawan bencana,” terang Safrudin.

Baca juga   Percepat Penanganan Bencana, BNPB Kirimkan Bantuan ke Cianjur

Pihaknya juga telah menyampaikan informasi yang menjelaskan daerah yang rawan dengan membuat peta rawan bencana Jawa Tengah, dan itu sudah disampaikan ke kabupaten/kota. Baik terkait daerah rawan banjir hingga longsor.

BPBD juga meningkatkan koordinasi dan konsolidasi segala kekuatan yang ada, seperti TNI, Polri, relawan dan memutakhirkan data kependudukan. Karena ada pertumbuhan penduduk pada daerah terdampak.

Safrudin menambahkan, tak kalah pentingnya, kabupaten/ kota diminta menyebarkan nomor kontak BPBD setempat, yang akan bermanfaat apabila terjadi kondisi darurat.

“Melalui Surat Gubernur, semua kabupaten/kota juga sudah melakukan apel siaga, rakor, hingga apel kesiapsiagaan,” tandasnya.

(*/N1)

Share :

Baca Juga

Tim Penegakan Hukum Kabupaten Demak intensif lakukan operasi peredaran rokok ilegal. (Foto: Diskominfo Demak)

News

Ribuan Rokok Bodong Ditemukan di Kecamatan Gajah
Salah satu kondisi rumah warga yang rusak akibat gempabumi M 5,1 di wilayah Jember Kamis, (16/12/2021). (Foto: BPBD Jember)

News

Update! Sebanyak 31 Rumah di Lima Kecamatan Rusak Akibat Gempabumi M5,1 Jember
Kantor Penghubung Jawa Tengah di Jakarta mulai ramai didatangi masyarakat, Rabu (20/4/2022). Foto: Humas Jateng

News

Hari Pertama Pendaftaran Mudik Gratis Kereta Api, Warga Jateng Sambut Antusias
Presiden Joko Widodo (tengah), UN Deputy Secretary-General Amina Mohammed (keempat kiri) dan Wakil Presiden Zambia W.K. Mutale Nalumango (keempat kanan) berfoto bersama Kepala BNPB Suharyanto (kiri), Special Representative of the Secretary-General for Disaster Risk Reduction Mami Mizutori (Kedua kiri), Menko PMK Muhadjir Effendi (ketiga kiri), The President of the United Nations General Assembly Abdulla Shahid (ketiga kanan), Menlu Retno Marsudi (kedua kanan), Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) beserta perwakilan delegasi sebelum upacara pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

News

PBB Minta Dunia Mencontoh Indonesia dalam Resiliensi Bencana
Foto: ANTARA

News

PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang, Tidak Ada Lagi Daerah Level 4
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Jateng)

News

Sebanyak 4,8 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng Saat Nataru
Perhelatan GPDRR ke-7 sebagai upaya untuk membahas upaya pengurangan risiko bencana sebagai upaya resiliensi berkelanjutan. Foto: InfoPublik/Amiriyandi

News

GPDRR 2022, Ajang Berbagi Informasi dan Referensi Mitigasi Bencana Dunia
Aksi Demo buruh Jatim tolak kenaikan BBM di Surabaya, Selasa (6/9/2022). Foto: selalu.id

News

Aksi Buruh Jatim Tolak Kenaikan BBM Berdamai dengan Pemprov, Ini Kesepakatannya