Home / Panggung

Jumat, 24 November 2023 - 12:09 WIB

Sumonar 2023 Digelar di Museum Affandi Mulai Besok Malam, Hadirkan Karya Maestro Affandi dan Sudjojono

Dari kiri: Kurator Sumonar 2023 Ignatia Nilu, Kepala Museum Affandi Helfi Dirix, dan Raphael Donny, Direktur Sumonar 2023. (Foto: Agoes Jumianto)

Dari kiri: Kurator Sumonar 2023 Ignatia Nilu, Kepala Museum Affandi Helfi Dirix, dan Raphael Donny, Direktur Sumonar 2023. (Foto: Agoes Jumianto)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – SUMONAR, Festival video mapping dan seni cahaya tahunan yang digagas oleh JVMP (Jogja Video Mapping Project) kembali digelar dengan tema ‘Being As Such’.

Kali ini Museum Affandi menjadi pusat perhelatan SUMONAR 2023 dan akan digelar 25 November sampai 5 Desember 2023, dengan menawarkan presentasi berbagai macam karya.

Tak hanya seni instalasi cahaya, namun juga karya dua dimensi dari beberapa seniman rupa Indonesia.

“Kali ini SUMONAR menjadi ruang interaksi penikmat seni instalasi cahaya untuk tidak sekadar melihat seni pertunjukan video mapping, namun juga memaknai pemikiran para maestro seni rupa melalui karya-karyanya,” ungkap Raphael Donny, Direktur SUMONAR 2023 dalam jumpa pers di Museum Affandi, Kamis 23 November 2023.

Dijelaskan Donny, ada 23 seniman terlibat dalam SUMONAR 2023, selain para seniman Tanah Air juga dikuti beberapa seniman dari luar negeri seperti Spanyol, Chili, dan Polandia.

Para seniman yang terlibat dalam event SUMONAR 2023 diantaranya Amaya Madrigal, Angel Sandimas, Hendry Prasetya, Heri Dono, MN Qomarudin, Dhanank Pambayun, juga Affandi dan S. Sudjojono.

Baca juga   Unggahan Luna Maya Jadi Ketua RT Rupanya Bikin Heboh, Ini Faktanya

Kurator SUMONAR 2023, Ignatia Nilu menjabarkan SUMONAR kali ini menyajikan program presentasi khusus karya Affandi dan Sudjojono, dua tokoh bersejarah dalam seni rupa Indonesia yang karyanya sudah menjadi legenda.

Menyandingkan dua karya maestro sebagai teladan sekaligus memberi gambaran tentang sejarah seni di Indonesia, dan terakhir mendedahnya berdasarkan perspektif ruang publik.

“SUMONAR ingin kembali kepada semangat beliau berkarya semasa hidupnya, dan menjadi ruang bagi SUMONAR berdinamika, tumbuh dari waktu ke waktu,” ungkap Ignatia Nilu.

Ditambahkan Nilu, dipilihnya Museum Affandi sebagai ruang presentasi utama SUMONAR 2023, tak hanya difungsikan sebatas ruang.

Mengaktualisasi dan memaknai kembali pemikiran maestro seni rupa Indonesia, menjadi langkah dasar SUMONAR 2023 dalam menafsir karya Affandi dan Sudjojono melalui rekaan optis yang maujud dalam karya seni digital dan dibuat seolah kita ada di dalamnya.

Karya-karya maestro seni rupa selalu menyajikan visual bernilai magis, dikolaborasikan dengan seni digital dan immersive.

Baca juga   Pameran 'Roman Sculpture in Color' di PAS, Pajang 37 Karya Patung dan Seni Instalasi

SUMONAR mencoba meluaskan jangkauan dari karya tersebut kepada masyarakat yang akrab digital di masa ini.

Hal ini sebagai upaya pemaknaan kembali apa yang telah ada, untuk menjangkau sejauh yang telah ada.

“Menuju kepada masa transisi politik di tahun 2024. Kita ingin berkelana ke masa lalu, dimana sejarah memegang posisi penting dalam membangun common sense atau common goal. Transisi ini kami maknai untuk melihat mundur sebagai refraksi masa depan. Melihat sejarah seni rupa Indonesia sebagai identitas bangsa. Jejak kesejarahan ini coba kami telusuri melalui karya para maestro seni rupa Indonesia.”

Sementara itu, Kepala Museum Affandi Helfi Dirix menambahkan ada tiga macam tiket untuk menyaksikan SUMONAR 2023, yakni Rp50.000 untuk pelajar dan mahasiswa. Rp75.000 untuk umum, dan Rp100.000 untuk turis mancanegara.

Melengkapi event SUMONAR 2023 juga digelar agenda Live Performance, Workshop Video Mapping, Main Show Video Mapping Performance 1 – 3 Desember 2023, Fasad Gedung BNI Kawasan 0 Kilometer, dan Sumonium. (N1)

Share :

Baca Juga

Workshop "Dibalik Proses Kreatif Fotografi Wayang" dengan menghadirkan sejumlah narasumber. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Panggung

RUMAKET Gelar Workshop “Dibalik Proses Kreatif Fotografi Wayang”
Dari kiri : Anusapati (Steering Committee JSSP 5) Sukinah(narasumber) Fitri DK (Narasumber) Latief S. Nugraha (moderator) Basriza Al Bara (Ketua Pelaksana JSSP 5), usai Bincang Seni pertama. (Foto: Dok.JSSP 5)

Panggung

Bincang Seni Asosiasi Pematung Indonesia di JSSP 5, Upaya Edukasi Pematung untuk Yogyakarta yang Lebih Indah
Pelukis Wuri Hantoro dan karyanya Pertemuan Presiden. Foto: Ist

Panggung

Pelukis Wuri Pertemukan para Presiden dalam Imajinasi di Jogja Expo Center
Wicara Sastra FKY 2022 di Wisdom Park UGM, Jumat (16/9/2022). Foto: Dok.FKY 2022

Panggung

Catatan Sastra FKY 2022, Yogyakarta Tanah Diaspora
Gelar Karya Arsitektur 'Home of Us' EXPERVM 2023 di PAS. (Foto: Istimewa)

Panggung

Gelar Karya Arsitek ‘Home of Us’ EXPERIVM 2023 di PAS,Ajang Tunjukkan Karya Ekspresi Menginspirasi
Happy Asmara. (Foto:nyatanya.com/Instagram happy_asmara77)

Panggung

Happy Asmara Kembali Rilis Single ‘Siji Wektu’
Marshel Widianto. (Foto: Instagram @marshel_widianto)

Panggung

Komika Marshel Widianto yang Jadi Pelanggan Dea OnlyFans, Besok Diperiksa Jadi Saksi
Kukuh Prasetya Kudamai dengan single terbarunya "Mendung Ketemu Udan" yang sudah tayang di channel YouTube 23 September 2021. (Foto: YouTube Kukuh Prasetya Kudamai)

Panggung

Kukuh Prasetya Kudamai dan Mendung Tanpo Udan Series