Home / Plus

Senin, 18 Oktober 2021 - 20:25 WIB

Skanslove Coffee, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pelajar

Misi utama Skanslove Coffee adalah untuk media pembelajaran peserta didik, yang erat kaitannya dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. (Foto: MC Batang)

Misi utama Skanslove Coffee adalah untuk media pembelajaran peserta didik, yang erat kaitannya dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. (Foto: MC Batang)

NYATANYA.COM, Batang – SMKN 1 Batang melaunching Skanslove Coffee sebagai media untuk menumbuhkan dan melatih jiwa kewirausahaan para pelajar, sehingga mereka lebih siap menghadapi persaingan di dunia bisnis.

Kewirausahaan merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipahami para peserta didik, dengan merealisasikan teori yang didapat dari para guru, melalui Skanslove Coffee.

Pelaksana tugas Kepala SMKN 1 Batang Catur Puji Raharjo mengatakan, dipilihnya kopi sebagai menu andalan, karena mayoritas warga Batang adalah pecinta kopi.

“Lewat media kopi, kita bisa memperbincangkan segala macam hal. Obrolan ringan maupun bisnis semua bisa diutarakan secara lebih santai,” katanya, saat ditemui di Skanslove Coffee, SMKN 1 Kabupaten Batang, Senin (18/10/2021).

Ia menerangkan, bahan baku kopi didatangkan langsung dari para petani lokal, di antaranya Temanggung, Tombo – Bandar dan daerah lainnya.

“Kopinya kami roasting sendiri dan langsung dibawa ke sini untuk diseduh dan pengunjung siap menikmatinya,” tuturnya.

Pihak sekolah tetap berupaya mengoptimalkan potensi alumnus SMKN 1 Batang dalam mengelola kafe tersebut.

Baca juga   Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton

“Barista kami datangkan langsung dua alumnus yang punya bakat di dunia kopi,” jelasnya.

Saat ini, pihak sekolah belum mengarah pada keuntungan, namun lebih mengedepankan nilai edukasi kepada anak didik. Kalaupun ada keuntungan yang didapat, ya untuk pengembangan Skanslove Coffe. Jadi untuk sekarang ini tidak ada anak dapat honor.

Namun bukan tidak mungkin, apabila perkembangannya makin baik, akan mengarah pada keuntungan. Dalam dua tahun, kami menargetkan bisa mengarah pada keuntungan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Ernest Ceti Septyanti mengutarakan, misi utama Skanslove Coffee adalah untuk media pembelajaran peserta didik, yang erat kaitannya dengan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja.

“Mayoritas alumnus SMK banyak yang memilih menjadi wirausahawan. Maka SMK 1 Batang memiliki tantangan dalam memberikan pengalaman belajar ekstra, untuk berwirausaha bagi anak didiknya,” terangnya.

Ia mengharapkan, kafe ini tidak hanya sekadar melayani konsumen, tapi juga digunakan sebagai pusat penelitian terhadap pelanggan.

Baca juga   Dua Tahun Libur, Pasar Minggon Jatinan Kembali Dibuka

“Anak-anak diajari mengamati perilaku konsumen, mengembangkan produk usaha, kemasan dan pemasaran digital hingga literasi finansial, sehingga mampu mengelola keuangan dengan baik dan benar,” harapnya.

SMK berupaya melatih kewirausahaan anak didiknya, namun disesuaikan dengan kegemarannya. Tempatnya pun berada di lingkungan sekolah, karena memudahkan para guru memantau perilaku siswanya.

Salah satu Barista Gio mengungkapkan, rasa bangga dengan SMK 1 Batang yang memiliki inovasi menarik, karena baru pertama kali, sebuah sekolah memiliki coffe shop sendiri.

“Kami berusaha menonjolkan cita rasa, kenyamanan tempat dan pelayanan yang bagus,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjadi Barista di salah satu Coffee Shop ini mengatakan, untuk menjadi pengusaha muda harus memiliki keberanian untuk mencoba inovasi baru dalam memasarkan produk secara online.

“Untuk adik-adik kelas manfaatkan waktu praktik di Skanslove Coffee ini sebaik-baiknya. Buat usaha kopi sendiri, karena bisnis ini sedang naik daun dan menjanjikan,” ujar dia. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Dengan menggarap lahan nganggur menjadi kebun sayur, kelompok tani ibu-ibu PKK Srikandi Desa Jetis Wetan ini berharap dapat menginspirasi masyarakat dalam bidang pertanian. (Foto: Diskominfo Klaten)

Plus

PKK Pedan Hijaukan Tanah Kas Desa dengan Sayuran Organik
Dengan kain ecoprint produksinya, menjadi salah satu penyemangat Sanggar Pawonjogan untuk terus berbagi kepada banyak orang. (Foto: agoes jumianto)

Plus

Sanggar Pawonjogan, Bangun Semangat Berbagi dan Tak Ingin Menyerah dengan Pandemi
Sendang Kanjengan, airnya tak pernah kering meski musim kemarau. (Foto: MC Kab Klaten)

Plus

Tak Banyak yang Tau, Ada Sendang Kanjengan di Dalam Gedung Perpustakaan Klaten
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Solar Indonesia melalui inovasi gerobak listriknya. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Gelis Bantu Digitalisasi UMKM Pasarkan Produknya
Launcing Indikasi Geografis Gebyar Batik Nitik DIY bertempat di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul (23/11/2021). (Foto: Humas Bantul)

Plus

Launching Indikasi Geografis Gebyar Batik Nitik DIY
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi Eyang Soegijo Saputro di kediamannya di Gondokusuman Yogyakarta Minggu (14/11/2021). (Foto: Humas Pemda DIY)

Plus

Eyang Soegijo Saputro, Saksi Hidup Lahirnya Hari Kesehatan Nasional
Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
Noken buatan mama-mama Kamoro cukup diminati konsumen. Menurut Emeliana hasil rajutanya lumayan laku selama PON Papua, khususnya di Klaster Mimika. (Foto: Ryiadhy InfoPublik).

Plus

Noken Buatan Mama-mama Kamoro Laris Manis di PON XX Papua