Home / Peristiwa

Minggu, 1 Agustus 2021 - 11:46 WIB

Tingkatkan Kualitas Pertanian Eduwisata, Petani Borobudur Okulasi Tanaman Jeruk Non Biji

Petani di Kembanglimus Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang melakukan okulasi tanaman jeruk untuk meningkatkan kualitas. (Foto: Humas/beritamagelang)

Petani di Kembanglimus Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang melakukan okulasi tanaman jeruk untuk meningkatkan kualitas. (Foto: Humas/beritamagelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Petani jeruk di sekitar Candi Borobudur melakukan teknik okulasi (budding) atau penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sehingga menjadi satu kesatuan untuk meningkatkan kualitas buah tanaman mereka.

Okulasi itu para petani berkerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang. Lokasinya di kebun jeruk Gapoktan Sumber Makmur Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Dosen Pembimbing Pertanian Untidar Magelang Ahmad Habibullah mengatakan, untuk entres (batang yang ditempelkan), peminatan masyarakat ada 3 yaitu jeruk varietas Tawangmangu, Geprok Siamadu, dan Sitayam. Ketiga buah jeruk itu memiliki keunggulan buah lebih besar dan rasanya manis.

Berdasar penelitian terhadap tiga entres batang pohon jeruk itu akan dapat melahirkan buah jeruk tanpa biji. Tim Untidar juga memanfaatkan sinar gamma untuk dites DNA.

Lebih lanjut dikatakan Habibullah jika sinar gamma berfungsi untuk memutus sel-sel, sehingga terjadi perubahan seperti yang awalnya memiliki biji menjadi tidak ada, dan dari warna hijau menjadi warna lain.

Baca juga   Vaksinasi Covid-19 Polres Magelang Tembus 43 Ribu Orang

“Jadi kita melakukan radiasi menggunakan sinar gamma itu akan ada perubahan dari sel-sel entres jeruk. Kita harapkan dari mutasi 3 varietas ini ada buah tanpa biji,” terang Ahmad Habibullah, Sabtu (31/7/2021).

Melalui penelitian itu nilai keberhasilan okulasi buah tanpa biji 2% sampai 3% yang nantinya menjadi bakal bibit unggul sebagai upaya meningkatkan kualitas hasil pertanian eduwisata sekitar Candi Borobudur.

“Untuk total mata entres yang ditempel itu ada 930 lebih dan sempat ada perubahan karenakan rusak,” ujarnya.

Paska proses okulasi dibutuhkan perhatian dan perawatan ekstra dari petani yakni dalam hal pengairan hingga pemupukan. Sedangkan untuk memperoleh hasil dari okulasi ini masih butuh waktu sekitar satu setengah tahun lebih.

Baca juga   Tembakau 18.519 Hektare Temanggung Siap Dipanen

Luas lahan yang dikembangkan mencapai 2.000 meter lebih dengan pola tumpangsari buah jeruk dan nanas Benggolo. Kedua tanaman buah itu menjadi potensi andalan bagi masyarakat sekitar dalam mendukung pariwisata Borobudur.

Lokasi lahan berada di antara Home Stay Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Kembanglimus dan rest area wisata Borobudur.

“Yang perlu diperhatikan dalam budi daya tanaman tersebut terutama perairan, pemupukan, dan pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman),” pesan Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Distanpangan Kabupaten Magelang Ade Sri Kuncoro di sela kegiatan tersebut.

Selain pada buah jeruk okulasi teknologi sinar gamma juga sudah diterapkan pada 1.000 tanaman kelengkeng Borobudur. Terdapat tiga varietas kelengkeng yang berhasil dikembangkan yakni jenis Kateki, Itoh dan Wusan.

“Selain membantu petani dalam budi daya upaya kita ini juga mendukung pariwisata,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pembangunan jalur ganda Solo-Semarang Fase 1 Kota Surakarta adalah untuk mengakomodasi dan mengantisipasi pergerakan lalu lintas penumpang. (Foto: Humas Pemkot Surakarta)

Peristiwa

Lokasi Pembangunan Jalur Ganda KA Solo-Semarang Fase 1 Ditetapkan
Ketua Dekranasda Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menjelaskan, hak kekayaan intelektual. (Foto: Diskominfo Wonosobo)

Peristiwa

Perajin Batik Didorong Patenkan Merek Dagang Lewat HKI
Upacara Perayaan HUT ke-75 Pemkot Surakarta berlangsung khidmad dan segerhana. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Gibran Rakabuming Raka, Pimpin Upacara Hut ke-75 Pemkot Surakarta
Pelaksanaan vaksinasi #PAKSIN Pakualaman Sehatkan Indonesia. (Foto: Humas Pemda DIY)

Peristiwa

Dukung Percepatan, Kadipaten Pakualaman Gelar Vaksinasi Massal
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha menyerahkan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas. (Foto: Diskominfo Kab Semarang)

Peristiwa

Ratusan Penyandang Disabilitas Terima Sembako Gotong Royong Covid-19
Para pelanggar Perda Miras saat diajukan ke persidangan.(Foto:nyatanya.com/Diskominfo Wonosobo)

Peristiwa

Langgar Perda Miras, 10 Orang Didenda Rp3 Juta
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. (Foto:nyatanya.com/Humas Jateng)

Peristiwa

Namanya Dicatut Akun FB Palsu, Gus Yasin Imbau Masyarakat Hati-hati
Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyaksikan penandatangan berkas kelengkapan pencairan Hibah Bidang Keagamaan. (Foto: Diskominfo Salatiga)

Peristiwa

Pemkot Salatiga Cairkan Dana Hibah Keagamaan Rp439 Juta