Home / News

Kamis, 5 Agustus 2021 - 12:23 WIB

Tingginya Angka Kematian Covid-19 di Bantul karena Banyak Warga Pilih Isoman

Rapat evaluasi Forkopimda terkait pandemi Covid-19 yang digelar Pemkab Bantul. (Foto: Humas Kab. Bantul)

Rapat evaluasi Forkopimda terkait pandemi Covid-19 yang digelar Pemkab Bantul. (Foto: Humas Kab. Bantul)

NYATANYA.COM, Bantul – Tingginya angka kematian Covid-19 di Bantuk menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Banyaknya masyarakat yang lebih memilih Isolasi mandiri daripada di Shelter, menjadi salah satu sebab.

Persoalan lain, antrian panjang untuk mendapatkan RS rujukan, dan banyaknya pasien yang diterim RS sudah dalam kondisi buruk.

Hal ini mengemuka dalam rapat evaluasi Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) terkait pandemi Covid-19 yang digelar Pemkab Bantul, Rabu (4/8/2021).

Dalam pertemuan itu diungkap, presentase angka kasus 32% dengan kesembuhan di Kabupaten Bantul yang mencapai 66%, sedangkan kematian akibat pandemi Covid-19 mencapai 2,37% di bawah angka rasional.

Baca juga   Raih Penghargaan Produktivitas Tertinggi, Gus Yasin Apresiasi Cilacap dan Brebes

Distribusi tempat kematian paling besar terdapat di rumah sakit dengan angka 71% sedangkan angka kematian akibat pandemi covid-19 dirumah mencapai 27% dengan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa di daerah Kabupaten Bantul merupakan angka penyebaran tinggi Virus Covid-19 untuk saat ini.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menuturkan bahwa kondisi saat ini masyararakat yang telah di vaksin angka kematian hanya sedikit, sementara angka kematian tinggi mayoritas masyarakat yang belum melakukan vaksin sehingga sangat penting untuk melakukan vaksinasi.

Rencana aksi yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian dengan melakukan pemberian obat segera kepada pasien isolasi dirumah dengan bantuan Satgas desa, penambahan kapasitas ruangan IGD , ISOLASI, ICU dan HCU di RSLKC, RSPS, RS PKU BANTUL, Peningkatan kapasitas vaksinasi di sentra vaksin.

Baca juga   Rusunawa Gemawang Mulai Difungsikan Menjadi Shelter Covid-19

Juga peningkatan tracing testing dengan melibatkan satgas PAM (TNI, POLRI, Linmas, dan sinkronisasi antara dinas kesehatan dengan pusat data Kemenkes dengan mengunakan aplikasi Silacak agar data tidak terlalu banyak versi.

Bupati Bantul mengatakan, kepada kapanewon dan kalurahan agar lebih memperhatikan masyarakat agar tidak terjadi kelaparan selama pandemi Covid-19.

“Saya mengimbau kepada seluruh kapanewon dan kalurahan supaya memperhatikan masyarakannya, jangan sampai ada masyarakat yang merasa kelaparan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung,” tambahnya. (*)

Share :

Baca Juga

(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Hari Ini 1030 Kasus Positif Covid-19 di DIY Sembuh, Meninggal 26 Pasien
(ilustrasi: nyatanya.com)

News

Update Covid-19 Hari Ini, DIY Tambah 1.465 Kasus Positif
Ganjar Pranowo. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

News

Kasus Covid Klaten Meningkat Drastis, Ganjar Akan Lakukan Penanganan Seperti Kudus
Sri Sultan Hamengku Buwono X saat rakor secara daring bersama Menkomarves Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: nyatanya.com/Humas Pemda DIY)

News

Genjot Vaksinasi Covid-19, DIY Targetkan 20.000 Orang Per Hari
Penampakan visual aktivitas Gunung Merapi, Selasa (10/8/2021) pukul 20.27 WIB. (Foto: BPPTKG)

News

Jarak Luncur Guguran Gunung Merapi Semakin Jauh
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Sembuh Covid-19 di DIY Bertambah 787 Pasien
Penampakan puncak Gunung Merapi pukul 06.15 WIB. (Foto:nyatanya.com/BPPTKG)

News

Gunung Merapi Masih Luncurkan Awan Panas
(Ilustrasi: nyatanya.com)

News

Lima Warga Mertoyudan Terkonfirmasi Positif Covid-19