Home / News

Jumat, 9 September 2022 - 12:29 WIB

Soal Saus Sambal Ayam Goreng dan Kecap Manis ABC yang Ditarik Edar di Singapura, Ini Kata BPOM

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

NYATANYA.COM, Jakarta – Belum lama ini beredar kabar bahwa saus sambal ayam goreng dan kecap manis ABC ditarik oleh Otoritas Keamanan Pangan Singapura (Singapore Food Agency/SFA). Penarikan resmi dilakukan SFA pada Selasa, 6 September 2022.

Hal ini dilakukan lantaran kedua produk tersebut mengandung alergen yang tak dicantumkan dalam kemasan.

Terkait hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut angkat bicara. Menurut badan ini, kedua produk ditarik dari peredaran karena tidak mencantumkan informasi alergen sulfit dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pengawet benzoat pada label produk.

SFA menyatakan bahwa keberadaan sulfit sebagai alergen tidak menimbulkan isu keamanan pangan pada konsumen secara umum. Ini hanya akan berpengaruh pada konsumen yang memiliki riwayat alergi.

Baca juga   Sidak ke PT PPI, Pengiriman Minyak Goreng Molor Bikin Ganjar Emosi

Produk temuan SFA tersebut berlabel bahasa Indonesia, yang ditutup dengan label berbahasa Inggris dengan informasi yang tidak lengkap, termasuk tidak mencantumkan informasi alergen sulfit dan penggunaan BTP pengawet benzoat.

“Produk diekspor oleh eksportir yang tidak terkait langsung dengan PT Heinz ABC Indonesia sebagai produsen,” mengutip keterangan BPOM pada Jumat, 9 September 2022.

Kedua produk tersebut tidak diekspor menggunakan Surat Keterangan Ekspor (SKE) BPOM. Pasalnya, SFA tidak mewajibkan SKE baik berupa Health Certificate atau Certificate of Free Sale untuk setiap pemasukan produk pangan ke Singapura.

Baca juga   Hydrant Kering di Kampung Padat Penduduk Cegah Kebakaran

Tidak terdapat perbedaan regulasi di Indonesia maupun Singapura terkait pencantuman informasi alergen sulfit dan BTP pengawet benzoat pada produk saus sambal dan kecap manis ABC.

Kedua produk tersebut telah dievaluasi terkait mutu produk dan keamanannya. Artinya, kedua produk sudah melalui evaluasi hasil pengujian sehingga mendapatkan izin edar BPOM dan dapat beredar di Indonesia.

Hasil pengawasan BPOM terhadap label kedua produk di peredaran telah sesuai dengan persetujuan BPOM, termasuk telah tercantum informasi alergen sulfit dan BTP pengawet benzoat.

BPOM memberikan peringatan kepada produsen dan eksportir untuk memastikan penggunaan label produk yang diekspor sesuai ketentuan negara tujuan ekspor. (*)

Share :

Baca Juga

Polres Sukoharjo menyelenggarakan pelatihan BHD kepada santri Pondok Pesantren Tahfidz Azzayadiy. (Foto: dokumen Polres Sukoharjo)

News

Peringati Hari Bhayangkara ke-77, Polres Sukoharjo  Latih BHD Santri Ponpes Azzayadiy
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Istimewa/Biro Humas DPR)

News

Ketua DPR Menilai PPKM Nataru Sesuai Kondisi Daerah, Penuhi Asas Keadilan
Foto: ANTARA

News

Subsidi BBM Dinilai Tak Tepat Sasaran, Dinikmati Orang Kaya
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: InfoPublik/Istimewa

News

Menko Perekonomian: Banyak Negara Berkembang Ingin Mereplikasi Program Kartu Prakerja
Menkominfo Johnny G Plate. (Foto: Biro Humas Kementerian Kominfo)

News

Peringati Hari Pahlawan, Menkominfo: Jadikan Ruang Digital Tempat Berbagi Ide Progresif
Tim Survei dari kloter 65 SUB Kabupaten Mojokertosaat melakukan pengecekan persiapan wukuf. (Foto: Muhammad Sirojuddin)

News

Jelang Wukuf, Petugas Kloter 65 SUB Mojokerto Survei Persiapan Tenda Hingga Toilet
Ganjar Pranowo dalam kunjungannya ke Rembang. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kasus Turun Hingga 40 Persen, Ganjar Pranowo Apresiasi Penanganan Covid-19 di Rembang
Presiden Joko Widodo melalui siaran daring pada Kamis (17/2/2022) dari Istana Kepresidenan Bogor dengan peserta vaksinasi Covid-19. (Foto: Istimewa/BPMI/Setpres)

News

Presiden: Stoknya Cukup, Tak Ada Alasan Vaksinasi Covid-19 Lambat