Home / News

Jumat, 4 Maret 2022 - 12:17 WIB

Status Siaga, Hampir Setiap Hari Terjadi Letusan Gunung Semeru

Foto: ANTARA

Foto: ANTARA

NYATANYA.COM, Lumajang – Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api wilayah Barat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Nia Khaerani, mengatakan letusan Gunung Semeru terjadi hampir setiap hari, dengan status Level III atau Siaga.

Hal tersebut disampaikan Nia Khaerani melalui keterangan tertulisnya, Kamis (3/3/2022).

“Erupsi terjadi setiap hari, pada Selasa (1/3/2022) tercatat sebanyak 40 kali dan pada Rabu (2/3/2022) tercatat sebanyak 32 kali,” kata Nia.

Berdasarkan laporan petugas pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur pada periode Kamis pukul 00.00-06.00 WIB terekam letusan sebanyak 16 kali, dengan amplitudo 10-21 MM selama 55-95 detik.

Kemudian gempa embusan sebanyak dua kali, dengan amplitudo 3-6 MM selama 22-33 detik, gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dan tektonik jauh sebanyak tiga kali.

Baca juga   JK Pantau Perkembangan Semeru, PMI Lumajang Dirikan Dapur Umum

“Secara visual Gunung Semeru terlihat jelas. Teramati letusan asap warna putih kelabu setinggi 300 – 500 meter diatas kawah,” katanya.

Pada Kamis (3/3/2022) periode 06.00 – 12.00 WIB tercatat gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl atau tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami letusan sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 10-20 MM dengan lama gempa 45-125 detik, serta terekam satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 15 MM dan lama gempa 2.820 detik.

Hasil pengamatan enam jam berikutnya pada pukul 12.00-18.00 WIB juga tercatat Gunung Semeru mengalami empat kali letusan, dengan amplitudo 10-20 MM dan lama gempa 65-105 detik.

Nia mengatakan pihaknya merekomendasikan agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 KM dari puncak (pusat letusan).

Baca juga   Pencarian Korban Hilang Gunung Semeru

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 KM dari puncak.

“Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 KM dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Suasana pelaksanaan wisuda UMBY di gedung baru Sport Center Kampus I UMBY. (Foto: istimewa)

News

UMBY Gelar Wusada, Lulusan Terbaiknya Devi Fitri dan Diana Savitri
Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara, Kamis (3/2/2022). (Foto: BPMI SETPRES)

News

Agenda Hari Kedua Kunker Presiden di Sumut, Serahkan SK TORA dan Bagikan Sertipikat Tanah
(Ilustrasi/nyatanya.com)

News

Bertahan Tinggi, Hari Ini 662 Kasus Positif Covid-19 di DIY
(Foto: BNPB)

News

Per Minggu 19 Desember 2021, Sebanyak 155 Orang Sembuh Covid-19
Foto: Antara

News

Pengamat Politik: Unjuk Rasa Jangan Mencederai Muruah Mahasiswa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung keputusan pemerintah meniadakan cuti bersama untuk hari raya Natal 2021 dan tahun baru 2022. Ganjar mengimbau agar masyarakat berlibur dan beribadah di tempat masing-masing. (Foto: Humas Jateng)

News

Cuti Bersama Nataru Ditiadakan, Ganjar Minta Warga Tak Bepergian
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir saat melakukan voting calon anggota pengganti Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan periode 2019-2023 melalui mekanisme pemilihan suara yang digelar Rabu, (28/9/2022). Foto: dpr.go.id/Oji

News

Komisi III Resmi Pilih Johanis Tanak Sebagai Pimpinan KPK
(ilustrasi:nyatanya.com)

News

Hari Ini 1.027 Pasien Sembuh, Positif Covid-19 DIY Tambah 2.706 Kasus