NYATANYA.COM, Lombok Tengah – Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigadir Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa untuk mendukung pengamanan jalannya lomba balap seri pamungkas World Superbike (WSBK) di Sirkuit Internasional Jalan Raya Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), TNI mengerahkan hampir 600 personel.
Termasuk 350 di antaranya disebar di arena dalam sirkuit berkoordinasi dengan pihak Dorna Sport selaku promotor WSBK. Demikian dikatakannya saat jumpa pers di Media Center Kominfo WSBK Mandalika, Sabtu (20/11/2021).
“Kami melibatkan unsur Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Ada empat unit alat utama sistem persenjataan (alutsista, red) Anoa dan tiga kapal patroli cepat yang bersiaga di perairan Mandalika 24 jam. Selain itu kami juga mengerahkan pasukan khusus untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” kata arbituren Akademi Militer tahun 1993 ini.
TNI juga mengerahkan tim modifikasi cuaca dari TNI AU agar kegiatan lomba dapat berlangsung lancar. Tim ini melakukan rekayasa cuaca agar selama berlangsungnya lomba tidak terjadi hujan.
“Kami mengerahkan satu unit pesawat jenis Cassa untuk modifikasi cuaca dengan cara menebarkan garam di atas awan agar hujan tidak terjadi di atas langit Mandalika. Misalnya bisa bergeser ke wilayah Kota Mataram atau Lombok Timur,” lanjutnya.
Di samping itu, pihak Korem juga mengajak masyarakat di sekitar sirkuit untuk ikut berpatisipasi termasuk berani menyapa para turis dan kru tim yang berlomba supaya mereka merasa lebih nyaman berada di Mandalika.
Basarnas Siapkan Evakuasi
Sementara itu Badan SAR Nasional juga turut dilibatkan dalam ajang WSBK kali ini. Menurut Direktur Kesiapsiagaan Bencana Basarnas, Agus Haryono, pihaknya menerjunkan 100 personel gabungan berkualifikasi rescue ditambah kru helikopter dan anak buah kapal.
“Kami menyiagakan satu unit helikopter jenis Dolphin AR 3603 dan Kapal Motor SAR Kamajaya Kelas 66 Meter yang langsung kami datangkan dari Makassar,” kata Agus dalam jumpa pers di tempat yang sama.
Selain melibatkan kapal besar, Basarnas juga menurunkan satu unit jetski, sea rider, dan boat bermesin. Ia menambahkan, untuk keperluan medical evacuation (medivac) ini, pihaknya juga sudah mendapat lampu hijau dari Dorna dan Mandalika Gran Prix Association (MGPA) untuk keperluan kesiapsiagaan bencana tersebut.
Heli disiagakan tak jauh dari paddock untuk keperluan evakuasi cepat jika terjadi insiden kecelakaan yang melibatkan pebalap WSBK. Sejumlah rumah sakit umum di Kota Mataram sudah disiapkan untuk menangani pebalap yang mengalami kecelakaan dan dievakuasi lewat udara oleh Basaranas.
Dari pantauan InfoPublik di arena sirkuit, terdapat dua heli, masing-masing berkelir oranye khas Basarnas dan satu unit lainnya berkelir merah putih bertuliskan MGPA.
“Kedua heli ini akan beroperasi bergantian, jika heli milik Basarnas sedangkan tugas evakuasi udara, maka heli milik MGPA segera menggantikan tempat heli kami,” jelasnya.
Sirkuit Mandalika akan menjadi penentu nasib bagi pebalap tim Pata Yamaha with Brixx, Toprak Razgatlioglu apakah ia mampu menyabet titel juara dunia untuk pertama kalinya.
Atau pebalap 24 tahun asal Turki itu harus menyerah dan mengakui ketangguhan jagoan Inggris Jonathan Rea yang membalap untuk tim Kawasaki Racing itu merebut juara dunia WSBK untuk ketujuh kalinya di Mandalika.
(*/N1)
Sumber: InfoPublik.id