Home / News

Minggu, 30 Januari 2022 - 22:55 WIB

Terbanyak Diantara Bank Peers, BNI Open API Miliki 443 Layanan

BNI Open API tercatat telah memiliki 443 jenis layanan, yang merupakan jumlah terbanyak di antara bank peers. BNI Open API juga telah memiliki lebih dari 4.000 mitra. (Foto: BNI)

BNI Open API tercatat telah memiliki 443 jenis layanan, yang merupakan jumlah terbanyak di antara bank peers. BNI Open API juga telah memiliki lebih dari 4.000 mitra. (Foto: BNI)

NYATANYA.COM, Jakarta – Direktur IT & Operasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI YB Hariantono menuturkan tahun lalu merupakan periode pembuktian BNI dalam melakukan ekspansi bisnis digital, salah satu Product Champion BNI adalah API Open Banking.

BNI Open API tercatat telah memiliki 443 jenis layanan, yang merupakan jumlah terbanyak di antara bank peers. BNI Open API juga telah memiliki lebih dari 4.000 mitra.

Selain melalui Open API, BNI memiliki solusi layanan transaksi yang terintegrasi untuk nasabah bisnis dan institusi, termasuk UMKM, yaitu BNIDirect.

Layanan BNIDirect meliputi manajemen pembayaran, manajemen koleksi, manajemen likuiditas, audit dan reporting, hingga layanan Garansi Bank dan ekspor-impor seperti L/C dan trade.

Karena keandalannya, BNIDirect juga digunakan oleh digital clients seperti e-commerce dan fintech. Total digital clients BNIDirect telah mencapai 321, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 198 klien.

Adapun total transaksi BNIDirect sepanjang 2021 telah mencapai 494,3 juta transaksi dengan pertumbuhan 115,3% yoy, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.615 triliun naik 14,2% yoy.

“Product Champion dari layanan digital BNI berikutnya adalah BNI Mobile Banking. Penggunanya telah menembus 10,81 juta dengan pertumbuhan 38,9% yoy. Nilai transaksi telah mencapai 615 triliun naik 31,9% yoy dengan jumlah transaksi dalam satu tahun penuh 434 juta naik 43,4% yoy,” ujar Hariantono dalam siaran pers yang diterima, Minggu (30/1/2022).

Baca juga   Pertahankan Kinerja Sehat, Ini Jajaran Direksi Baru yang Memperkuat BNI

Segmen Hijau Positif

Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada mengatakan kinerja pembiayaan segmen hijau BNI juga tercatat sangat positif pada 2021. Portofolio hijau tercatat Rp 172,4 triliun atau 29,6% dari total portofolio kredit BNI.

Pembiayaan hijau ini utamanya diberikan untuk kebutuhan pengembangan ekonomi sosial masyarakat melalui pembiayaan segmen kecil dengan total portofolio mencapai Rp 117 triliun.

Adapun, selebihnya digunakan untuk kebutuhan pembangunan ekosistem lingkungan hijau, energi baru terbarukan, serta pengelolaan polusi dan pengelolaan limbah.

“Kinerja pembiayaan hijau yang positif serta didukung kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi, serta praktik Tata Kelola Perusahaan yang unggul, mendorong peningkatan rating ESG BNI dari MSCI menjadi A sejak November 2021. Rating A saat ini menjadi yang tertinggi di antara perbankan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi kami sebagai pioneer dalam implementasi keuangan berkelanjutan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menyampaikan kredit korporasi pada tahun 2021 membukukan pertumbuhan yang positif di mana pertumbuhan tersebut dikontribusikan oleh beberapa sektor ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan yang positif antara lain manufacturing, konstruksi, FMCG, transportasi, dan telekomunikasi.

Baca juga   Masa Isolasi Selesai, 66 Pelajar SMPN 4 Mrebet Dipulangkan

“Pada tahun ini, kami tetap konsisten untuk ekspansi pada sektor resilience dan sustainable seperti FMCG, Telekomunikasi, dan lainnya. Strategi BNI pada segmen kredit korporasi tersebut antara lain melalui ekspansi kredit yang selektif dengan Fokus pada Top Tier korporasi di industri yang resilience dan sustainable serta memberikan solusi perbankan yang komprehensif kepada client,” ujarnya.

Silvano berpendapat memasuki tahun 2022 terdapat tiga tema kunci ekonomi yang telah masuk ke dalam antisipasi pelaku industri perbankan.

Pertama, momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh optimisme terhadap keberlangsungan program vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi.

Kedua, laju inflasi yang kami perkirakan meningkat pada kisaran 2%-4%. Implikasi dari kedua hal ini adalah proyeksi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi serta kualitas aset yang terus membaik.

Selain itu, sebagai dampak Tapering AS, kami memproyeksikan suku bunga acuan BI (BI 7 days RR) akan naik ke level 3,5%-4% di tahun ini.

“Namun, BNI telah menetapkan Langkah strategis untuk mengoptimalkan dana berbiaya murah (CASA) dalam mendukung ekspansi bisnis yang lebih agresif kepada pelaku industri utama di sektor-sektor ekonomi unggulan,” kata Silvano.

(N1)

Sumber: InfoPublik.id

Share :

Baca Juga

Menkopolhukam Mahfud MD. Foto: Agus Siswanto/InfoPublik

News

Migrasi Siaran TV Digital Buka Peluang Baru bagi Industri Elektronik
Sekretaris Daerah DIY R. Kadarmanta Baskara Aji. (Foto: Humas Pemda DIY)

News

Tekan Angka Penularan Covid-19, DIY Tingkatkan Target Tracing
Foto: Ist

News

Pasien Pertama Cacar Monyet Dinyatakan Sembuh
Roy tiba di Markas Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.00 WIB untuk kemudian dilakukan penahanan atas kasus ujaran kebencian. Foto: Ist

News

Akhirnya! Mantan Menpora Roy Suryo Ditahan, Terkait Kasus Ujaran Kebencian
Stafsus Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, mewakili Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam konferensi pers Penyampaian Jadwal Penghentian Siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) di Wilayah Jabodetabek, pada Jumat (23/9/2022). Foto: Amiri Yandi/InfoPublik

News

Siaran TV di Jabodetabek Resmi Beralih ke Digital pada 5 Oktober 2022
SBY hadir di acara pemakaman ibu mertua di Purworejo, Jateng. (Foto: Istimewa)

News

SBY Hadiri Prosesi Pemakaman Ibu Mertua di Purworejo
Foto: BMKG

News

Guncangan Gempa (M)6,7 Dirasakan Kuat Warga Kabupaten Nias Selatan
Presiden Joko Widodo juga meninjau Homestay atau penginapan yang berada di Desa Gerupuk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (13/1/2022). (Foto: BPMI SETPRES)

News

Presiden Berharap Homestay di Sekitar Sirkuit Mandalika Dipadati Pengunjung MotoGP