Home / Peristiwa

Kamis, 15 Juli 2021 - 15:23 WIB

Tempat Ibadah di Magelang Dibuka, Tapi Tidak untuk Berjemaah

Kelenteng Liong Hok Bio Magelang. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

Kelenteng Liong Hok Bio Magelang. (Foto:nyatanya.com/Ignatius Anto)

NYATANYA.COM, Magelang – Selama sisa masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, tempat ibadah di Kota Magelang dibolehkan kembali dibuka. Kendati begitu, tempat tersebut tidak untuk ibadah berjemaah.

Hal itu ditekankan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono, Rabu (14/7/2021). Menurutnya, perubahan aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/204/112 Tahun 2021, tentang perubahan atas SE Wali Kota Magelang nomor 443.5/169/112 tahun 2021 tentang PPKM Darurat di wilayah Kota Magelang, menyesuaikan Instruksi Mendagri (Inmendagri) 19/2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri 15/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Ditambahkan, pada SE Wali Kota Magelang disebutkan, tempat ibadah, seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah, dibolehkan buka. Tapi, tidak mengadakan kegiatan peribadatan/ keagamaan berjemaah selama masa penerapan PPKM Darurat, dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Artinya, kendati tempat ibadah dibuka lagi, bukan berarti masyarakat bebas melakukan kegiatan keagamaan di tempat ibadah.

Baca juga   Sragen Terapkan PPKM Level 3, Pembatasan Tetap Dilakukan

“Masyarakat sangat dianjurkan supaya melaksanakan ibadah di rumah saja. Revisi ini bukan pelonggaran, tetapi agar masyarakat semakin ketat lagi menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Joko mengatakan, aturan lain yang diubah, yakni mengenai resepsi pernikahan. Dari semula dibolehkan dalam kapasitas terbatas maksimal 30 orang, kini ditiadakan sementara selama PPKM Darurat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, dan Polri guna penegakkan aturan di lapangan.

Baca juga   Manfaatkan Potensi Digital, Belanja Batik di Solo Pakai QRIS

“Kami mengimbau masyarakat yang mau menggelar resepsi untuk ditunda dulu. Karena kalau kemarin aturan menyebutkan boleh 30 orang, dengan adanya revisi ini maka resepsi dilarang,” imbuhnya.

Menurut Joko, saat ini secara umum kasus Covid-19 menurun. Namun, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan belum menurun. Untuk itu, pihaknya masih menutup sementara fasilitas umum, baik area publik, taman umum, tempat wisata, maupun tempat hiburan dan rekreasi. (*)

Share :

Baca Juga

Paskibraka Tahun 2021 Kota Yogyakarta resmi dikukuhkan. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Besok Pagi Siap Bertugas, Paskibraka Kota Yogya Dikukuhkan
Ganjar Pranowo saat ngobrol dengan Karman, petani tembakau asal Wonosobo yang menjemur hasil panennya di wilayah Temanggung. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Asyik Jemur Tembakau, Karman Terkejut Didatangi Ganjar
Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam X dalam agenda komsos dengan Korem 072/Pamungkas. (Foto:nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Korem 072/Pamungkas Gelar Komsos dengan Pemda DIY
Jejaring 'Isoman Iso' sedang menyiapkan logistik untuk disalurkan kepada warga yang sedang isoman. (Foto: Humas Magelang)

Peristiwa

Komunitas Jejaring ‘Isoman Iso’ Bantu Warga Terpapar Covid-19
Sejak 2015 Karimunjawa menjadi terang 24 jam setelah listrik memenuhi kebutuhan pulau yang masuk wilayah Jawa Tengah ini. (Foto: Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Cerita Karimunjawa Setelah Listrik Menyala 24 Jam
Bupati Brebes, Idza Priyanti menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba. (Foto: Diskominfo Brebes)

Peristiwa

Pandemi Covid-19, Jangan Berhenti untuk Berkreasi
Haryadi Suyuti saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di BPD DIY. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Peristiwa

Pemkot Yogya Tambah Gerai Vaksin di Kantor Pusat BPD DIY
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengunjungi sejumlah warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Jateng)

Peristiwa

Kunjungi Warga Isoman, Bupati Karanganyar Bagikan Jamu