Home / Alutsista

Minggu, 11 Juli 2021 - 17:19 WIB

SPR-1 Senapan Runduk Pertama Produk Dalam Negeri

Senapan Penembak Runduk (SPR-1) salah satu senjata buatan dalam negeri.  (Foto: nyatanya.com/istimewa)

Senapan Penembak Runduk (SPR-1) salah satu senjata buatan dalam negeri. (Foto: nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Jakarta – Senapan tembak jitu atau senapan runduk buatan pabrik senjata Pindad, yaitu Senapan Penempak Runduk (SPR-1) memang sempat kalah populer dibanding ‘adik-adiknya’ seperti  SPR-2 kaliber 12,7 mm, SPR-3 kaliber 7,62 mm dan SPR-4 kaliber 8,6 mm (Lapua Magnum).

Senapan runduk generasi pertama buatan pabrik senjata asal Kiara Condong, Bandung ini lahir di tahun 2000. Saat itu Indonesia terkena embargo senjata dari pihak Barat dan pada saat bersamaan konflik bersenjata di Aceh melawan kelompok GAM sedang panas-panasnya

Untuk membekali prajurit (khususnya sniper) yang akan turun di medan laga, TNI AD bekerja sama dengan Pindad mengembangkan senapan runduk baru yang lebih mumpuni. Tak seratus persen baru, senapan ini dikembangakan berdasarkan Mauser SP 66 buatan Jerman yang dimiliki TNI AD dalam jumlah cukup banyak.

Baca juga   Berdaya Tembak 40 Km, Meriam 155 Caesar Setia Kawal NKRI

Mengenai cara kerjanya, SPR-1 serupa dengan senapan Mauser SP 66. Yakni menganut sistem short-throw bolt action. Yang sedikit membedakan, adalah umpan peluru. Bila Mauser SP 66 tersedia magasen untuk tiga putaran, sedangkan SPR-1 hanya satu putaran (one shot) saja.

Untuk kenyamanan penggunanya, senapan berangka kayu dan berbobot 6 kg lebih ini dilengkapi sandaran pipi di popornya yang ketinggiannya bisa diatur. SPR-1 juga telah menggunakan bipod tipe Harris untuk penyetabil serta teropong bidik merk Leopard 4X

Baca juga   Senapan Serbu Buatan Pindad Jadi Kebanggaan Indonesia

Sebelum masuk jalur produksi, SPR-1 telah diuji coba secara intensif bahkan juga diadu dengan senapan runduk koleksi TNI AD lainnya. Di lapangan, SPR-1 terbukti sanggup mengungguli senapan runduk kaliber yang sama (7,62X51 mm) yakni Steyr SSG-69, Galil Sniper, dan Accuracy International AW.

Disebutkan juga, SPR-1 mampu mengenai sasaran tembak sejauh 900 meter dengan diameter perkenaan 14 cm. Sedangkan senapan runduk lainnya jarak jangkauan efektifnya hanya 600 meter saja.   (N2)

Share :

Baca Juga

Senapan serbu mesin ringan jenis FN-Minimi banyak digunakan oleh pasukan dari Batalyon Infanteri di Indonesia. (Foto : nyatanya.com/istimewa)

Alutsista

FN Minimi Salah Satu Senjata Mesin Ringan Andalan Pasukan Infanteri
Alustsista jenis Panser Saladin kendati berusia tua terbukti miliki sejarah hebat negeri ini. (Foto: nyatanya.com/istimewa

Alutsista

Panser Saladin, Meski Lanjut Usia Tapi Miliki Sejarah Hebat di Indonesia
Tank Harimau Hitam alutsista karya anak bangsa mesin pembunuh penjaga NKRI. (Foto : dokumentasi TNI)

Alutsista

Tank Harimau Hitam, Mesin Pembunuh Pengawal NKRI Karya Anak Bangsa
Tank Leopard jadi kebanggaan Indonesia. Foto : nyatanya.com/istimewa

Alutsista

Tank Leopard Mesin Perang Penjaga NKRI
Senapan serbu jenis SS-1 R5 produksi Pindad. Nyatanyacom/istimewa

Alutsista

Senapan Serbu Buatan Pindad Jadi Kebanggaan Indonesia
Meriam Caesar 155 Alutsista TNI siap mengawal NKRI. (Foto: dokumentasi TNI AD)

Alutsista

Berdaya Tembak 40 Km, Meriam 155 Caesar Setia Kawal NKRI
Pesawat tempur T-50 Golden Eagle menjadi alutsista yang siap menjaga kedaulatan NKRI. (Foto: dokumentasi TNI)

Alutsista

Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle Penjaga Kedaualatan NKRI