Home / Olga

Minggu, 5 September 2021 - 22:13 WIB

Sumbang 3 Medali di Paralimpiade, Presiden Jokowi: Tak Ada yang Bisa Hentikan Leani Ratri Oktila

Presiden Joko Widodo. (Foto:Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden/kemenpora.go.id)

Presiden Joko Widodo. (Foto:Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden/kemenpora.go.id)

NYATANYA.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan pujian dan apresiasi atas capaian prestasi yang ditorehkan atlet badminton Indonesia Leani Ratri Oktila di Paralimpiade Tokyo 2020. Dalam ajang multi event paragames tertinggi di dunia ini, Leani Ratri berhasil mengoleksi dua medali emas dan satu perak.

Dua emas tersebut, masing-masing dia sumbangkan Leani Ratri Oktila saat berapasangan dengan Khalimatus Sadiyah dari nomor ganda putri dan satu emas lagi didapat saat berpasangan dengan Hary Susanto dalam nomor ganda campuran. Sementara satu medali perak Leani Ratri diperoleh dari nomor tunggal putri.

“Tak ada yang bisa menghentikan Leani Ratri Oktila mendulang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo. Kemarin, ia mempersembahkan medali emas dari bulutangkis ganda putri. Hari ini, dua medali ia raih di dua final,” kata Presiden Jokowi lewat Instagram pribadinya.

“Medali emas direbutnya dari ganda campuran bersama Hary Susanto. Lalu di pertandingan sebelumnya Leani Ratri Oktila meraih medali perak di tunggal putri. Dengan demikian Leani sudah menyumbang dua medali emas dan satu perak untuk Indonesia. Sekali lagi selamat kepada Leani Ratri Oktila dan Hary Susanto,” lanjut Jokowi.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 yang berhasil meraih 9 medali dan membuat peringkat Indonesia naik ke-43.

Baca juga   Voli Persahabatan, Kowad Korem Ditundukkan Ajenrem 3-2

“Alhamdulillah hasil kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 tahun 2021 ini 2 Medali Emas, 3 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu. Ini membuat posisi Indonesia naik ke peringkat 43,” kata Menpora Amali di Jakarta, Minggu (5/9/2021).

Menpora mengatakan hasil ini meningkat dari pencapaian yang diraih pada Paralimpiade di Rio de Jenero tahun 2016 lalu dimana kontingen Indonesia hanya memperoleh 1 Medali Perunggu dan berada di Peringkat 76.

Dengan demikian, target pemerintah yang ditetapkan dalam Grand Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tercapai yang hanya menargetkan peringkat 60 paralimpiade.

Menpora Amali pun menyampaiakan uacapan terimkasih atas dukungan dan masyarakat Indonesia sehingga para atlet nasional dapat meraih prestasi sesuai yang diharapkan.

“Terimakasih atas dukungan dan doa dari bapak-ibu sehingga kontingen Indonesia melampaui target yang ditetapkan pemerintah dalam DBON peringkat 60,” pungkasnya.

Untuk diketahui pada Paralimpiade Tokyo 2020 digelar 24 Agustus – 5 September 2021 ini, Indonesia berhasil meraih total sembilan medali dari 23 para atlet yang turun di tujuh cabang olahraga berbeda.

Dari tujuh cabor yang diikuti kontingen Indonesia, empat di antaranya menjadi sumber raihan medali Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020 yakni atletik, tenis meja, powerlifting (angkat berat), dan bulutangkis.

Baca juga   Sejarah! Leani Ratri/Khalimatus Raih Medali Emas Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Dari cabor atletik, Indonesia berhasil meraih medali perunggu lewat Saptoyogo Purnomo yang turun pada nomor 100 meter lari putra klasifikasi T37.

Satu medali perunggu juga datang dari cabor tenis meja yang dipersembahkan David Jacobs. Ia tampil pada nomor tunggal putra klasifikasi 10. Indonesia juga meraih satu medali perak dari cabor powerlifting yang dipersembahkan oleh Ni Nengah Widiasih untuk kelas -41 kg putri.

Sementara itu, bulutangkis yang baru pertama kali dipertandingkan secara resmi pada Paralimpiade Tokyo 2020 menjadi ladang medali untuk Indonesia.

Tim para bulu tangkis Indonesia secara total berhasil meraih dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Perunggu datang dari Suryo Nugroho yang tampil pada nomor tunggal putra SU5 dan Fredy Setiawan pada nomor tunggal putra SL4.

Dua medali perak dipersembahkan oleh Dheva Anrimusthi dari nomor tunggal putra SU5 dan Leani Ratri Oktila dari nomor tunggal putri SL4. Sedangkan medali emas disabet Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dari nomor ganda putri SL3-SU5 dan Hary Susanto/Leani Ratri Oktila dari nomor ganda campuran SL3-SU5. (*)

Share :

Baca Juga

Rahmat Erwin Abdullah. (Foto:nyatanya.com/nocindonesia)

Olga

Rahmat Erwin Raih Medali Perunggu Angkat Besi Olimpiade 2020
Hary Susanto/Leani Ratri Oktila berhasil meraih medali emas usai mengalahkan pasangan Perancis Lucaz Mazur/Faustine Noel. (Foto: dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

Olga

Pasangan Hary Susanto/Leani Ratri Persembahkan Emas Kedua Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
Gambar desain penataan Lapangan Karang Kotagede. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Olga

Rampung Desember 2021, Lapangan Karang Kotagede Jadi Stadion Mini
Kabupaten Pati mengirimkan 20 orang atlet dan enam orang pelatih dari 15 cabang olahraga (cabor), yang terdiri dari 12 cabor resmi dan tiga cabor eksibisi. (Foto: Diskominfo Pati)

Olga

Pati Kirimkan 20 Atlet untuk Kontingen Jateng di PON XX Papua
Anthony Sinisuka Ginting meraih medali perunggu tunggal putra bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: nocindonesia/kemenpora.go.id)

Olga

Perunggu Anthony Jadi Penutup Manis Penampilan Indonesia di Olimpiade Tokyo
Sejarah baru diukir Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kemenangan yang didapat atas Du Yue/Li Yin Hui (China) menjadikan mereka sebagai ganda putri Indonesia pertama yang mampu menjejak semifinal di Olimpiade. (Foto: nocindonesia/Kemenpora)

Olga

Greysia/Apriyani, Ganda Putri Indonesia Pertama Menjejak Semifinal Olimpiade
Pasangan ganda putri, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah mencatat sejarah di pesta Paralimpiade dengan medali emas pertama untuk Indonesia melalui cabang para bulutangkis. (Foto:dok/npcindonesia/kemenpora.go.id)

Olga

Sejarah! Leani Ratri/Khalimatus Raih Medali Emas Pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
Penyerahan Surat Keputusan/SK kepengurusan EXCO PSSI Kota Yogyakarta periode 2021 – 2024 oleh Ketua EXCO PSSI Provinsi DIY, Ahmad Syauqi Soeratno kepada Susanto Dwi Antoro/Ketua EXCO PSSI Kota Yogyakarta. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Olga

Pembinaan Atlit Sepakbola Dilakukan Secara Adaptif