Home / Olga

Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:30 WIB

Sri Mayasari Pecahkan Rekor Bertahan 37 Tahun Emma Tahapary

Pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari berselebrasi usai mencapai garis finis dalam final lari 400 meter putri PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (12/10/2021). Sri Mayasari meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional dan PON dengan catatan waktu 53,22 detik, sementara pelari DI Yogyakarta Rahma Annisa meraih medali perak serta pelari Bali Dewi Ayu Agung Kurniy meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.

Pelari Sumatera Selatan Sri Mayasari berselebrasi usai mencapai garis finis dalam final lari 400 meter putri PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (12/10/2021). Sri Mayasari meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional dan PON dengan catatan waktu 53,22 detik, sementara pelari DI Yogyakarta Rahma Annisa meraih medali perak serta pelari Bali Dewi Ayu Agung Kurniy meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom.

NYATANYA.COM, Mimika – Kabar bagus datang dari lintasan atletik Pekan Olahraga Nasional 2021 di Papua. Pelari Sumatra Selatan, Sri Mayasari yang tampil di final nomor 400 meter putri berhasil menembus garis akhir terdepan dengan waktu 53,22 detik.

Dalam lomba yang diadakan di Stadion Atletik Mimika Sport Complex, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (12/10/2021), Sri juga mempertajam rekor nasional atas nama Emma Tahapary yang telah bertahan selama 37 tahun.

“Saya memang punya target memecahkan rekornya,” kata Sri yang juga mencetak rekor baru PON seperti diwartakan Antara.

Emma Tahapary adalah salah satu sprinter putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Istri mendiang penyanyi ternama Jopie Latul itu mencetak waktu 54,20 detik di nomor 400 meter yang ia ciptakan pada Kejuaraan ASEAN 1984 di Manila, Filipina.

“Selama 37 tahun saya pegang rekor. Saya tunggu siapa yang bisa memecahkan, sampai akhirnya bisa pecah hari ini. Sangat membanggakan,” ujar Emma yang ikut hadir di Mimika Sport Complex.

Emma yang juga salah satu pengurus di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) berharap juniornya itu dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat Asia dan dunia. Emma mengaku, Sri kerap berdiskusi dengannya mengenai program latihan khususnya untuk nomor 400 meter.

Pemecahan rekornas juga dilakukan perenang putri DKI Jakarta Angel Gabriela Yus di penyisihan nomor Gaya Kupu-kupu 50 Meter. Ia menjadi yang tercepat dengan waktu 27,40 detik sekaligus memperbaiki catatannya sendiri yang dibuat di Singapura, 2020 lalu.

Baca juga   Perunggu Anthony Jadi Penutup Manis Penampilan Indonesia di Olimpiade Tokyo

Angel merupakan juara pada final nomor Gaya Kupu-kupu 50 Meter dan menyumbang sekeping emas PON Papua untuk kontingen ibu kota. Sepanjang laga Selasa, tercipta enam rekor PON baru dan dua pemecahan rekornas yang dilakukan para atlet dari lintasan atletik dan kolam renang.

Sementara itu, kabar gembira ikut menghampiri kontingen Kalimantan Tengah. Setelah berhari-hari puasa emas, akhirnya mereka untuk pertama kali meraihnya. Torehan emas itu diciptakan dari Teluk Youtefa, arena cabang dayung disiplin perahu tradisional yang berada di perairan Kota Jayapura.

Terdiri dari 22 atlet yang mengemudikan perahu naga pada final nomor campuran Traditional Boad Race 1.000 Meter, Hengki Pernando dan kawan-kawan menjadi yang tercepat mengalahkan Jawa Barat dan Sulawesi Tenggara.

Ketua Harian KONI Kalteng sekaligus wakil ketua kontingen, Christian Sancho mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi emas dari dayung. Ia berharap Kalteng masih dapat merebut dua emas lagi dari dua nomor lainnya dalam cabang dayung.

