Home / Plus

Jumat, 20 Agustus 2021 - 23:42 WIB

SMAN 2 Temanggung Siapkan Agen Anti Bullying

Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 Temanggung disiapkan menjadi agen perubahan antiperundungan. (Foto:Diskominfo Jateng)

Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 Temanggung disiapkan menjadi agen perubahan antiperundungan. (Foto:Diskominfo Jateng)

NYATANYA.COM, Temanggung – Sebanyak 30 siswa SMA Negeri 2 Temanggung disiapkan menjadi agen perubahan antiperundungan. Mereka diharapkan dapat mengedukasi temannya, untuk mencegah aksi-aksi perundungan.

Kepala SMAN 2 Temanggung Bambang Heryanto menyampaikan, bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan, salah satunya dengan kegiatan roots day di SMA Negeri 2 Temanggung, dengan melakukan sosialisasi kepada 30 siswa yang disiapkan menjadi agen perubahan antiperudungan.

“Ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan, yang bekerja sama dengan Puspeka dan Unicef,” katanya, saat ditemui seusai membuka sosialisasi pencegahan perundungan di Aula SMAN 2 Temanggung, Kamis (19/8/2021).

Ditambahkan, program itu sangat penting mengingat masih banyaknya perundungan atau bullying di lingkungan tempat tinggal atau sekolah. Sehingga, berefek negatif bagi pelaku maupun korban perundungan.

Baca juga   Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry

“Makanya, diperlukan kegiatan semacam ini, agar tindakan perundungan bisa dihindari di manapun, khususnya di sekolah-sekolah,” beber Bambang.

Bambang menyampaikan, sebagai langkah awal pihaknya menyiapkan 30 agen perubahan antiperundungan dari perwakilan tiap-tiap kelas. Mereka diharapkan bisa menjadi penggerak, mengedukasi rekan-rekannya, agar mencegah aksi-aksi perundungan.

“Dari 30 (orang) calon agen perubahan ini nanti bisa melaporkan atau menyampaikan informasi kepada pembimbing atau pembina, jika melihat ada aksi perundungan,” terang Bambang.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Pramesti Ariyani mengatakan, untuk menjadi agen perubahan, 30 siswa terlebih dahulu mendapat sosialisasi materi dasar tentang perundungan serta dampaknya.

Selain dari guru pembimbing, materi juga disampaikan oleh pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB), serta Polres Temanggung.

Baca juga   Yuk, Kenali Macam Wadah Sesaji Daun Pisang dalam Upacara Tradisi Keraton

“Dari sosialisasi dasar ini, para agen perubahan akan mengerti apa itu perudungan, baik yang fisik maupun verbal, serta dampak negatifnya. Sehingga nantinya bisa diperoleh pemahaman bersama,” katanya.

Pramesti menambahkan, 30 siswa ini terpilih dari sekitar 950 siswa SMAN 2 Temanggung. Mereka merupakan perwakilan dari kelas, yang sebelumnya telah memberikan aspirasi dan dipandang mampu menjadi agen perubahan.

Sementara itu, salah satu calon agen perubahan antiperundungan, Via Anna, mengatakan senang terpilih menjadi salah satu agen perubahan antiperudungan. Sebab, secara pribadi dirinya tidak setuju dengan praktik-praktik perundungan atau bullying, khususnya di lingkungan sekolah.

“Sebagai agen perubahan, saya harus memberi contoh agar tidak melakukan bullying, dan mencegah adanya aksi bullying di sekolah,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerima bibit pohon dari Fahmi Ali dan Lukman, yang berkeliling Indonesia mengkampanyekan menanam pohon. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Plus

Bersepeda Keliling Indonesia, Fahmi dan Lukman Kampanyekan Menanam Pohon
Kreativitas warga Balirejo tak berhenti disitu, mereka juga berinovasi dengan hasil panen strawberry. Strawberry tersebut diolah oleh ibu-ibu PKK kampung Muja muju menjadi berbagai camilan. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Plus

Warga Balirejo Sulap Gang Gersang Jadi Kebun Strawberry
Mulyana, di luar aktivitasnya sebagai guru SD, suskes menjalankan usaha beternak bebek petelur. (Foto: zainuri arifin)

Plus

Mantab! Guru SD Ini Raup Rp14 Juta/ Bulan dari Beternak Bebek
Tri Tunggal mengaku mengembangkan konsep marketing sedekah. Tidak punya tim pemasaran, namun kualitas produk dan kepercayaan pelanggan sangat dijaga, termasuk kebiasaannya yang gemar sedekah. (Foto:Diskominfo Kab Klaten)

Plus

Pensiun Dini, Tri Tunggal Sukses Kembangkan Bisnis Berbasis Marketing Sedekah
Anak-anak di Desa Nglobo mengekspresikan dukungannya pada atlet Jateng yang berlaga di PON XX Papua dengan menggambar. (Foto: Dokumentasi Sedulur Art Blora)

Plus

Begini Anak-anak Desa Nglobo Dukung Atlet Jateng Berlaga di PON XX Papua
Danar dan Pipit menjadi Super Hero agar anak-anak senang dan terhibur di tengah pandemi. (Foto: dokumentasi pribadi)

Plus

Super Hero Beri Bantuan dan Hibur Anak-anak yang Isoman
Dengan kain ecoprint produksinya, menjadi salah satu penyemangat Sanggar Pawonjogan untuk terus berbagi kepada banyak orang. (Foto: agoes jumianto)

Plus

Sanggar Pawonjogan, Bangun Semangat Berbagi dan Tak Ingin Menyerah dengan Pandemi
Selain banyak diminati konsumen di Indonesia, batik ciprat ini mulai diminati para konsumen dari Malaysia dan Irlandia. (Foto:Diskominfo Kabupaten Temanggung)

Plus

Batik Ciprat Difabel Diminati Pasar Malaysia dan Irlandia