Home / Buku

Sabtu, 24 Juli 2021 - 11:34 WIB

Tingkatkan Literasi Anak, Bunda PAUD Bacakan Dongeng Secara Daring

Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

Christanti Zaenal Arifin menggelar 'Bunda PAUD Mengajar' dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. (Foto:nyatanya.com/Diskominfo Magelang)

NYATANYA.COM, Magelang – Untuk meningkatkan kemampuan literasi anak-anak, termasuk kecintaan terhadap buku, serta kemampuan menyimak di saat pandemi Covid-19, Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin menggelar ‘Bunda PAUD Mengajar’ dengan membacakan dongeng bagi anak-anak. Dongeng bertema pentingnya menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, program Bunda PAUD Mengajar telah dilaksanakan sejak awal pandemi. Dongeng dibacakan secara langsung dengan menghadirkan Bunda PAUD di hadapan anak-anak.

“Karena saat ini situasi masih Pandemi, maka kita alihkan kegiatan secara virtual atau daring. Salah satu kegiatannya adalah dengan mendongeng secara virtual. Selain itu, dari Kementerian Pendidikan, Bunda PAUD juga diminta untuk membacakan buku dalam rangka Hari Anak, yang nantinya akan diupload ke YouTube,” jelas, Christanti Zaenal Arifin usai membacakan dongeng bagi anak-anak secara virtual dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Rabu (21/7/2021).

Baca juga   Replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Menurut Christanti, kegiatan atau gerakan literasi bagi anak-anak sangatlah penting dilakukan sedini mungkin. Hal ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan anak kepada buku (gemar membaca).

“Jadi ternyata secara penelitian, apabila dibacakan buku secara rutin meskipun mereka (anak-anak) hanya mendengar, misalnya sebelum tidur begitu, ternyata menumbuhkan kecintaan mereka kepada buku. Ketika nanti mereka sudah bisa membaca, maka pasti akan sangat gemar sekali,” ungkapnya.

Pada kesempatan kali ini, Christanti membacakan dongeng berjudul ‘Asiknya Mandi Bersih’ dengan dua karakter animasi Beri dan Kumkum. Melalui dongeng ini anak-anak diajak untuk membiasakan mandi minimal 2 kali sehari agar terbebas dari bakteri dan penyakit.

Baca juga   Perpustakaan Kota Yogya Kembali Layani Peminjaman Buku 'Drive Thru'

Ia juga berpesan kepada para orang tua untuk lebih telaten dalam mendampingi anak-anaknya di masa pandemi. Apalagi pada situasi sekarang ini para orang tua tidak bisa lagi menyandarkan anak-anak kepada lembaga-lembaga pendidikan.

“Ketelatenan orang tua mendampingi anak di rumah ini memang sangat penting untuk sekarang ini. Sehingga monggo disempatkan waktu untuk sekedar mengajak anak untuk membaca buku. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini juga perlu meningkatkan kemampuan digital. Maka peran serta orang tua sangat penting untuk juga memberikan kaidah-kaidah kepada anak dalam menggunakan digital,” pesannya. (*)

Share :

Baca Juga

Perpustakaan Kota Yogyakarta kembali membuka layanan membaca di tempat, dengan kuota terbatas. (Foto: Humas Pemkot Yogya)

Buku

Perpustakaan Kota Yogya Kembali Buka Layanan Baca di Tempat
Jambu Carlin, pinjam buku cara online ala Klaten. (Foto: Diskominfo Klaten/nyatanya.com)

Buku

Jambu Carlin, Ini Cara pinjam Buku Gratis di Klaten
Melaty Anggraini, Nadia Fransiska, dan Jesica Nikita Rachel. (Foto: dokumentasi pribadi)

Buku

Menyiasati Isu Lingkungan Masyarakat Eropa
Selain penghargaan untuk Sri Sultan, Daerah Istimewa Yogyakarta juga menerima penghargaan sebagai Provinsi Pencapai Nilai Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi se-Indonesia Tahun 2021. (Foto: Humas Pemda DIY)

Buku

Sri Sultan HB X Terima Penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka 2021

Buku

Walikota Yogya Raih Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021
Bupati Kudus HM Hartopo saat mengunjungi perpustakaan daerah di Desa Tumpangkrasak dan Loram Wetan. (Foto: Diskominfo Kudus)

Buku

Replikasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Buku terbaru karya I Wayan Candra Winetra dan Edhy Sutanta. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Ditemukan Cara Mudah Membuat Game
Buku Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa. (Foto:nyatanya.com/istimewa)

Buku

Pembangunan Ekonomi Daerah dan Desa Masih Banyak Kendala