Home / News

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:23 WIB

Sri Sultan Tegas! Penyaluran Bansos Harus Bebas Potongan Liar

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa bantuan sosial (bansos) sejatinya tidak boleh dibebani potongan apapun, baik oleh perangkat maupun Satgas Covid-19.

“Idiom budaya ngono ya ngono ning aja ngono, memang harus kita tinggalkan karena sama saja itu memperbolehkan penyimpangan kecil-kecilan. Sebab, justru berawal dari sikap permisif terhadap hal yang kecil inilah kemudian menjadikannya musuh terbesar pemberantasan korupsi,” jelas Sri Sultan, Jumat (22/10/2021) siang.

Pernyataan tersebut merupakan satu dari tiga alasan pemilihan Kalurahan Srigading, Bantul sebagai tempat dilaksanakannya program vaksinasi dan penyerahan 3.000 paket bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Agenda yang diinisiasi AKABRI ’89 dalam rangka HUT ke-76 TNI ini diikuti sekitar 1000 warga dari empat desa yaitu Murtigading, Gadingharjo, Gadingsari, dan Srigading ini.

Hadir pada agenda tersebut, Danlantam TNI AL V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, M. Tr(Han)., M.Tr. Opsla., CHRMP. Selain itu, agenda ini turut dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslich, Danlanal Yogyakarta Kolonel (Laut) Damayanti S.H., CHRMP., Wakapolda DIY Brigjend. (Pol) Slamet Santoso, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana, dan perwakilan Forkominda Kabupaten Bantul.

Selain penegasan untuk tak memotong nominal bantuan sosial, Sri Sultan lantas mengemukakan dua alasan lainnya, yakni pencegahan penularan Covid-19 dan penguatan identitas Bantul sebagai kawasan penghasil bawang merah.

“Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dari klaster hajatan. Maksimal yang datang 50 orang dengan protokol kesehatan ketat dan dilarang untuk menyajikan hidangan atau makanan yang disantap di lokasi,” ungkap Sri Sultan.

Baca juga   Tertinggi dalam Sepekan, Positif Covid-19 di DIY Tambah 1.809 Kasus

Alasan selanjutnya adalah kelompok tani Kalurahan Srigading dinilai inovatif, karena mampu menemukan dan menerapkan teknologi tepat guna yang disebut ‘irigasi-kabut’ untuk menjaga kelembaban tanaman. Teknologi tersebut ditemukan secara otodidak setelah melakukan percobaan melalui trial and error dalam waktu cukup lama.

Bawang merah, sebagai tanaman holtikultura, sukar bertahan hidup di lahan pasir dekat pantaid engan suhu hingga 30 derajat Celcius karena akan mudah kisut karena suhu terlalu panas akibat terpapar air garam. Namun ini justru sebaliknya, malah menghasilkan kenaikan produktivitas per hektar.

“Sehingga wajar kiranya, jika Bupati Bantul, semakin yakin bisa menjalankan keputusan Kementerian Pertanian, yang menetapkan Bantul sebagai salah satu food estate nasional,” terang Sri Sultan.

Di sisi lain, Sri Sultan lantas menyoroti pentingnya memuliakan hak penerima bansos.

“Seorang manusia yang wajib kita jaga juga martabatnya, sama sekali tidak boleh kita rampas hak-hak dasarnya untuk memperoleh santunan dari pemerintah,” tegas Sri Sultan.

Selain persoalan bansos, Sri Sultan juga merasa bersyukur atas capaian persentase vaksinasi DIY per 19 Oktober 2021.

“Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial DIY, capaian dosis 1 DIY mencapai 91,15% dan dosis 2 mencapai 66,49%. Untuk bansos DIY telah mencapai 91,37%,” urai Sri Sultan.

Ke depan, Sri Sultan berharap agar kegiatan bansos dan vaksinasi dapat terus diupayakan sebab akan berpengaruh pada percepatan target capaian di DIY.
“Penyerahan paket sembako dan vaksinasi ini patut kita apresiasi, teriring ucapan terima kasih dari pemerintah dan masyarakat DIY. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa berkenan melimpahkan berkah-Nya,” tutup Sri Sultan.

Baca juga   Jogja Museum Expo Phalacitta, Inspirasi di Balik Koleksi

Agenda selanjutnya ditutup dengan penyerahan paket sembako secara simbolis oleh Sri Sultan kepada lima orang perwakilan warga terdampak pandemi. Sri Sultan selanjutnya melakukan peninjauan ke lokasi vaksinasi.

Pada kesempatan tersebut, Danlantam TNI-AL V menerangkan bahwa program vaksinasi ini merupakan perwujudan TNI-AL yang mendukung terciptanya herd immunity bagi masyarakat.

“Ini wujud pengabdian 33 tahun AKABRI ’89. Selain pelaksanaan vaksinasi, kami juga melakukan pembagian sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 sehingga tercipta iherd immunity, anak-anak sekolah bisa tatap muka, warga desa sehat. Selain itu kita juga menyukseskan program pemerintah 2juta vaksinasi per hari, sehingga masyarakat Indonesia tangguh dan tumbuh,” ungkap Laksamana Yoos.

Lanjut Laksamana Yoos, TNI-AL senantiasa mengupayakan langkah untuk menjamin ketersediaan bahan pangan terutama bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“Kami telah melakukan pembukaan lahan tidur di Bandung, Jawa Barat dan di Jawa Timur, lalu ada juga di perkantoran. Mulai dari Sabang hingga Merauke dan dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, kita laksanakan ketahanan pangan. Hasilnya, kami bagikan untuk masyarakat terdampak Covid-19,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Pemda DIY Minta Kabupaten/Kota Susun Strategi Percepat Vaksinasi
Buntut dari protes bupati/wali kota di Jateng, Ganjar Pranowo mengecek langsung data vaksinani ke lapangan. (Foto: Humas Jateng)

News

Sejumlah Bupati/Wali Kota di Jateng Protes Ketersediaan Vaksin
Menurut Plt Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Safrudin, inisiasi gubernur berupa ilmu titen dan kentongan itu masih relevan diterapkan di kalangan masyarakat. Sebab, menjadi peringatan di kalangan masyarakat untuk waspada terhadap peristiwa bencana alam. (Foto: Humas Jateng)

News

Siaga Bencana, Ganjar: Hidupkan Lagi Ilmu Titen dan Kentongan
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang meninjau langsung vaksinasi yang digelar Baznas untuk Kyai dan Santri di MTs Pamulangan. (Foto: MC Sleman)

News

Baznas Sleman Gelar Vaksinasi untuk 1.000 Kyai dan Santri
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Kondisi Membaik, DIY Berharap Turun ke Level 2 PPKM
Kadinkes Mimika, Reynold Ubra, saat memberikan keterangan kepada awak media pada konferensi pers di Media Center PON Papua Klaster Mimika. (Foto: Jimmy/MC Kominfo PON Papua Klaster Mimika)

News

Dinkes Mimika Pastikan Tak Ada Klaster Covid-19 di PON Papua
Bupati Klaten Sri Mulyani. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Klaten

News

Kasus Corona Terus Melonjak, Klaten Siapkan Isolasi Terpusat di Tiap Kecamatan
(Ilustrasi: nyatanya.com/istimewa)

News

Kasus Corona Melonjak, Pemda DIY Tambah Pasokan Oksigen