Home / Peristiwa

Kamis, 16 September 2021 - 09:16 WIB

Sri Sultan: KPPU Diharapkan Turut Bangun Struktur Ekonomi

Sri Sultan saat Peresmian Kantor KPPU Wilayah VII. (Foto: Humas Pemda DIY)

Sri Sultan saat Peresmian Kantor KPPU Wilayah VII. (Foto: Humas Pemda DIY)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bisa turut membangun struktur ekonomi yang semakin sehat.

Karena faktanya, penyimpangan atau persaingan usaha yang tidak sehat, tidak hanya berasal dari perilaku pelaku usaha, tapi juga dari kebijakan-kebijakan yang dirancang pemerintah sendiri. Guna mengantisipasi penyimpangan persaingan usaha, Sri Sultan berharap adanya forum asistensi KPPU.

Hal ini diungkapkan Sri Sultan saat Peresmian Kantor KPPU Wilayah VII pada Rabu (15/9/2021).

“Dari sisi Pemerintah Daerah DIY, jika dimungkinkan, saya mohon dibukanya forum asistensi KPPU bagi para petugas pengadaan serta pelelangan barang dan jasa untuk Pemda DIY maupun kabupaten/kota se-DIY, agar menghindari terjadinya penyimpangan yang berpotensi timbulnya persaingan tidak sehat,” ucap Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, jika harapan itu bisa diwujudkan tanpa diskriminasi, maka persaingan sehat akan meningkatkan efisiensi ekonomi, melahirkan inovasi, mewujudkan iklim usaha yang kondusif, dan menjamin kesempatan berusaha yang sama. Dampaknya tentu akan meningkatkan kesejahteraan.

“Untuk mencapai kondisi ini, KPPU bertugas untuk memastikan semua sektor usaha berjalan dan bersaing sehat. Karena didukung dengan regulasi yang bersih, dan tidak memfasilitasi praktik monopoli,” imbuh Sri Sultan.

Baca juga   FKY Mereka Rekam, Menelusuri Jejak Gamelan di Yogyakarta

Sri Sultan menambahkan, persaingan harus dipandang sebagai hal yang positif dan sangat esensial dalam dunia bisnis. Dengan persaingan, para pelaku usaha akan berlomba terus-menerus memperbaiki produk dan melakukan inovasi untuk memberikan yang terbaik di konsumen.

“Namun seiring dengan berjalannya bisnis, para pelaku usaha sering lupa bagaimana bersaing dengan sehat, sehingga muncul praktik monopoli dan mengabaikan kebutuhan konsumen. Di sini monopoli diartikan sebagai kekuasaan mutlak dalam menentukan harga, kualitas, dan kuantitas produk,” jelas Sri Sultan.

Selanjutnya, Gubernur DIY menyatakan bahwa bisnis yang beretika diperlukan untuk melindungi kepentingan masyarakat. Rambu-rambu etika berbisnis diperlukan sesuai kode etik profesi yang tertulis agar tercipta bisnis yang beretika. Oleh karena itu, lahirlah produk-produk hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPPU RI, Kodrat Wibowo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY karena telah memperkenankan salah satu aset gedungnya difungsikan sebagai pusat persaingan usaha dan kemitraan di DIY dan Jawa Tengah. KPPU Kanwil VII ini memiliki wilayah kerja mencakup DIY dan Jawa Tengah.

Baca juga   PPKM Level 4, Warung Makan Boleh Buka Sampai Pukul 9 Malam

“KPPU di daerah tidak ubahnya dengan KPPU di pusat. Di sini kita dapat melakukan diskusi, konsultasi, penelitian, sosialisasi hingga pelaporan masyarakat sampai yang berada di tingkat paling bawah sekalipun. Tugas utama KPPU memang pada pencegahan, namun KPPU juga memiliki wewenang menindak,” paparnya.

Diungkapkan Kodrat, KPPU Kanwil VII ini memiliki sedikit keistimewaan dibanding kanwil yang lain karena memiliki pusat kemitraan yang dinamakan Omah Kemitraan. Omah Kemitraan bertujuan menjadi pusat edukasi maupun konsultasi bagi pelaku usaha, baik usaha besar maupun UMKM dalam membuat dan menjalankan kemitraan yang baik.

“Dengan fungsi pencegahan ini, diharapkan pemerintah di daerah dapat membantu proses harmonisasi regulasi yang di dalamnya memuat nilai-nilai persaingan usaha yang sehat. Saya juga mendorong jajaran pemerintah daerah untuk tidak sungkan mengajak KPPU berdiskusi terkait penyusunan apapun bentuk aturan dan kebijakan yang terkait usaha atau kegiatan di bidang ekonomi,” jelasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Dua orang pengunjung Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai sedang mendapatkan penjelasan tentang batik dari penjaga stan, Sabtu (9/10/2021) di Dubai, Uni Emirat Arab. (Foto: Kemendag)

Peristiwa

Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai Tarik Minat 50 Ribu Pengunjang selama Dua Pekan
Ganjar Pranowo mengunjungi makam jurnalis yang menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia kepada dunia dengan sandi morse. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Ganjar Ziarah ke Makam Soegiarin, Jurnalis yang Viralkan Kemerdekaan Indonesia
Danramil Tegalrejo menyambangi satpam SMUN 2 Yogya berikan motivasi dan semangat melalui Komsos. Foto:nyatanya.com/istimewa

Peristiwa

Melalui Komsos, Danramil Tegalrejo Berikan Motivasi Penjaga Sekolah
Penyemprotan disinfektan di objek-objek vital di Kota Batang. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Langgar Aturan Selama PPKM Darurat Bakal Ditindak Tegas
Kubis dari tanah Ngablak banyak diminati masyarakat luar daerah. (Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

Kubis Ngablak Diminati Konsumen Luar Daerah
Bupati Temanggung HM Al Khadziq. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Kasus Covid Turun, Kabupaten Temanggung Kini Level 3
PMI Kabupaten Semarang menerapkan model scan QR code saat pelaksanaan bulan dana PMI 2021. (Foto:Diskominfo Kab.Semarang)

Peristiwa

Bulan Dana PMI Terapkan Pembayaran Digital
Selama di Papua, Ganjar Pranowo menyempatkan diri mengunjungi wiswa atlet yang diperuntukkan bagi tim Jateng di sejumlah tempat. Tak hanya memberikan motivasi, Ganjar juga memastikan kondisi atletnya selama di Papua. (Foto:Humas Jateng)

Peristiwa

Sambangi Wisma Atlet Jateng di Mimika, Ganjar Nemu Sambal Petai