Home / Panggung

Jumat, 10 September 2021 - 09:55 WIB

Tampilkan Sedhut Senut dan Ndarboy Genk, Ini Agenda Lengkap FKY 2021

Temu media gelaran FKY 2021 'Mereka Rekam'. (Foto: Dokumentasi FKY 2021)

Temu media gelaran FKY 2021 'Mereka Rekam'. (Foto: Dokumentasi FKY 2021)

NYATANYA.COM, Yogyakarta – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum rampung, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2021 tetap digelar namun dalam format daring melalui situs www.fky.id mulai 16 September – 7 Oktober 2021 dengan mengusung tema “Mereka Rekam”.

Berikut ini agenda kegiatan FKY 2021 sebagaimana dipaparkan panitia dalam temu media yang juga digelar daring, Kamis (9/9/2021).

Pembukaan
Pembukaan FKY 2021 dirancang dengan konsep seremoni digital di situs web www.fky.id. Publik diajak menelusuri berbagai konten yang dihadirkan untuk memberikan sebuah pengalaman baru di mana FKY 2021 akan dibuka untuk dan oleh publik secara mandiri.

Riset
Proses riset ini merupakan pembacaan kritis yang menjadi salah satu pijakan dalam mengapresiasi dan mencatat berbagai gerak dan fenomena kebudayaan di Yogyakarta. Pembacaan ini mencermati bagaimana pengembangan kebudayaan dilakukan secara berkesinambungan, terus-menerus, dengan tetap berdasar pada jejak akar kepribadian diri sendiri yang telah berlangsung sejak dulu.

Pameran
Pameran berfungsi sebagai publikasi atas pengetahuan dan produk budaya yang dihasilkan oleh masyarakat melalui pengalaman hidup harian dan praktik kebudayaan yang dijalani selama ini. Sebuah ruang untuk menghadirkan artefak pengetahuan dan produk kebudayaan masyarakat yang tidak terbatas pada benda karya seni. Sebuah catatan pengetahuan dalam bertahan dan merawat hidup melalui kolaborasi seniman, penulis, dan warga.

Baca juga   Motor Tabrak Tronton, Satu Korban Luka Parah

Pertunjukan
Pertunjukan FKY 2021 melangkah dan berpijak pada kata kunci koreografi dan performativitas dengan menghadirkan temuan atas dinamika kebudayaan yang dicatat melalui berbagai bentuk pertunjukan. Pertunjukan ditampilkan dengan bertumpu pada kesadaran komunikasi publik yang informatif, kritis tetapi menghibur, sekaligus menjadi arsip atau catatan yang akan selalu bisa diakses oleh publik hingga masa mendatang.

Wicara
Wicara berfungsi menguji gagasan atas praktik dan fenomena kebudayaan di Yogyakarta dengan menghadirkan narasumber terkait di bidangnya. Program ini menjembatani pelbagai subjek untuk mengartikulasikan gagasan dan kinerja mereka dalam lanskap kebudayaan di Yogyakarta.

Kompetisi
Kompetisi dikerangkai sebagai program yang menampung keterlibatan warga untuk turut mempraktikkan semangat pencatatan kebudayaan dalam medium video, foto, dan rekaman suara. Program Kompetisi terdiri dari 5 kategori, yakni Video Tembang Dolanan Anak; Vlog Kuliner Warisan; Podcast Situs Bersejarah; Cipta Lagu Anak; dan Foto Cerita Kegiatan Budaya.

Highlight Show
Highlight Show dihadirkan melalui tajuk Reuni Komunitas Alamanda. Pemilihan ini didasari pada pemahaman mengkerangkai musik melalui grup sebagai salah satu representasi perkembangan dan catatan atas musik itu sendiri. Program ini menghadirkan kolaborasi antara Komunitas Alamanda dengan band anak di Yogyakarta dan pertunjukan alih medium lewat sastra oleh Gunawan Maryanto.

Baca juga   Kelompok Pemuda yang Lempari Mobil Jenazah Covid-19 di Klaten, Kini Tobat Jadi Relawan

Penutupan
FKY 2021 akan ditutup dengan laporan penyelenggaraan, seremonial penghargaan kompetisi, dan pertunjukan akhir dalam situs web. Penutupan dirancang dengan kemungkinan penggunaan cara tutur kreatif melalui eksplorasi medium video dalam presentasi pertunjukan yang melibatkan unsur komedi dan musik. Menampilkan Sedhut Senut dan Ndarboy Genk.

“Seluruh rangkaian program FKY 2021 akan dipresentasikan dengan memanfaatkan teknologi yang menggunakan pendekatan kreatif dan informatif, serta membagikan kepada publik sebagai sajian yang meriah dan dapat dirayakan bersama sebagai sebuah bentuk festival,” terang Ketua FKY 2021, Doni Maulistya dalam temu media.

Ditambahkan Doni, seluruh hasil pencatatan budaya akan dikerangkai menjadi tiga cara pandang, yaitu Cara Hidup, Semangat Zaman, dan Sosok. Ketiga kategori ini menjadi dasar pembagian konten dalam situs web dan payung semua program yang hadir di dalam FKY 2021. (Aja)

Share :

Baca Juga

Nella Kharisma dalam video lagu Tak Mungkin Kembali. (Foto:nyatanya.com/Nella Kharisma Official)

Panggung

Nella Kharisma Rilis ‘Tak Mungkin Kembali’, untuk Sang Bapak
Rafael Putra Robert dengan lagu barunya 'Damai Indonesiaku' ciptaan Anton Obama. (Foto: YouTube PT Aoma Record Indonesia)

Panggung

Gibran Rakabuming ‘Bintangi’ Single Lagu ‘Damai Indonesiaku’ Penyanyi Cilik Rafael
(Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Panggung

Diskominfo Boyolali Gelar Pentas Seni Tradisional 13 Hari Berturut
alam satu karya yang dipamerkan kelompok ‘Anti Sport-Sport Club’ di Stonemilk Ward, Yogyakarta. (Foto: dokumentasi antisport-sportclub)

Panggung

Menumpuk Kegelisahan Pandemi, Kelompok ‘Anti Sport – Sport Club’ Pameran Seni Rupa
Topik Sudirman dan Dory Harsa berkolaborasi lewat lagu Piyambakan. (Foto:nyatanya.com/YouTube Dory Harsa Music)

Panggung

Berdua, Dory Harsa dan Topik Sudirman Rilis ‘Piyambakan’
Pelukis Borobudur Easting Medi, dengan karyanya yang terinspirasi pohon Bodhi yang ada di komplek Taman Wisata Candi Borobudur. (Foto: Humas/beritamagelang)

Panggung

Pelukis Easting Medi Banyak Terinspirasi Keunikan Daun Bodhi
Regeneration #2 karya Deddy PAW. (Foto:nyatanya.com/MayinArt)

Panggung

Pameran Seni dan Launching Gallery MayinArt Indonesia “If Walls Could Speak”
Kartun M Nasir berjudul History of Human Rights. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Panggung

M Nasir, Memilih Seni Kartun untuk Suarakan Kebenaran