Home / Peristiwa

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:55 WIB

Suster CB Peduli, Syantikara Jadi Shelter Isolasi Covid-19

Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Semakin melonjaknya kasus corona di tanah air dan beban rumah sakit yang semakin tinggi tentu menjadi keprihatinan kita bersama, bukan saja pemerintah tetapi juga butuh pergerakan bersama dari berbagai pihak untuk memupus pandemi di negeri ini.

Keprihatinan yang sama juga dirasakan Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS), Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang resah dengan merebaknya pasien yang terjangkit. Melihat rumah sakit serta pelayanan kesehatan yang kewalahan menampung pasien.

Dan banyak pasien kesulitan mendapatkan akses dalam pelayanan kesehatan karena sedemikian cepat menjalarnya virus Covid-19 ini di masyarakat. Mgr. Robertus Rubiyatmoko lalu mengajak para pimpinan Kongregasi dan Tarekat di KAS untuk menanggapi keprihatinan ini.

Sr Yustiana CB, sebagai Provinsial Kongregasi CB memutuskan Rumah Pembinaan Carolus Borromeus (RPCB) Syantikara di Jalan Kolombo CT VII/001 Kecamatan Depok Kabupaten Sleman DIY dijadikan shelter Covid-19.

Paviliun Yohanes.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

“Shelter ini nantinya untuk menampung pasien-pasien yang kesulitan mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri maupun mereka yang seharusnya dirawat di rumah sakit,” terang Sr Yustiana dalam rilis media, Selasa (20/7/2021).

Dijelaskan Sr Yustiana, Shelter Syantikara akan mulai menerima pasien isolasi mandiri 1 Agustus 2021. Persiapan shelter tersebut diawali dengan ibadat singkat Selasa (20/7/2021) yang dipimpin oleh Romo Vikep Yogyakarta Timur, Romo Adrianus Maradiyo, Pr dengan dihadiri sejumlah tamu undangan terbatas.

Baca juga   Peringati Hari Jadi Ke-190, Pemkab Bantul Launching Bantulpedia

“Tujuan dari Shelter Syantikara adalah untuk memisahkan warga yang sehat dan yang sakit, mengurangi beban rumah sakit dan anggaran negara, diutamakan tenaga kesehatan yang memerlukan tempat isolasi mandiri dalam lingkung jejaring Rumah Sakit CB di DIY dan masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan fasilitas/sarana/prasarana untuk isolasi mandiri di rumah, keterbatasan sosial ekonomi dan yang berkesesakan hidup,” papar Sr Yustiana.

Shelter Syantikara berkapasitas 82 kamar, terdiri dari beberapa paviliun yang dilengkapi dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, area mencuci dan menjemur pakaian, alat pemantau kesehatan mandiri berupa pengukur tekanan darah digital, termometer dan oksimeter termasuk pemenuhan asupan dan gizi.

Kamar di paviliun Yohanes.(Foto:nyatanya.com/istimewa)

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Shelter Syantikara, Drg V. Triputro Nugroho, M.Kes berharap agar keberadaan Shelter Syantikara dapat menjawab kebutuhan tempat isolasi mandiri yang aman, penanganan yang lebih baik bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan yang masih bisa beraktivitas.

Pasien isolasi mandiri di Shelter Syantikara tidak dipungut biaya. Pasien yang akan menghuni Shelter Syantikara diharapkan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, Puskesmas Depok 2 atau Puskesmas Depok 3 karena Shelter Syantikara berada di wilayah Kecamatan Depok.

Baca juga   Antusias Warga Masih Rendah, Kades Jenar Awali Vaksinasi bagi Warganya

“Jika hasil pemeriksaan menyatakan bahwa pasien termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) atau bergejala ringan dan masih beraktivitas normal, mengalami kendala dan keterbatasan isolasi mandiri di rumah, maka pihak puskesmas akan menghubungi Shelter Syantikara,” jelas Drg V. Triputro Nugroho.

Dijelaskan Drg V. Triputro Nugroho, untuk menunjang pelayanan yang baik dan aman, Shelter Syantikara juga mengundang pararelawan untuk bergabung dan menjalankan misi belarasa ini dengan melibatkan jejaring CB yang ada.

Selain para relawan yang secara pribadi bergabung ini berasal dari berbagai institusi jejaring CB yaitu Srikandi Lintas Iman, Gusdurian, Solidaritas Perempuan, UIN, UNY, UAJY, USD, dan Para Alumni.

“Pada tahap pertama ini terdapat 108 orang relawan. Mereka disatukan dalam keprihatinan yang sama untuk berbelarasa dan ambil bagian untuk Indonesia Sehat,” imbuh Drg V. Triputro Nugroho.

Untuk memberikan pelayanan dengan baik dan aman, Tim Gugus Tugas dan relawan menerima pembekalan serta bimbingan teknis dari RS Panti Rapih Yogyakarta dan SONJO. (N1)

Share :

Baca Juga

ilustrasi:nyatanya.com

Peristiwa

Pendaftaran Ditutup, Pelamar CASN Kabupaten Magelang Tembus 11 Ribu Orang
Pemerintah Kabupaten Sleman meraih ‘Anugerah KPAI 2021’. (Foto:nyatanya.com/Humas Sleman)

Peristiwa

Untuk Kedua Kalinya, Pemkab Sleman Raih ‘Anugerah KPAI 2021’
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana, dalam jumpa pers di Balai Kota, Jumat (16/7/2021). (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Di Luar RPH Giwangan, Panitia Kurban Diminta Lapor ke Dinas Pertanian dan Pangan
Pembuatan bus untuk memenuhi kebutuhan trayek Semarang-Grobogan dikebut. (Foto:Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Oktober 2021 Trans Jateng Rute Semarang – Grobogan Mengaspal
Kusdinar Untung Yuni Sukowati ikut bagikan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19. (Foto: Humas Sragen)

Peristiwa

Pemkab Sragen Salurkan 2.710 Paket Sembako
Manajemen Indomaret area Purwodadi memberikan bantuan paket sembako kepada PKL terdampak PPKM Level 4. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Grobogan)

Peristiwa

Indomaret Bagikan Paket Sembako bagi PKL di Purwodadi
Posko Gugus Pertembakauan mulai menerima aduan dan keluhan masyarakat terkait tembakau. (Foto: Diskominfo Temanggung)

Peristiwa

Tampung Aduan dan Masukan, Temanggung Buka Posko Gugus Pertembakauan
Vaksinasi yang dilaksanakan di GOR Bumi Manunggal SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Peristiwa

Digelar Maraton, Vaksinasi Serentak Pesantren dan Rumah Ibadah