Home / Peristiwa

Kamis, 12 Agustus 2021 - 08:52 WIB

Timbun Tabung Oksigen dan Obat, Terancam Pidana

Ilustrasi apotek di Pekalongan. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

Ilustrasi apotek di Pekalongan. (Foto: Dinkominfo Kota Pekalongan)

NYATANYA.COM, Pekalongan – Para penimbun tabung oksigen dan obat-obatan terapi Covid-19 harus siap menjalani sanksi penjara. Begitu pula dengan orang-orang yang menjualnya dengan harga lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Iptu Bambang Slamet Koadi, mengungkapkan, setiap orang yang terbukti menjual obat atau tabung dengan harga tidak wajar dapat dikenai hukuman 2-10 tahun penjara.

Sanksi tersebut diberikan atas dasar pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta pasal 62 juncto pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ditambahkan, kepolisian melakukan pemantauan secara intensif di sejumlah apotek dan rumah sakit di Kota Pekalongan. Tujuannya untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga maupun kelangkaan obat dan tabung oksigen.

Baca juga   Dampingi Panglima TNI, Wagub DIY Tinjau Serbuan Vaksinasi Massal TNI-Polri di JEC

“Pengawasan dan pengecekan di lapangan selalu kami lakukan di apotek dan rumah sakit memastikan ketersediaan tabung oksigen dan obat, memastikan kelancaran distribusi hingga stabilitas harga-harga,” tegasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (9/8/2021).

Bambang mengaku, saat terjadi lonjakan kasus di Kota Pekalongan pada Juli lalu, beberapa rumah sakit sempat mengalami kelangkaan tabung oksigen. Namun, ketersediaan tabung oksigen kini mulai normal kembali seiring tren penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kota Pekalongan.

“Pada saat terjadi kelangkaan kemarin, kami berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng agar bisa dibantu dikirimkan dari daerah-daerah lain untuk pemenuhan pasien. Alhamdulillah, saat ini sudah bisa tercukupi semuanya dengan mulai menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Pekalongan,” terangnya.

Baca juga   Disdikbud Magelang Data Sejumlah Situs Kuno Candimulyo

Iptu Bambang mengimbau warga melaporkan kepada pihak kepolisian setempat apabila menemukan pihak yang menjual obat atau tabung oksigen yang dengan harga lebih dari HET. Masyarakat juga bisa melaporkannya ke kantor Satreskrim Polres Pekalongan Kota atau melalui pusat layanan darurat all center 110.

“Oleh karena itu, silakan bagi masyarakat yang menemukan adanya ketidakwajaran harga, maupun penimbunan obat-obat Covid-19 dan tabung oksigen, bisa melaporkan langsung ke kami ataupun melalui Call Center 110,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi Walikota Gibran Rakabuming Raka meninjau rusunawa Semanggi. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Menko PMK Dukung Pembangunan Ulang Rusunawa Semanggi
Paskibraka Tahun 2021 Kota Yogyakarta resmi dikukuhkan. (Foto: Humas Pemkot Yogyakarta)

Peristiwa

Besok Pagi Siap Bertugas, Paskibraka Kota Yogya Dikukuhkan
Ilustrasi aktivitas PKL dan pertokoan di Malioboro mulai bergeliat, meski masih sepi. Foto diambil hari pertama PPKM Darurat diberlakukan 3 Juli 2021. (Foto:nyatanya.com/Agoes Jumianto)

Peristiwa

PKL Malioboro Mulai ‘Dodolan’, Aturan PPKM Level 4 Tetap Berlaku
Relawan RAPI melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Balai Desa Danurejo Mertoyudan Magelang.(Foto:nyatanya.com/Humas Magelang)

Peristiwa

RAPI 51 55 Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Mertoyudan
Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa meninjau screening donor plasma konvalesen. (Foto:Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Aksi Gotong Royong Skrining Donor Plasma Konvalesen
Warga Wadas yang selama ini menerima beragam ancaman mengadu ke Gubernur Jateng. (Foto: nyatanya.com/ahmad zain)

Peristiwa

Warga Wadas : “Kami Diancam Mau Dibunuh Kalo Tetap Dukung Bendungan Bener…”
Ganjar Pranowo berharap tradisi Grebeg Apem Yaaqowiyyu tetap lestari. Tahun depan, ia berharap tradisi ini bisa digelar seperti sebelum pandemi. (Foto: Humas Jateng)

Peristiwa

Ganjar dan Airlangga Pimpin Tradisi Grebeg Apem Yaaqowiyyu
Penyerahan beras fortivikasi dari Perum Bulog kepada Bupati Purbalingga. (Foto: Humas Purbalingga)

Peristiwa

Bantu Turunkan ‘Stunting’ dengan Beras Fortivikasi