Home / Wisata

Rabu, 17 Agustus 2022 - 11:19 WIB

Tahun 2022 Bali Djowo, Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto Adakan Gogono di Parangtritis

Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto mengadakan gogono wilujengan hosoro. Foto: Istimewa

Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto mengadakan gogono wilujengan hosoro. Foto: Istimewa

NYATANYA.COM, Bantul – Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Djowo spt tahun tahun sebelumnya. Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto mengadakan gogono/ ritual di UPK Joglo Parangtritis Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Senin (15/8/2022).

Salah satu Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto, Godod Sutejo menjelaskan, acara kemudian dilanjutkan membuang dapus/bunga 5 warna sebagai lambang 5 anasir yang ada dalam tubuh manusia ke Pantai Parangtritis.

“Tujuannya agar kita diberikan pengampunan atas segala dosa yang kita lakukan selama 1 tahun ini yang diikuti oleh warga Hosoko Djowo,” terang Godod.

Dijelaskan Godod, bahwa bangsa Jawa ini sebetulnya mempunyai nama-nama hari yang lebih di kenal dengan sebutan “Hari Tuhan” yaitu: Dhoto (Minggu), Goto (Senin), Goso (Selasa), Joso (Rabu), Joho (Kamis), Hodo (Jumat), dan Woro (Sabtu).

Brayat Ageng Hosoko Djowo Ngayogyakarto. Foto: Istimewa

Sedangkan dalam satu bulan Djowo ada 35-36 srengat (hari) sedangkan untuk 1 koto (tahun) Djowo ada 10 sasi (bulan). Sedangkan 1 toso (abad) ada 351 tahun Djowo.

Pada tahun 2022 masehi ini perhitungan koto Djowo sudah memasuki angka yang ke 6448 tahun. Yang mana angka tersebut dihitung dari kematian seorang penerima wahyu Tuhan yang berisi hukum-hukum kehidupan bagi bangsa Djowo, bernama Josono sang paksi Tundo Mengkawi (orang yang menerima wahyu Tuhan).

Selanjutnya wahyu Tuhan tersebut oleh Josono dituangkan didalam sebuah Kitab yang disebut Tuloso Djojobojo atau Tuloso Panoto.

Dengan seiring perjalanan waktu Josono menjadi seorang yang mempunyai kelebihan dibanding dengan orang lain. Setiap apapun kehendaknya selalu terpenuhi.

Baca juga   Panik Saat Belajar Mengemudi, Mobil Terjun ke Embung Baturetno, Satu Orang Meninggal

Suatu ketika Josono yang selalu diiringi oleh 2 orang murid setianya yang bernama Modjo dan Drono pergi ke Gunung Klothok (dimana wahyu Tuhan untuk pertama kali diturunkan yang letaknya di kediri) untuk menyampaikan sesuatu yang selama ini dipendam dalam hatinya.

Josono bilang kepada kedua muridnya tersebut bahwa beliau merasa bahwa setiap kali mempunyai keinginan untuk bertemu dengan para Ngabido/ malaikat sebagai utusan Tuhan pasti bisa bertatap muka, begitu juga dengan Somoro dan Bomo selaku raja dan ratu kegelapan pasti keduanya akan datang.

Tetapi kenapa setiap kali sang paksi Tundo Mengkawi ini ingin bertemu dan melihat ujutnya Tuhan tidak pernah terkabul?

Setelah mendengar apa yang disampaikan Josono tersebut kedua muridnya itu memberikan peringatan kepada Josono sambil menangis karena apa yang menjadi keinginan beliau itu merupakan pantangan serta rahasia Tuhan yang tidak boleh dilanggar oleh semua manusia.

Namun tiba-tiba terdengar suara yang datangnya dari sang raja kegelapan Somoro, “Wahai Josono ketahuilah bahwa sebenarnya Tuhan itu tidak ada yang ada hanya saya sang Raja kegelapan dan apapun yang menjadi keinginanmu pasti saya akan mengabulkannya.”

Dan saat itu juga Modjo mengingatkan kepada Josono agar jangan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Somoro tersebut, namun oleh Josono segala ucapan Modjo tidak dihiraukan.