“Semoga Kalteng mendapatkan hasil serupa dari nomor 200 dan 500 meter cabang dayung sehingga bisa sesuai target medali emas,” kata Christian.

Hasil ini membuat Kalteng untuk sementara naik ke peringkat 27 dengan torehan 1 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Provinsi yang dipimpin Gubernur Sugianto Sabran ini lepas dari bayang-bayang tanpa emas yang saat ini masih dialami Papua Barat, Kalimantan Utara, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat.

Baca juga   Bayangan Suram tentang Papua Sirna Selama PON XX

Masih dari Kalimantan, pegulat putra Fahriansyah menyumbang emas bagi Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam final nomor Gaya Bebas 86 Kilogram ia sukses mengalahkan Krisna (Jawa Timur). Pelatih gulat Kalsel, Zulhaidir mengaku puas dengan prestasi anak asuhnya. Cabang gulat menjadi andalan Kalsel yang menurunkan sembilan pegulat.

Sejauh ini dari matras gulat di venue GOR Futsal Dinas Pemuda dan Olahraga, Merauke, Kalimantan Selatan sudah merebut dua keping emas dan dua perunggu.

“Medali emas pertama direbut Arbainsyah lalu disusul Fahriansyah dan dua perunggu disumbang Roxana serta Aditya,” kata Wakil Sekretaris Umum KONI Kalteng Hesly Junianto sekaligus menyerahkan uang tunai sebagai bonus kemenangan kepada Fahriansyah.

PON Papua diikuti oleh 7.039 atlet dan mereka berlomba untuk memperebutkan 681 emas, 681 perak, dan 681 perunggu pada 37 cabang, 56 disiplin, dan 681 nomor pertandingan. Mereka berlaga di 44 venue yang tersebar di empat klaster.

Presiden Joko Widodo telah membuka secara resmi PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam. PON Papua akan berakhir pada 15 Oktober 2021. (*)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Menpora RI Zainudin Amali mengungkapkan bahwa dirinya melakukan Rapat Kabinet Terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) di Istana Negara, Jumat (22/10/2021) siang.(Foto:Egan/kemenpora.go.id)

Olga

Presiden Minta Kasus WADA Diinvestigasi dan Hasilnya Diumumkan Secara Terbuka
Pada laga perdana, tim polo air putri DKI Jakarta menang telak atas DIY dengan skor 19-3. (Foto:rayki/kemenpora.go.id)

Olga

Laga Perdana Polo Air PON XX, Tim Putri DIY Akui Ketangguhan DKI Jakarta
Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan tali asih kepada atlet PON XX Papua asal Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten)

Olga

Atlet Klaten Peraih Medali PON Papua Terima Tali Asih dari Pemkab
Pelari Nusa Tenggara Barat Lalu Mohammad Zohri (kiri) mencapai garis finis dalam final nomor lari 100 meter putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (6/10/2021). Zohri meraih medali emas, sementara pelari Nusa Tenggara Barat lainnya Sudirman Hadi meraih medali perak dan pelari Kalimantan Tengah Eko Rimbawan meraih medali perunggu. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

Olga

Melesat bak Peluru, Sprinter Zohri-Tyas Kuasai 100 Meter
Menpora Amali saat konferensi pers terkait hasil Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar virtual. (Foto: bagus/kemenpora.go.id)

Olga

Terkait Hasil Olimpiade Tokyo 2020, Menpora Bakal Ubah Paradigma
Pemain PSS saat menjalani fisioterapi. Foto: nyatanya.com/UNISA

Olga

Cek Kebugaran, PSS Datangi Klinik Fisioterapi Unisa
Menpora RI Zainudin Amali melaunching Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) 2022 Sumatera Selatan. (Foto:raiky/kemenpora.go.id)

Olga

Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional Digelar di Sumsel Juli 2022
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali saat jumpa pers virtual tentang hasil Olimpiade 2020 Tokyo.(Foto: bagus/kemenpora.go.id)

Olga

Menpora: Olimpiade 2020 Banyak Perubahan dan Kejutan