Baca juga   Asyiknya Wisata Petik Buah dan Belajar Berkebun di Creative Farm Batang

Josono kelihatan terpengaruh oleh ucapan somoro. Dan pada saat itu juga Tuhan marah kepada Josono. Tiba tiba terdengar suara yang menggema, “Hai Josono, Akulah Tuhanmu bagimu yang Djawa tidak ada kecualinya.”

Pada saat itu pula Somoro dan Bomo lari ketakutan setelah mendengar suara Tuhan yang penuh kewibawaan.

Lalu Tuhan melanjutkan sabdanya, “Hai Josono, Aku tahu apa yang menjadi keinginanmu dan kalau engkau ingin melihat ujutku lihatlah ke belakang. Dan kalau engkau dapat menoleh kedepan maka Aku akan dapat menanggapi keinginanmu.”

Tetapi apa yang terjadi? Ternyata setelah melihat kebelakang tidak melihat sesuatu apapun. Lalu Josono menoleh ke depan dan seketika itu pula beliau hanya dapat melihat kegelapan dan ternyata Josono menjadi buta lalu mati.

Setelah itu Tuhan memberikan peringatan kepada kedua pengikut setianya agar saat itu: tanggal 1 bulan 1 tahun 36 tahun HO menjadi awal bulan penuh pengampunan.

Peristiwa ini kemudian menjadi titik awal tradisi gogono/ ritual wilujengan hosoro bagi Bangsa Djowo untuk melakukan permohonan pengampunan dosa, supaya didalam kehidupan selanjutnya Tuhan selalu memberikan keselamatan ketentraman serta kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Turut Hadir dalam acara ini pinisepuh Widodo, pengadek Hanung Priyono, Yoyok Hadiwahyono, Wardoyo, Eko Tjahyo kusumo, Bambang Tri, Ari dan ibu, Wahyu, Lian, dan puluhan yang lain.

(Aja)

Share :

Baca Juga

'Fahrudin Sapu' kini tak melulu membuat sapu lantai. Produk hiasan pun menjadi andalan. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemkab Magelang)

Wisata

Turun Temurun Bikin Sapu Lantai, Fahrudin Sukses Kembangkan Produk Kerajinan Seni
Festival Prawirotaman kembali digelar pada Sabtu (27/8/2022). Foto: Humas Pemkot Yogya

Wisata

Festival Prawirotaman, Bukti Semangat Warga untuk Majukan Pariwisata Kota Yogya
Nyadran Desa Silurah merupakan tradisi budaya unggulan di Kabupaten Batang. Tradisi ini selalu diperingati warga Desa Silurah setiap tanggal 10 Desember 2021 di Hutan Larangan. (Foto: MC Batang)

Wisata

Nyadran Desa Silurah, Tradisi Budaya Unggulan Kabupaten Batang
Dalam kegiatan Simulasi One Day Tour, selain mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Ketep Pass, Bukit Grenden, Awang-Awang Telomoyo, Embung Pagergunung dan Omah Kembang. (Foto: Humas/beritamagelang)

Wisata

Dinas Pariwisata Gelar Simulasi One Day Tour Magelang
ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU

Wisata

Foto: Kirab Grebeg Syawalan Keraton Kasunanan Surakarta
Menparekraf Sandiaga Uno (tengah) berfoto bersama dengan para penerima penghargaan Desa Wisata Mandiri Inspiratif pada acara Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj)

Wisata

6 Desa di DIY Raih Anugerah Desa Wisata 2021, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo resmikan operasional lokasi wisata di Kaliurang. Peresmian operasional ditandai dengan peninjauan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di tiga lokasi wisata Kaliurang, Sabtu (23/10/2021). (Foto: Humas Sleman)

Wisata

PPKM Turun Level, Obwis Kaliurang Kembali Dibuka
Momen libur Natal, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengalami peningkatan pengunjung dibandingkan dengan hari sebelumnya. (Foto:humas/beritamagelang)

Wisata

Libur Natal, Wisatawan Candi Borobudur Meningkat